Gue juga gak ngerti – ngerti amat sih gimana caranya para supir angkutan kota itu mendapatkan penghasilannya.
Sepertinya mereka harus mendapatkan jumlah tertentu dari penumpang dalam 1 hari tersebut. Lalu uang itu disetor sama yang punya kendaraan. Setelah memenuhi jumlah setoran baru deh sisa uang itu diberikan pada supir. Kalau supir itu punya kenek berarti dia harus membagi lagi penghasilannya tersebut. Pantesan aja sering gue perhatikan bus – bus regular sekarang hanya punya 1 orang kenek.
Adalah suatu keadaan yang ironis bahwa kalau lagi jam sibuk, kita – kita para penumpang ini harus nunggu seumur hidup hanya untuk mendapatkan kendaraan umum. Boro – boro mau dapat yang kosong. Jadi, idealnya ya mesti banyak dong kendaraan umum supaya kita – kita ini keangkut semua dan sampai ke tempat tujuan tepat waktu dan syukur – syukur sih nyaman.
Tapi, kalau lagi jam yang gak sibuk – sibuk amat, kendaraan umum yang banyak itu jadi kosong. Jadi ya gak heran deh kalau lagi sepi begini semua kendaraan ini bakalan ketemu disuatu tempat yang salah di waktu yang salah. Kalau sudah seperti itu jelas mereka akan berusaha untuk mendahului yang lainnya. Dan caranya jelas bukan hal yang menyenangkan bagi kita para penumpangnya.
Pertama – tama para supir ini bakalan ngebut abis – abisan supaya mendahului para pesaingnya. Kita para penumpang jelas bakal lebih memilih kendaraan yang lewat duluan ketimbang nunggu – nunggu kendaraan umum berikutnya yang gak jelas kapan lewatnya. Nah, inilah saat – saat dimana elo merasa akan cepat sampai ke tujuan yang bener – bener paling terakhir.
Kedua, kalau sudah keburu di dahului oleh pesaingnya maka mereka memilih cara memperlambat kendaraan… Jalannya pelaaaaan banget bikin darah tinggi naik bagi orang yang kepingin cepat sampai di tempat tujuan.
Ketiga selain memperlambat kendaraan maka dapat dipastikan mereka passti akan ngetem. Dengan ngetem mereka tentunya berharap agar calon penumpang bisa terjaring lebih banyak.
Keempat selain memperlambat dan nongkrong untuk menjaring penumpang, mereka juga memutar balik kendaraannya agar kembali ke tempat yang telah mereka lewati. Yak, bener. Gue pernah ngalamin sendiri. Gue padahal udah seneng banget pas kendaraan ini tidak melewati jalan yang biasa dan mengira mereka mengambil jalan pintas. Ternyata mereka malah balik lagi ke tempat yang sudah dilewati beberapa menit sebelumnya. Capek dhee
Kelima…setelah semua cara di atas sudah ditempuh dan mereka masih merasa gak puas juga maka para penumpang akan dipindah paksa ke kendaraan lain. Jadi, jika di kendaraan sebelumnya kita sudah enak – enakan duduk maka gak janji deh jika dipindah paksa seperti itu akan beruntung mendapatkan tempat duduk lagi.
Sedih deh jadi penumpang…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir buzzers :)