Senin, 24 Desember 2012

Selamat Hari Natal

Dear all, selamat merayakan Natal ya :-). Untuk yang lain, selamat berlibur dari naik angkot ;)

Kamis, 20 Desember 2012

Tiket Busway

Kalau sudah membeli tiket busway, apa yang biasanya kita lakukan?
Biasanya begitu di robek sama petugas pasti tiket itu langsung kita buang dengan sukses di tong sampah. Tapi sekarang gue memutuskan untuk menyimpan tiket tersebut sampai gue tiba di tujuan. Kenapa?

Seorang sepupu gue mengalami kecelakaan ketika ia menggunakan kereta api. Jadi saat itu hujan gede banget dan dia terpeleset ketika turun dari bus karena licin. Kejadiannya berlangsung masih di area stasiun kereta sehingga semua biaya pengobatan dijanjikan ditanggung oleh PT KAI. Dengan syarat, sepupu gue harus mempunyai bukti kalau dia membeli tiket . Nah loh, untunglah hari itu ia masih menyimpan tiket sehingga bisa dijadikan bukti untuk claim biaya pengobatan. Prosedurnya sepupu gue bayar dulu semua biayanya dan barulah dengan tiket tersebut ia meminta pengembalian biaya pengobatan.

Kebayang dong kalau hari itu dia membuang tiket kereta seperti yang biasa ia lakukan.... Gimana caranya dia akan membuktikan kalau dia punya tiket ya? Gak tau deh. Tapi yang pasti sejak mendengar ceritanya, gue memutuskan untuk menyimpan tiket hingga sampai di halte tujuan. Setelah itu barulah gue buang tiketnya. Bukannya mengharap tertimpa kecelakaan atau semacamnya. Tapi, setiap pengguna TransJakarta kan dilindungi oleh asuransi juga. Dan lagi mikir aja seandainya gue mengalami yang dialami sepupu gue...bagaimana gue bisa mengklaim biaya pengobatan jika gak punya tiket?

Hanya pemikiran di pagi hari... Selamat beraktivitas ya semuanyaaaa....

Rabu, 28 November 2012

Musim Hujan


Musim hujan itu sebenarnya adalah musim yang paling gue tunggu dan juga paling bikin gue deg-degan.Karena Jakarta itu gak ujan aja selalu macet dan kalau hujan pasti bakal lebih macet lagi. Mungkin karena jalan yang licin membuat mobil harus berjalan perlahan sehingga akibatnya beruntun alias macet panjang.

Hujan yang deras beberapa waktu lalu juga sempat membuat banyak orang harus "menginap" di jalan alias kena macet parah yang tidak bergerak sama sekali berjam-jam. Makanya kadang kalau sudah seperti ini, gue gak melihat apa enaknya membawa mobil sendiri karena toh sama aja kalau udah macet parah ya bakal terperangkap juga di jalan entah sampai kapan. Jadi sama menyebalkannya dan bikin stress.

Rabu, 21 November 2012

Pemisahan Tempat Duduk


Entah beberapa waktu yang telah lewat, ditetapkan pemisahan tempat duduk untuk wanita dan pria. Jadi begitu masuk ke dalam bus, yang cewek langsung menuju area depan bus sementara yang cowok di harapkan langsung ke area belakang.

Pemisahan ini dilakukan karena banyak pengaduan tentang pelecehan seksual di dalam busway. Awalnya banyak yang protes tapi lama kelamaan orang males juga ribut tanpa ada tanggapan. Peraturan dibuat, mau suka atau enggak yang penting jalan terus.

Setiap kali penumpang masuk, terutama di jam-jam sibuk maka petugasnya pasti langsung wanti-wanti agar penumpang masuk ke area yang sudah ditentukan. Apakah lantas dituruti? Oh, belum tentu.

Jumat, 16 November 2012

Akhir Pekan Kelabu



Sampai sekarang gue masih gak ngerti kenapa ya jalanan di Jakarta itu pasti macet pas hari Jumat. Apalagi kalau ada liburan panjang di akhir pekan seperti sekarang ini dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam. Baru jam 3 sore aja jalanan sudah padat banget sama kendaraan; hanya Tuhan yang tahu dari mana aja kendaraan segitu banyaknya. Jalanan macet sama kendaraan pribadi efeknya juga ke kendaraan umum. Akibatnya para pengguna kendaraan umum mesti sabar menunggu. Itu sih teori ya di dunia yang sempurna, penumpang dengan sabar menunggu bus atau kendaraan umum jenis lain. Tapi kalau kita berada di dunia yang sempurna mungkin gak perlu menghadapi masalah sama kendaraan umum.

Rabu, 31 Oktober 2012

Kejahatan di Taksi


Beberapa hari ini berita perampokan di dalam taksi kembali beredar dan tentu saja ini membuat resah. Apalagi penumpang cewek yang sepertinya selalu jadi sasaran empuk.
Postingan hari ini hasil kutipan gue dari harian Warta Kota yang terbit tanggal 31 Oktober 2012.

Pertama membicarakan soal modus perampokan di taksi. Kita sebagai penumpang tentunya ingin tahu bagaimana modus para supir taksi yang bekerja sama dengan perampok ini:
1. Sopir menghentikan kendaraan.
Biasanya nih mereka menghentikan kendaraan di jalan sepi yang tidak ada mobil lain lalu lalang dan boro-boro ada orang lain.
Alasannya bisa macem-macem dan begitu mobil berhenti maka beberapa orang tahu-tahu masuk ke dalam taksi.

Rabu, 03 Oktober 2012

Demo!


Ketika melewati stand koran pagi ini gue sebenarnya tidak berniat membeli koran. Tapi begitu melihat judulnya: Ada Demo besar-besaran tanggal 3 Oktober 2012... Glek... Beritanya ada juga disini.

Iya sih konon demo "hanya" berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 12. KATANYA. Tapi efek dari demo itu yang bikin hati deg-degan bagi semua pengguna jalan umum. Mau yang pakai angkutan umum ataupun mobil pribadi.

Namanya aja demonstrasi, pasti akan ada banyak orang yang tumpah ruah di jalan. Potensi untuk menjadi rusuh itu besar banget, apalagi kalau ada provokatornya. Kalau mereka sampai rusuh di jalan raya, otomatis jalanan tersebut tidak akan bisa dilalui. Ya, boro-boro dilalui deh. Kalau sudah sampai meningkat dengan acara lempar batu, berada di dekat jalan tersebut aja udah ogah. Akibatnya jalanan ditutup, dan kendaraan pun mulai menumpuk di area yang sama. Akhirnya macet. Kendaraan umum pun sulit mencapai tempat tujuan sehingga para penumpang pun terlantar. Mereka tidak bisa segera mencapai tempat tujuan karena gak ada kendaraan umum yang lewat. Kebanyakan dari mereka bisa jadi bersiap berjalan kaki entah sampai berapa jauhnya. Berharap beruntung menemukan kendaraan umum yang bisa membawa mereka ke tempat tujuan.

Itulah makanya, orang selalu deg-degan setiap kali mendengar kata demonstrasi. Karena kebanyakan berakhir dengan kerusuhan, yang artinya jalanan bakal macet. Dan yang lebih menakutkan lagi, jika kerusuhannya melebar kemana-mana seperti yang terjadi pada Mei tahun 1998.

Mudah-mudahan hari ini aman-aman saja dan demonstrasi berjalan dengan damai tanpa disusupi pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi. Amin.

Rabu, 26 September 2012

Antri Dong!



Ngomongin soal antri ini gak akan pernah ada habisnya. Mau tau kenapa? karena masih ada aja deh orang-orang yang buset males bener ngantrinya.

Jadi ceritanya sore-sore antrian busway mendadak lumayan panjang deh. Untuk ukuran jam yang terbilang masih terlalu sore untuk peak hour orang pulang kerja, ya heran aja melihat antrian tersebut. Jadi untuk membatasi antrian, sebagian penumpang diminta berdiri di koridor sementara yang lain sudah berada di dalam ruangan di halte dekat pintu. Eh, ada dua anak sekolah yang mestinya antri di belakang gue. Yang satu gak sabar dan dengan penuh percaya diri ia pun melenggang masuk ke dalam antrian di dalam ruangan tersebut. Temannya yang masih berdiri di belakang gue awalnya gak mau ikut. Tapi temannya terus memanggil sehingga akhirnya ia pun ikut keluar dari antrian. Rupanya hal ini sudah menjadi perhatian si petugas dan gak berapa lama ia pun menegur kedua anak tersebut. Meminta mereka agar jangan nyerobot dan kembali ke dalam antrian. Sementara si teman menggerutu karena malu, dan gue pun ikut menegur bilang agar mereka ngantri, si anak yang nyerobot duluan tadi memasang muka tanpa ekspresi. Dia gak kelihatan malu ataupun merasa bersalah. Seperti kata pepatah yang bilang, semua adil dalam perang dan cinta maka buat kita-kita di halte busway menjadi: semua adil yang penting gue cepetan sampai di tempat tujuan.

Tentu saja gue jadi mikir, kalau anak SMA aja udah begini...gimana nanti pas dia gede ya? Atau karena ini hasil mencontoh perbuatan orang yang lebih dewasa yang ada di sekelilingnya?

Tanyalah kepada busway yang sedang melintas...

Selasa, 18 September 2012

Waduh Mogok!



Gak ada yang lebih bikin histeris buat gue saat naik bus ataupun kendaraan umum lainnya itu ketika mereka mogok... Apalagi kalau tempat tujuannya masih jauuuuh...

Jadi ceritanya hari Senin lalu gue menggunakan busway untuk pergi ke tempat tujuan. Seperti biasa, orang yang antri buanyak. Orang yang dorong-dorongan juga buanyak. Syukurlah tidak perlu menunggu lama untuk busway ini. Semuanya berjalan lancar hingga busway itu sudah mendekati (jadi belum benar-benar sampai ya) halte yang dituju tiba-tiba mesin bus-nya mati. Yak, AC-nya juga mati pokoknya langsung panas deh didalam busway. Gue mulai khawatir, jangan-jangan mogok nih... Dan bener aje loh... Mogok tuh bus pas tinggal beberapa meter lagi dari halte.

Karena beberapa penumpang (termasuk gue) tengah bersiap turun di halte yang sekarang jadi kelihatannya jauh banget itu, maka si petugas meminta kesabaran kita agar menunggu sampai busway berikutnya datang. Jadi penumpang dipindahkan ke busway berikutnya agar bisa turun di halte terdekat ataupun melanjutkan perjalanan. Ada juga sih yang gak sabaran menunggu dan memilih merayap turun dari bus yang jarak dari pintu ke aspal itu lumayan jauh bow.





Beberapa hari kemudian kejadiannya beda lagi. Setelah turun di halte transit gue pun berjalan dari halte satu ke halte lainnya. Dan jreng, kenapa nih busway kok diam aja di dekat pintu masuk? Begitu tanya sama petugasnya, ternyata busway tersebut mogok pas bener nongkrong di depan pintu. Jadi, penumpang yang hendak menuju halte Kampung Melayu dipersilahkan untuk menuju halte sebelumnya. Jadi ibaratnya kalian sedang mencari jalan dan ternyata jreng...salah jalan maka harus kembali lagi agar bisa menemukan jalan yang benar. What? Gile aja! Jadi ada berapa proses menunggu yang harus gue lakukan? No way jose! Mendingan gue turun dan menyambung dengan angkot lain. Bagusnya sih jaraknya udah gak terlalu jauh tapi ya kesel aje.


Tapi buat gue, bus mogok dalam perjalanan pulang itu masih LEBIH UNTUNG daripada ketika hendak berangkat ke kantor atau tempat lainnya. Hiks... Tapi begitulah hidup. Segala sesuatunya tidak mungkin berjalan mulus selalu. Jadi siap-siap mental aja menghadapi angkot yang mogok di pagi hari.

SEMANGAT!

Kamis, 30 Agustus 2012

Helm

  Helm adalah satu hal yang wajib digunakan oleh para pengguna motor. Hal ini dikarenakan helm dapat memberikan perlindungan tambahan pada kepala. Jadi untuk melindungi diri sendiri, seharusnya sih tanpa disuruh maka kita wajib menggunakannya jika sedang mengendarai motor.

Tapi, itu kan kalau kita menggunakan kendaraan motor milik sendiri. Kebersihannya kita sudah tahu dan siapa sih yang bakal menggunakannya kecuali keluarga sendiri? Helm baru jadi masalah (setidaknya buat gue) ketika harus ke suatu tempat dengan ojek.


Rabu, 15 Agustus 2012

Peringatan (Lagi)


Kadang-kadang kalau dipikir ya...hidup itu merupakan pengulangan hal yang sama alias rutinitas. Setiap pagi, kita semua berlomba-lomba menuju tempat kerja atau sekolah. Bangun pagi-pagi ternyata ada aja orang yang bangun lebih pagi lagi. Jalanan yang sudah ramai dengan kendaraan di kala hari masih pagi. Berdesak-desakan dengan penumpang lain dalam angkutan umum karena terlambat bangun. Alasan lainnya. bangun lebih pagi tapi angkutan umumnya yang ngaret. hasilnya tetap sama. Berdesak-desakan seperti barang-barang yang ditumpuk di gudang.

Rabu, 08 Agustus 2012

Fashionista di Bus


Gue bukan tipe orang yang fashionable. Owh, itu sih semua orang juga udah tau...pasti begitulah semburan dari temen-temen gue. Masih terekam jelas dalam ingatan gue komentar orang-orang saat melihat penampilan gue saat masih kerja.
"Oh, boleh ya pake baju beginian doang ke kantor?"
"Wah, kantor elo enak banget bisa pada nyantai begini pegawainya"
"Hmm, sebenarnya elo kerja di kantor apa pabrik sih?"


Kamis, 26 Juli 2012

Panduan Jalan


Suatu hari kamu dapat panggilan kerja atau ada keperluan penting yang mengharuskan kamu pergi ke suatu tempat yang tidak kamu kenali daerahnya. Gimana cara kamu supaya dapat menuju kesana? Apa yang bakal kamu tanyakan pertama kali?

Biar dikata jaman sekarang sudah ada mbah google, tapi tidak semua orang mengerti peta atau nangkep petunjuk yang diberikan. Apa aja petunjuk yang perlu diketahui kalau sedang naik kendaraan umum atau kendaraan pribadi ya?

Yang sekarang suka gue lakukan sih biasanya bertanya tempatnya berdekatan dengan halte busway gak? Kalau iya, apa nama halte busway-nya? Kalau ternyata letak tempat yang dituju dekat dengan halte busway, pastikan deh tempatnya di sebelah kiri atau kanan dari halte busway tersebut. Atau bisa juga halte busway tertentu itu hanya sebagai patokan untuk kamu agar turun disitu dan berganti kendaraan lainnya. Sukur-sukur sih kalau yang ditanya tahu kendaraan umum yang mana untuk melanjutkan ke tempat tujuan.

Terus gimana dong kalau ternyata tempat yang dituju gak berada di dekat halte busway manapun! Nah loh... Mau gak mau, gue hanya bisa bertanya jauh gak dari terminal bus tertentu? Misalnya, tempatnya jauh gak dari teminal bus Lebak Bulus? Dan dari terminal itu ke tempat tujuan harus naik kendaraan yang mana lagi jika memilih menggunakan angkot? Syukur-syukur yang ditanya sih biasanya tahu ya dan memberi arahan yang tepat. Kalau sudah dapat informasinya, jangan lupa di tulis dan jangan sampai hilang supaya kamu gak panik di jalan. Lebih bagus lagi kalau sekalian simpan data nomor telephone tempat yang akan dituju. Kalau memang buta arah, gak usah sungkan-sungkan nanya sama kenek bus. Dalam keadaan gak jelas begini sih memang tampang bego campur panik gak bisa dihindarin ya. Tapi usahakan tetap waspada karena akan ada banyak orang yang berusaha mengambil keuntungan dari kondisi orang lain.

P.S. Untuk yang beraktivitas di Jakarta dan pengguna busway, coba deh download program TransJakarta di Blackberry. Jadi kita bisa tahu nama-nama koridor busway yang ada. Atau beli peta jalur busway di toko buku. Atau download peta jalur busway langsung dari situs TransJakarta

Senin, 16 Juli 2012

Naik Bus Gratis


Kemarin janjian sama temen dan rencananya sih mau naik busway. Tapi belum lagi masuk ke dalam halte busway gue melihat banyak kerumunan orang di dalam sana. Berdasarkan pengalaman gue kerumunan seperti itu hanya berarti satu hal. Busway-nya pasti lama banget gak lewat-lewat entah terkena macet dimana. Jadilah gue terpaksa menggunakan alat angkutan umum lainnya dari pada kelamaan menunggu dan telat ketemuan sama temen. Baru beberapa jam kemudian gue mengetahui kalau ada acara GRATIS SEHARIAN NAIK BUSWAY. Ya ampuuun, pantesan aja orang-orang banyak banget memenuhi halte busway. Untung aja gue mengikuti naluri bertahan hidup di busway dan memilih naik angkutan umum lainnya. Kalau enggak manyun deh gue.

Lho? Memangnya kenapa gue memilih angkutan umum lain yang bukan hanya jadi lebih ribet tapi juga lebih mahal ketimbang naik busway mumpung gratis?
Begini ya, para pembaca. Penumpang busway itu terkenal ganas dan mau menang sendiri (gak bohong. kalau lagi buru-buru gue pun bisa seperti itu). Kalau membayar aja seperti itu gimana kalau gratis? Kebanyakan orang pasti ingin memanfaatkan momen namanya aja mumpung lagi ada. Sementara armada yang ada gak mencukupi dan kalaupun cukup, emang petugasnya gak boleh istirahat? Tapi orang yang mengantri untuk naik busway mumpung gratis kan tetap berdatangan terus. Apalagi menuju tempat-tempat wisata seperti Ragunan, Ancol, bertepatan menjelang hari-hari terakhir liburan anak sekolah. Dan kalau gue mesti bersaing sama mereka mah mendingan gak usah deh.

Yang gue lagi mikir, ada gak sih pengumuman resmi ya bakal ada acara naik busway gratis di hari sebelumnya? Kalau sudah seperti ini, simpati gue sama keluarga yang membawa anak-anak kecil. Karena pasti busway dalam keadaan penuh sesak dan boro-boro deh bisa merasa nyaman. Tapi namanya juga lagi enjoy liburan ya jadi mungkin dinikmati aja desak-desakannya sama penumpang lain.

Jadi, kalau sedang menuju halte busway dan melihat ada antrian orang yang banyak banget mungkin sebaiknya mengurungkan niat untuk menggunakan busway. Tapi, itu sih terserah masing-masing ya... Hehehehe, kalau gue mendingan gak usah deh walaupun gratis.

Kamis, 21 Juni 2012

Cerita Bus Handle


Pegangan di bus aja bisa jadi cerita sendiri jika sedang naik busway.

Pertama kita bertanya-tanya, memangnya apa sih fungsinya? Ya namanya aja udah pegangan. Tentunya alat bagi kita untuk berpegangan dan menjaga keseimbangan badan saat supir bus ngerem atau injek gas dengan mendadak.

Tapi saat penumpang sedang overload, pegangan di bus ini jadi penting banget karena jumlahnya tidak mencukupi. Yang paling menyebalkan kalau sedang seperti ini adalah:

Orang yang merasa gak cukup memegang satu bus handle tapi sampai dua! Jadi kedua tangannya memegang bus handle tersebut tanpa memberikan kesempatan pada orang lain. Kalau gue lagi kesel sih menurut gue persis seperti monyet yang tengah bergelantungan di pepohonan. Ada juga sih yang kalau dilihat sepintas seolah hanya memegang satu bus handle dengan kedua tangannya. Tapi setelah diperhatikan ia merapatkan bus handle itu dan memegang kedua-keduanya. Jangan tanya kenapa karena gue sendiri aja heran. Mungkin orang itu mengira ia sedang bermain flyingfox. 


Untuk bus sendiri, bus handle ini bisa jadi alat untuk iklan sehingga kita bisa iseng membaca sembari berada di dalam bus.

Tapi berpegangan pada bus handle terlalu lama juga dapat membuat tangan jadi keram. Akibatnya terpaksa harus dilepas dan saat itu juga penumpang lain akan segera menyambar bus handle itu. Mereka melakukannya dengan alasan yang sama agar jangan sampai terjatuh dalam bus.

COba pegangannya dilapisi sama bantal ya... Heheheh

Jumat, 15 Juni 2012

Itulah Manusia


Banyak yang bilang orang di Jakarta itu (termasuk yang lagi bikin postingan ini) jutek, gak peduli sama orang lain, egois dan berbagai macam label lainnya.

Tapi sebenarnya orang di Jakarta itu termasuk pedulian juga lho dengan sesamanya... Itu kalau kebetulan bertemu dengan orang yang bener ya... Namanya aja kehidupan dan kita tidak pernah tahu apakah hari ini kita bisa bersikap baik pada orang lain atau sebaliknya...

Contohnya? Orang akan dengan senang hati memberi informasi jika ada yang bertanya tentang arah jkalan atau kendaran umum apa yang seharusnya digunakan. Terkadang ada yang dengan suka rela memberikan tempat duduk pada orang yang lebih membutuhkan. Atau sekedar memberi tahu bahwa seseorang telah tiba di tempat tujuannya.

Lucunya atau tepatnya tragisnya, masih ada aja orang yang senang memanfaatkan kebaikan hati orang lain. Jadi nih ceritanya gue membaca di surat kabar (beritanya udah lama sih) tentang orang yang berpura-pura sakit agar mendapat tempat duduk. Seorang pria yang tidak kebagian tempat duduk mengeluh pusing sehingga spontan seorang penumpang memberikan tempat duduknya. Orang ini ketauan pura-pura sakit karena setelah dapat tempat duduk malah asyik bertelepon via telepon genggam... Hahahaha, kalau lagi sakit mana ada yang bisa asyik teleponan... Akhirnya orang itu sukses menjadi jengkel pada orang ini dan menyindir-nyindir... Orang ini karena malu barulah turun dari bus untuk menghindari sindiran para penumpang lain...

Makanyaaaa... kalau udah kepepet dan menggunakan segala cara untuk mendapatkan tujuan anda...JANGAN LUPA UNTUK TETAP KONSISTEN BERAKTING...

Senin, 28 Mei 2012

Musik oh musik



Siapa sih yang gak demen dengerin lagu walau mungkin bukan penggemar yang fanatik banget seperti harus beli kaset atau CD-nya? Tapi dengerin lagu juga bisa jadi masalah buat kesehatan kuping dan kepala di saat gak nyambung sama selera kita. Dan kejadian ini paling sering terjadi di kendaraan umum.

Selasa, 15 Mei 2012

Curhat


Kali ini gue hanya ingin curhat mengenai kebiasaan sebagian besar dari kita sebagai orang Indonesia yang rada aneh. Yaitu: gak sabaran dan gak mau tau alias EGP. Kenapa gue bilang begitu?

HAPE
dalam banyak hal, alat komunikasi yang satu ini memberi banyak manfaat tapi juga jadi pembuka tabiat asli seseorang. Sudah sering diminta untuk mematikan hape kalau sudah di dalam pesawat. Ealah, teutep aja masih cuap-cuap kayak penyiar radio. Pramugari yang negor gak mempan, penumpang sebelah yang negor gak mempan. Diamuk sama beberapa penumpang malah balas menyalak. Itu sifat EGP alias gak peduli sama peraturan yang ada. Apa ada bisnis milyaran yang bakal lenyap kalau hape atau alat komunikasi lain dimatikan? Seberapapun pentingnya bisa gak diselesaikan sebelum naik pesawat?

Senin, 07 Mei 2012

Jembatan Penyeberangan


Suka sebel gak kalau melihat orang lebih memilih menyeberang di jalur busway daripada lewat jembatan penyeberangan? Sebel kenapa? Loh, kalau orang itu melenggang menyeberang begitu saja apakah tidak membahayakan dirinya sendiri? Bukankah sering terjadi tabrakan dikarenakan penyeberang jalan yang menggunakan jalur busway?

Tapi sebelum kita menghakimi orang-orang ini hanya pemalas yang tidak memikirkan keselamatan diri sendiri dan orang lain, coba kita iseng nyari tahu kenapa sih orang lebih suka nekat lewat jalur busway?

1. Males
Intinya, orang akan selalu mencari cara termudah daripada nyari yang susah. Misalnya gimana caranya saya sampai ke seberang jalan itu? Bisa naik jembatan yang udah ancur atau naik perahu kalau mau cepet. Atau muter jalan yang jadinya jauh tapi lebih aman. Orang akan lebih memilih yang cepet biarpun bahaya menghadang. Males aja karena sebenarnya tinggal sedikit lagi tapi malah harus buang-buang waktu muter jalan.
Bisa juga males aja sih naik jembatan penyebarangan. Mendingan lari-lari deh tapi gak usah naik-naik tangga.

2. Gak kuat
Kita tidak semuanya kuat sehat dan gak ada masalah dengan naik tangga penyeberangan. Yah, boro-boro naik tangga. Lewat jalanan dibawah aja mesti pelan-pelan loh dan SEBENARNYA disitulah kegunaan Zebra Cross yang sering banget DICUEKIN oleh pengguna kendaraan bermotor.

3. Keamanan
Sering terjadi perampokan di atas jembatan penyeberangan. Apalagi kalau hari sudah larut malam wah, semakin tidak aman deh jembatan penyeberangan itu. Dan kalau tidak perlu banget, mendingan dihindari.

4. Terpaksa
Maksudnya? Nah, kalau yang ini agak panjang nih penjelasannya. Angkutan umum banyak yang sering melanggar peraturan diantaranya dengan memasuki jalur busway. akibatnya ketika penumpang ingin turun di tempat tujuannya, mereka tidak mau repot-repot keluar dari jalur busway. Sang penumpang apes itu diturunkan di jalur busway yang artinya ia berada di tengah jalan. Mau naik jembatan penyeberangan pun sudah tidak bisa karena tangga terletak di tepi kanan kiri jalan. Jadilah dia puyeng di tengah sana karena masih harus berjuang untuk menyeberang jalan. Plus, dia harus berhati-hati jangan sampai terlindas busway.

Kalau kamu? Ada alasan tertentu malas menggunakan jembatan penyeberangan?

Selasa, 01 Mei 2012

Bayar dong


Kalau biasanya gue memuat tentang omelan dari diri sendiri, sekarang iseng ah dibalik... Mungkin gue pernah memuat topik ini tapi gak detail alias curhatan dari 1 orang supir... Jadi sekarang, mau bikin nih ceritanya


Mikrolet itu ongkosnya beda sama bus. Kalau bus , mau jauh atau dekat itu ongkosnya sama. Tepatnya, mau berdiri atau dapat tempat duduk ya teorinya ongkosnya ya sama aja. Tapi tentu saja banyak orang gak rela membayar ongkos full apalagi kalau mereka naik bus hanya gara-gara malas jalan kaki alias sebenarnya jaraknya dekat.  Ternyata di mikrolet pun orang sering males membayar ongkos full. Di mikrolet, tergantung seberapa jauh jarak yang ditempuh. Semakin pendek jaraknya ya semakin murah juga. Tapi, udah begini pun orang masih berusaha juga bayar dibawah ongkos standard. Dan siapa biasanya yang paling males bayar full? Gak lain gak bukan adalah ibu-ibu. Gak bisa disalahin juga sih karena mereka memang administrator keuangan dirumah. Jadi yang dirasa bisa di hemat ya kudu dihemat.

Tapi gak selalu ibu-ibu juga sih. Suatu hari pas gue naik mikrolet, turunlah seorang bapak dengan dua anaknya dan jreng...dia hanya membayar ongkos untuk 1 orang. Penumpang yang duduk di sebelah si supir iseng bertanya setelah supir kembali menjalankan mobilnya.

"Kok dia hanya bayar buat 1 orang? Padahal tadi anak-anaknya saya lihat dari kaca spion duduk dan gak dipangku...?" Dan dengan kalemnya si supir pun menjawab,"Wah, banyak bu yang seperti itu... Ngeselin sih, tapi saya males marah-marah... Capek..."

Hahahaha, jarang loh gue ketemu supir model begini... Masalahnya bukan apa-apa sih, supir yang jengkel karena penumpangnya membayar kurang dari ongkos yang semestinya pasti jadi bad mood. Biasanya ada yang mengomel,"Dikira masih jaman penjajahan Belanda dengan ongkos segitu?" Mungkin dia kesel karena alamat setorannya berkurang. Dan efeknya bukan bagi si penumpang yang udah melenggang pergi dengan membayar kurang dari semestinya. Tapi bagi penumpang lain yang ada di dalam mikrolet. Alamat jantungan karena supir langsung ngebut gila-gilaan melampiaskan kekesalannya. Atau malah, dia menyuruh penumpang yang masih ada untuk pindah ke mikrolet lain. Apesnya, kalau sampai gara-gara ngebut itu terjadi kecelakaan...

Yang jadi gue perhatikan juga, kalau si supir gak jutek...penumpangnya justru yang ngeselin... Sampai bikin penumpang lain ikutan kesel

Jadi, masa iya kita perlu ketemu sama supir yang judes dulu baru mau bayar full dan memanfaatkan kebaikan hati supir yang kalem untuk bayar gak semestinya?

Selasa, 24 April 2012

Hari Angkutan Umum Nasional

Hari ini adalah Hari Angkutan Umum Nasional.

Masa siiiihhh? Kok sepertinya kegiatan berlangsung seperti biasa, tidak ada yang terlihat berbeda atau lebih nyaman?

Pasti banyak deh yang bikin gondok dari menggunakan angkot di Jakarta. Apa contohnya?

  Gak lain dan gak bukan kalau disuruh pindah ke angkot lain. Sering khan mengalami kayak begitu?

Biasanya nih terjadi karena si supir merasa, ah...penumpang gue dikit banget... Mulai deh dia ngebut dan mepet ke sesama angkot lainnya. Dan dengan sopannya kita diminta pindah ke angkot lain. Loh, lalu mengapa mesti marah kalau harus pindah ke angkot lain? Kan tujuannya sama dan pastinya gak bayar dua kali? Iya, kalau pas sedang turun dari kendaraan itu cuaca cerah alias gak hujan. Dan kalau di kendaraan berikutnya ini kita bisa tenang duduk seperti sebelumnya.

Senin, 09 April 2012

Tes perilaku

  Mau tau gak tes perilaku yang paling okeh saat ini? Oh, gak usah jauh-jauh ke lembaga yang resmi kalau memang keuangan atau waktu yang terbatas...

Gampang banget kok... Perhatikan saja diri sendiri dan orang lain ketika berada di jalanan... Gak percaya?



Senin, 02 April 2012

Dewasalah...

 Suka heran kan kenapa penumpang bus itu suka nekat dan keukeuh untuk tetap naik angkutan umum yang sudah jelas penuh banget? Atau melihat penumpang yang padat buanget di kereta api...bahkan mereka menumpuk di atas badan kereta... Biarpun sudah dibilang kalau itu berbahaya tapi orang tetap tidak peduli.
Bukannya orang-orang gak sadar akan bahaya yang menghadang. Khawatir tidak akan ada angkutan berikut yang bisa mengangkut membuat orang nekat untuk naik aja ke angkutan yang sudah super padat. Soalnya, siapa yang bisa jaminan angkutan yang datang berikut tiba tepat waktu? Iya kalau datang, kalau enggak? Sementara semua orang berburu dengan waktu untuk mencapai tempat tujuan mereka. Kebanyakan dari orang-orang nekat itu adalah para pekerja yang berjuang agar tidak terlambat ke kantor. Menghindari penilaian jelek akan dirinya akibat datang terlambat. Yeah, gue tau karena pernah berada dalam kondisi serupa. Gak sampai naik ke atap kereta sih, tapi pernah juga gue bergelantungan di pintu demi sampai ke kantor.

Kamis, 22 Maret 2012

Supir canggih


Seseorang tidak bisa dinilai dari penampilan luarnya. Itu bener banget...

Beberapa hari yang lalu gue sedang duduk di samping supir ketika naik mikrolet. Seperti biasa, tangan nih gatel banget kalau gak pegang bb. Jadi mulailah gue keluarkan dari tas dan beraksi pencet sana sini. Update gak penting di status... Dan cek email yang gak perlu2 amat... Lalu dimulailah percakapan berikut...

Rabu, 14 Maret 2012

Mencari Gampang



Masiiiiiih aja dibahas... Sudah berjalan beberapa bulan dan masih aja menjadi sumber perdebatan...walau menurut gue sih udah gak perlu diperdebatkan...

Kita khan sudah tahu kalau peraturan sudah dibuat, disuarakan dan pada akhirnya diprotes...apa semuanya lalu didengar protesnya? Kita sebagai pengguna kendaraan umum yang tahu SITUASI NYATA di jalanan jelas nyadar peraturan mana yang cucok diterapkan dan mana yang enggak. Yang membuat peraturan BIASANYA bukan pengguna sehingga tidak realistis.

Jumat, 09 Maret 2012

Tidak Ramah pada Pengguna



Seminggu yang lalu gue melihat di televisi bagaimana orang disable menggunakan busway. Yah, mereka mencobanya sih pas koridor lagi sepi di akhir pekan dimana pengguna lain berjumlah lebih sedikit dari biasanya.

Kamis, 01 Maret 2012

Angkot Keren


Inget gak sama tampilan keren mikrolet diatas ini?


Ternyata masih ada lagi tampilan keren para pengemudi kendaraan umum ini yang umumnya : mikrolet

Yang ini pake flash disc buat dengerin lagu... Kereeennn

Yang ini pake handphone-nya gak nahaaan deeeeh...! *usap keringat*

Tapi yang ini...kok beda amat yaaa keadaannya... *meringis*

Kamis, 23 Februari 2012

Gak Penting


Sebenarnya ini curahan hati gak penting banget sih... Tapi pengen aja sharing karena sudah lama juga ya gak menulis di blog ini...

Dengan situasi sekarang yang semakin rawan memang sih tidak bisa disalahkan juga kalau orang menjadi parno alias paranoid. Semua pasang aura senggol bacok aja rasanya. GUE MAKLUM.

Tapi, ketika gue merasa menjadi tertuduh padahal tidak bersalah ya jelas gue jadi TIDAK MEMAKLUMI. Yang ada, gue malah nyolot.

Kamis, 09 Februari 2012

Kartu Identitas



Ada yang bertanya sama gue, memangnya para supir angkot sekarang menggunakan ID? Nah, inilah sebagian foto-fotonya. Mestinya sih mereka memasangnya di tempat yang mudah terlihat. Dengar-dengar mereka juga harus memakai seragam walau sepertinya sih jarang ada benar-benar menuruti peraturan yang satu ini.

Tentunya jika sekarang kamu melihat pengemudi angkot tanpa identitas, mestinya kamu menjadi waspada. Walau dengan adanya kartu identifikasi yang terlihat belum tentu juga kartu itu benar-benar milik si pengemudi. Peraturan ini memang bermaksud untuk menghindari adanya supir tembak yang mengambil penumpang dan berakhir dengan melakukan kejahatan.

Jumat, 03 Februari 2012

Orang butuh hiburan


Beberapa hari yang lalu gue sempet deg-degan juga pas mau naik angkot. Karena angkot ini memenuhi kriteria untuk dihindari para penumpang apalagi yang cewek.

Pertama, supir dan penumpang disebelahnya terlihat masih muda banget alias cucok jadi anak gue dan sepertinya mereka temenan.

Kedua Mereka pasti bukan pengemudi yang resmi karena kartu identitasnya tidak terlihat.

Senin, 30 Januari 2012

Dekat dengan alam


Halte busway Dukuh Atas mendekatkan kita dengan alam, menyadarkan betapa sinar matahari bisa bersinar lembut atau garang. Dan betapa mendung bisa menyejukkan hati serta bisa membuat basah kuyub ketika mendung berubah menjadi hujan deras. Siapkan hati, sepatu karet, jas hujan dan payung untuk menikmati koridor busway Dukuh Atas .

Jumat, 27 Januari 2012

Hidup di Jakarta serba salah ya


  Beberapa hari yang lalu ketika menjelang perayaan Imlek, masyarakat dikejutkan oleh penabrakan 12 pejalan kaki yang berujung 9 tewas. Bahkan jika janin dalam kandungan dari korban yang meninggal dihitung maka total berjumlah 10 orang. MENGERIKAN!

Banyak orang bilang hidup di Jakarta itu beraaaatt. Jadi pejalan kaki aja bisa ditabrak sama mobil, entah itu sedang menyeberang jalan atau lagi bengong menunggu bus. Naik kendaraan umum (wah, tinggal pilih) bisa-bisa dirampok. Atau lebih buruk, pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Atau kalau sedang diluar saat cuaca buruk, bisa tertimpa pohon besar yang roboh.

Senin, 16 Januari 2012

Harapan Kosong


Banyak orang biasanya bilang semakin bertambah tahun semoga semakin bertambah baik.


Kelihatannya harapan itu tetap jadi harapan kosong untuk angkutan umum. Saking bosennya gue sampai malas update blog seminggu yang lalu.


Sabtu, 07 Januari 2012

Dan masih sama saja...

  Wah, baru hujan satu hari melanda Jakarta tapi lalu lintas sudah kacau balau.

Mungkinkah memang sudah terlalu banyak kendaraan di Jakarta atau bagaimana ya? Atau perawatan sarana lalu lintas yang kurang karena kita kan gak kena ujan baru belakangan ini.

Dulu sih masalahnya pasti macet di dekat lampu merah karena biasanya kalau hujan pasti lampu-lampu itu mati total. Tapi lama-lama bukan hanya macet akibat lampu lalu lintas mati. Melainkan juga banjir di jalan-jalan utama pula dimana ada banyak kantor-kantor disana. Sudah mesti menghadapi banjir sekarang orang juga harus hati-hati karena hujan disertai angin ini membuat banyak ranting pohon beserta pohonnya roboh. Dan yang lebih mengerikan lagi, papan iklan yang berat itupun jatuh diterpa angin menimpa para pengguna lalu lintas. Bahkan halte busway juga ada yang harus ditutup karena tertiban pohon.