Sabtu, 31 Desember 2011

Berharap


Gue sudah sering mendengar cerita banyak orang kalau pergi ke Bangkok itu amit-amit macetnya. Tapi lain dulu lain sekarang. Bangkok saat ini sudah mempunyai Sky Train dan MRT yang kayaknya mampu mengurangi kemacetan mereka yang gila-gilaan.

Bagaimana dengan Jakarta kota kesayangan gue yang minta ampun ini? Kayaknya kita pernah punya rencana untuk mengadakan monorail tapi sepertinya gak bakal terwujud. Busway yang sudah ada sejak tahun 2004 (kalau gak salah inget) bukannya makin bagus tapi makin berantakan. Biasanya kita mendengar perampokan berakhir dengan pemerkosaan atau lebih buruk lagi yaitu pembunuhan di taksi-taksi gak jelas. Sekarang sudah melebar hingga ke mikrolet. Pelecehan seksual, rampok, copet, situasi berbahaya... Wadao... Banyak amat masalah yang harus dihadapi.

Sabtu, 24 Desember 2011

Selamat Hari Natal

Kepada para pembaca dan pengguna ANGKOT :)

SELAMAT HARI NATAL DAN DIBERKATI SELALU ;)

Rabu, 21 Desember 2011

[Edisi ngomel] Tetap sama

Sebenarnya angkutan umum itu untuk siapa ya?

Namanya aja udah ANGKUTAN UMUM yang pastinya untuk mengangkut banyak orang, diperuntukkan untuk umum. Jadi bisa siapa saja yang mempergunakan tanpa peduli status, umur, jenis kelamin dan lain sebagainya. Siapa saja bisa berada didalam angkutan umum, baik membayar atau tidak (mang pernah liat pengamen bayar ongkos bus?)


Kamis, 15 Desember 2011

Gathering Mailing List Suara Trans Jakarta

Setelah lama gabung di mailing list Suara Trans Jakarta ; silahkan bergabung dengan mereka di suaratransjakarta@yahoogroups.com - baru pada hari Jumat tgl 9 Desember 2011 gue ikutan acara ngumpul-ngumpulnya.

Ternyata bagi banyak anggotanya ngumpul ini udah seperti reuni karena acara ngumpulnya sudah berulang kali. Buat gue, ini pertama kalinya gue bertemu muka dengan beberapa anggota yang selama ini hanya tau dari namanya saja. Ada juga dua wakil dari Blue Trans Jakarta. Salah satu dari mereka: Pak Akbar memberi penjelasan mengenai Trans Jakarta. Dan disitulah gue nyadar bahwa ada banyak hal yang ribet dan gak segampang yang selama ini kita pikir.

Selasa, 13 Desember 2011

Pemisahan

Untuk menghindari kasus pelecehan maka salah satu cara yang ditempuh oleh pengelola Busway adalah memisahkan penumpang wanita dan pria. Jadi yang cewek dipersilahkan untuk duduk dan berdiri di area depan bus. Sementara yang cowok dipersilahkan untuk duduk dan berdiri di area belakang.
Apakah efektif? Kita lihat saja hasilnya :D

Kalau diliat dari para pengguna yang diinterview di televisi rata-rata menyatakan mereka senang dengan cara pemisahan begini. Tapi dari yang gue baca-baca di mailing list Trans Jakarta; justru jadi gak efektif pengaturan dengan cara seperti ini. Karena jika penumpang pria kebetulan lebih banyak maka mereka akan menumpuk di bagian belakang bus. Sementara di bagian depan banyak yang kosong karena penumpang wanitanya tidak dalam jumlah yang banyak...

Memang sulit ya mengatur bagaimana sebaiknya agar pelecehan seksual dapat dihindari. Lebih susah lagi nyari pemecahan masalah yang memuaskan semua pihak. Masa iya mesti dibikin bus khusus perempuan dan bus khusus laki? Bisa-bisa halte nya juga harus dipisah dong dan itu artinya akan ada lebih banyak pohon lagi yang akan bertumbangan di tebang untuk tempat halte busway...

Susah, susah... Dan kalau sudah begini, bagian yang terkena gak enaknya adalah para petugas busway yang bakal kena semprot sama penumpang yang bete. Bagaimana nih para pengelola Trans Jakarta?

Kamis, 08 Desember 2011

Stop mendorong!

Di Indonesia ini sepertinya dimana-mana mau tertib itu susah. Mau antri yang gratis sampai yang bayar itu kebanyakan selalu berakhir rusuh.

Kasus paling gres terjadi ketika orang-orang yang ramai mengantri untuk beli Blackberry yang di korting 50%. Walau kesalahan gak murni dari para pembeli karena sepertinya organizernya yang gak beres ngatur acaranya. Dengar-dengar hanya 1000 pembeli pertama yang bisa mendapatkan Blackberry tersebut. Dan yang ngantri niat banget yak, ada yang dari malam sebelumnya. kayak mau beli tiket kereta untuk pulang kampung. Yang jadi pertanyaan gue, kalau memang para calon pembeli ini diberikan semacam identitas untuk membeli lalu kenapa tidak dipasang pengumuman bahwa pembelian ditutup berhubung kuota udah tercapai? Kenapa masih dibiarin aja calon pembeli terus berdatangan? Dan yang bikin para calon pembeli ini spanneng karena melihat ada orang yang bisa beli padahal gak pake acara ngantri alias datang melenggang belakangan. Mulai deh yang dibelakang mendorong yang depan agar bisa maju dan akhirnya antrian jadi kacau balau.