Selasa, 30 Agustus 2011

Mengucapkan...

Kepada teman-teman,


Mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H
Mohon maaf lahir dan batin


Jumat, 26 Agustus 2011

Mudik yuk!


Sekarang perlahan namun pasti arus mudik sudah mulai memadati jalan menuju luar Jakarta. Orang mungkin heran kenapa dari tahun ke tahun kok ya begitu-begitu aja pas mudik. Yaitu pasti macet, cet, cet...

Gimana gak macet? Dengar-dengar ada 6 juta orang yang meninggalkan Jakarta menuju kampung halamannya masing-masing. Kalau mereka serentak pulang di beberapa hari yang sama, udah bisa kebayang penuhnya jalanan seperti apa. Pantas aja sering dikatakan harus tahu mengenai hari-hari raya di suatu daerah atau pun negara lain. Misalnya kalau kita ke Bali pas hari raya Nyepi ya bakal kayak orang bego aja deh karena semuanya tutup. Atau berlibur antar propinsi di Indonesia menjelang hari Raya Idul Fitri maka dijamin bakal bengong di jalan karena terkena macet yang parah.

Selasa, 23 Agustus 2011

Cerita lain


Kali ini gue mau sharing aja sedikit cerita dari seorang kenalan mengenai angkutan umum yang gak murah-murah banget yaitu pesawat terbang (eh, bisa khan ya gue bilang angkutan umum walau belum tentu semua orang bisa menggunakan angkutan umum ini?)

Kenalan gue yang sempat magang di maskapai penerbangan bercerita suka dukanya dalam menghadapi penumpang pesawat.


Selasa, 16 Agustus 2011

Mengingatkan


Seperti yang sudah gue katakan berulang kali, kendaraan umum adalah tempat dimana segala jenis manusia bertumpuk di dalamnya. Ada yang memang menggunakan bus untuk mencapai suatu tempat. Ada yang menggunakannya untuk tujuan mencari uang.

Nah, yang bertujuan mencari uang ini yang rada-rada berabe karena tidak semuanya berusaha dengan cara yang halal. Ada yang berjualan di atas kendaraan umum. Namun tidak sedikit pula yang meminta-minta (dengan memaksa) ataupun mencopet atau cara lain.

Rabu, 10 Agustus 2011

Sampai kapan kiranya?

(gambar diambil dari : http://www.matanews.com/wp-content/uploads/kopaja.jpg)

Dulu banget, untuk pertama kalinya di Jakarta ada bus pake AC. Ongkosnya sih lumayan nabok lah tapi sepadan dengan kenyamanan yang tersedia. Gak ada kenek yang mondar mandir nagih ongkos. Tapi hanya ada boks untuk memasukkan ongkos yang tentunya harus uang pas. Awalnya sih, supir tidak menyediakan kembalian untuk penumpang yang cuma punya uang besar. Tapi lama-lama disediakan juga karena gak mungkin toh penumpang ini ditolak naik bus hanya karena gak ada uang kembalian?

Jumat, 05 Agustus 2011

Tau kapan...


Setelah nongkrong lama di halte busway di hari Jumat tgl 29 July 2011, eh hari Sabtu tgl 30 July 2011 gue ada kejadian lagi. Bukan di dalam busway sih tapi dengan taksi.

Hari Sabtu itu mall padat banget sama pengunjung jadi gue and temen-temen rada susah nyari taksi kosong. Kita baru aja kelar makan malam dan bengong juga ngeliat diluar padat banget sama kendaraan. Terpaksa rada jalan dulu keluar dari mall buat mencegat taksi. Lalu kita sepakat, satu taksi nanti dipake aja bareng buat nganter ke tujuan masing-masing biar gak ribet. Daripada seorang perlu nyari 1 taksi masing-masing. Jadi, begitu kita liat ada yang kosong ya langsung di cegat deh. Udah gak liat-liat lagi taksinya namanya apa. Pokoknya syukur udah dapat deh. Lagian kita bertiga jadi memperkecil kemungkinan dirampok di dalam taksi. Pikirnya sih begitu.


Selasa, 02 Agustus 2011

Serba salah


Hari Jumat lalu tanggal 29 July 2011, gue beranjak pulang dari area Senayan City dan Plaza Senayan sekitar pukul 8 malam; lewat-lewat dikit deh. Tadinya sih pikir karena udah kemaleman gue mau nyari taksi aja. Tapi pikiran gue berubah begitu melihat jalan raya yang padat. Ini sih alamat naik bus biasa atau busway. Lagi.

Jadilah gue naik busway, lagi. Begitu sudah beli tiket, wah...kok antriannya panjang bener nih?