Sabtu, 31 Desember 2011
Berharap
Gue sudah sering mendengar cerita banyak orang kalau pergi ke Bangkok itu amit-amit macetnya. Tapi lain dulu lain sekarang. Bangkok saat ini sudah mempunyai Sky Train dan MRT yang kayaknya mampu mengurangi kemacetan mereka yang gila-gilaan.
Bagaimana dengan Jakarta kota kesayangan gue yang minta ampun ini? Kayaknya kita pernah punya rencana untuk mengadakan monorail tapi sepertinya gak bakal terwujud. Busway yang sudah ada sejak tahun 2004 (kalau gak salah inget) bukannya makin bagus tapi makin berantakan. Biasanya kita mendengar perampokan berakhir dengan pemerkosaan atau lebih buruk lagi yaitu pembunuhan di taksi-taksi gak jelas. Sekarang sudah melebar hingga ke mikrolet. Pelecehan seksual, rampok, copet, situasi berbahaya... Wadao... Banyak amat masalah yang harus dihadapi.
Sabtu, 24 Desember 2011
Rabu, 21 Desember 2011
[Edisi ngomel] Tetap sama
Sebenarnya angkutan umum itu untuk siapa ya?
Namanya aja udah ANGKUTAN UMUM yang pastinya untuk mengangkut banyak orang, diperuntukkan untuk umum. Jadi bisa siapa saja yang mempergunakan tanpa peduli status, umur, jenis kelamin dan lain sebagainya. Siapa saja bisa berada didalam angkutan umum, baik membayar atau tidak (mang pernah liat pengamen bayar ongkos bus?)
Namanya aja udah ANGKUTAN UMUM yang pastinya untuk mengangkut banyak orang, diperuntukkan untuk umum. Jadi bisa siapa saja yang mempergunakan tanpa peduli status, umur, jenis kelamin dan lain sebagainya. Siapa saja bisa berada didalam angkutan umum, baik membayar atau tidak (mang pernah liat pengamen bayar ongkos bus?)
Label:
antri panjang,
brengsek,
hidupku di buzz,
penumpang,
sama,
tobat
Kamis, 15 Desember 2011
Gathering Mailing List Suara Trans Jakarta
Setelah lama gabung di mailing list Suara Trans Jakarta ; silahkan bergabung dengan mereka di suaratransjakarta@yahoogroups.com - baru pada hari Jumat tgl 9 Desember 2011 gue ikutan acara ngumpul-ngumpulnya.
Ternyata bagi banyak anggotanya ngumpul ini udah seperti reuni karena acara ngumpulnya sudah berulang kali. Buat gue, ini pertama kalinya gue bertemu muka dengan beberapa anggota yang selama ini hanya tau dari namanya saja. Ada juga dua wakil dari Blue Trans Jakarta. Salah satu dari mereka: Pak Akbar memberi penjelasan mengenai Trans Jakarta. Dan disitulah gue nyadar bahwa ada banyak hal yang ribet dan gak segampang yang selama ini kita pikir.
Ternyata bagi banyak anggotanya ngumpul ini udah seperti reuni karena acara ngumpulnya sudah berulang kali. Buat gue, ini pertama kalinya gue bertemu muka dengan beberapa anggota yang selama ini hanya tau dari namanya saja. Ada juga dua wakil dari Blue Trans Jakarta. Salah satu dari mereka: Pak Akbar memberi penjelasan mengenai Trans Jakarta. Dan disitulah gue nyadar bahwa ada banyak hal yang ribet dan gak segampang yang selama ini kita pikir.
Label:
busway,
hidupku di buzz,
keluhan,
kopdar,
kritik,
operator bus,
saran,
trans jakarta
Selasa, 13 Desember 2011
Pemisahan
Untuk menghindari kasus pelecehan maka salah satu cara yang ditempuh oleh pengelola Busway adalah memisahkan penumpang wanita dan pria. Jadi yang cewek dipersilahkan untuk duduk dan berdiri di area depan bus. Sementara yang cowok dipersilahkan untuk duduk dan berdiri di area belakang.
Apakah efektif? Kita lihat saja hasilnya :D
Kalau diliat dari para pengguna yang diinterview di televisi rata-rata menyatakan mereka senang dengan cara pemisahan begini. Tapi dari yang gue baca-baca di mailing list Trans Jakarta; justru jadi gak efektif pengaturan dengan cara seperti ini. Karena jika penumpang pria kebetulan lebih banyak maka mereka akan menumpuk di bagian belakang bus. Sementara di bagian depan banyak yang kosong karena penumpang wanitanya tidak dalam jumlah yang banyak...
Memang sulit ya mengatur bagaimana sebaiknya agar pelecehan seksual dapat dihindari. Lebih susah lagi nyari pemecahan masalah yang memuaskan semua pihak. Masa iya mesti dibikin bus khusus perempuan dan bus khusus laki? Bisa-bisa halte nya juga harus dipisah dong dan itu artinya akan ada lebih banyak pohon lagi yang akan bertumbangan di tebang untuk tempat halte busway...
Susah, susah... Dan kalau sudah begini, bagian yang terkena gak enaknya adalah para petugas busway yang bakal kena semprot sama penumpang yang bete. Bagaimana nih para pengelola Trans Jakarta?
Apakah efektif? Kita lihat saja hasilnya :D
Kalau diliat dari para pengguna yang diinterview di televisi rata-rata menyatakan mereka senang dengan cara pemisahan begini. Tapi dari yang gue baca-baca di mailing list Trans Jakarta; justru jadi gak efektif pengaturan dengan cara seperti ini. Karena jika penumpang pria kebetulan lebih banyak maka mereka akan menumpuk di bagian belakang bus. Sementara di bagian depan banyak yang kosong karena penumpang wanitanya tidak dalam jumlah yang banyak...
Memang sulit ya mengatur bagaimana sebaiknya agar pelecehan seksual dapat dihindari. Lebih susah lagi nyari pemecahan masalah yang memuaskan semua pihak. Masa iya mesti dibikin bus khusus perempuan dan bus khusus laki? Bisa-bisa halte nya juga harus dipisah dong dan itu artinya akan ada lebih banyak pohon lagi yang akan bertumbangan di tebang untuk tempat halte busway...
Susah, susah... Dan kalau sudah begini, bagian yang terkena gak enaknya adalah para petugas busway yang bakal kena semprot sama penumpang yang bete. Bagaimana nih para pengelola Trans Jakarta?
Kamis, 08 Desember 2011
Stop mendorong!
Di Indonesia ini sepertinya dimana-mana mau tertib itu susah. Mau antri yang gratis sampai yang bayar itu kebanyakan selalu berakhir rusuh.
Kasus paling gres terjadi ketika orang-orang yang ramai mengantri untuk beli Blackberry yang di korting 50%. Walau kesalahan gak murni dari para pembeli karena sepertinya organizernya yang gak beres ngatur acaranya. Dengar-dengar hanya 1000 pembeli pertama yang bisa mendapatkan Blackberry tersebut. Dan yang ngantri niat banget yak, ada yang dari malam sebelumnya. kayak mau beli tiket kereta untuk pulang kampung. Yang jadi pertanyaan gue, kalau memang para calon pembeli ini diberikan semacam identitas untuk membeli lalu kenapa tidak dipasang pengumuman bahwa pembelian ditutup berhubung kuota udah tercapai? Kenapa masih dibiarin aja calon pembeli terus berdatangan? Dan yang bikin para calon pembeli ini spanneng karena melihat ada orang yang bisa beli padahal gak pake acara ngantri alias datang melenggang belakangan. Mulai deh yang dibelakang mendorong yang depan agar bisa maju dan akhirnya antrian jadi kacau balau.
Kasus paling gres terjadi ketika orang-orang yang ramai mengantri untuk beli Blackberry yang di korting 50%. Walau kesalahan gak murni dari para pembeli karena sepertinya organizernya yang gak beres ngatur acaranya. Dengar-dengar hanya 1000 pembeli pertama yang bisa mendapatkan Blackberry tersebut. Dan yang ngantri niat banget yak, ada yang dari malam sebelumnya. kayak mau beli tiket kereta untuk pulang kampung. Yang jadi pertanyaan gue, kalau memang para calon pembeli ini diberikan semacam identitas untuk membeli lalu kenapa tidak dipasang pengumuman bahwa pembelian ditutup berhubung kuota udah tercapai? Kenapa masih dibiarin aja calon pembeli terus berdatangan? Dan yang bikin para calon pembeli ini spanneng karena melihat ada orang yang bisa beli padahal gak pake acara ngantri alias datang melenggang belakangan. Mulai deh yang dibelakang mendorong yang depan agar bisa maju dan akhirnya antrian jadi kacau balau.
Label:
bahaya,
dorong,
hidupku di buzz,
jatuh,
penumpang
Rabu, 30 November 2011
Itu masalah gue
Di salah satu milis yang gue ikutin seseorang melempar cerita bahwa terkadang ia memilih menyerobot jalur busway agar bisa pulang cepet.
Dan seperti yang udah di duga, samberannya itu banyak banget...
Anggota milis ini beralasan bahwa ia tahu apa yang dilakukan itu salah. Tapi ia sungguh terpaksa karena ingin menguber waktu agar bisa bersama keluarganya di rumah... Lalu disebutkan pula rentetean kekurangan dan kekurangan dari pengelolaan angkutan umum.
Gue membacanya dan mulai maklum semaklumnya bahwa dari postingan itu gue jadi SADAR banget bahwa semua orang pengen buru-buru.
"Saya mau buru-buru ke rumah sakit...karena... (isi sendiri)"
"Saya lelah, saya ingin segera sampai di rumah agar bisa beristirahat"
"Sungguh kangen dengan keluarga dirumah, membuat saya ingin segera bersama mereka"
Lalu mendadak jadi keinget sama salah satu adegan percakapan antara Ally Mc Beal dan Georgia di film serial televisi Ally Mc Beal. Jadi ini komentarnya Georgia setelah Ally Mc Beal berkeluh kesah panjang lebar mengenai masalahnya.
Georgia: Ally, what makes you think that your problem is more important than other people?" (kalau gak salah kutip ya)
Ally : Because It'S MY PROBLEM
Hehehehe
Jadi sebodo amat orang lain juga pastinya ingin buru-buru pulang, ada keperluan, letih, sakit...karena YANG PENTING SAYA! Saya capek, jenuh, ingin buru-buru pulang agar bisa beristirahat dan bercengkrama dengan keluarga di rumah.
ITU MASALAH GUE jadi gak ada waktu mikirin orang lain...
Begitulah kita sekarang... Sadar sesadarnya ketika kita melakukan semua pelanggaran itu :) Gue juga tidak terkecuali.
Dan seperti yang udah di duga, samberannya itu banyak banget...
Anggota milis ini beralasan bahwa ia tahu apa yang dilakukan itu salah. Tapi ia sungguh terpaksa karena ingin menguber waktu agar bisa bersama keluarganya di rumah... Lalu disebutkan pula rentetean kekurangan dan kekurangan dari pengelolaan angkutan umum.
Gue membacanya dan mulai maklum semaklumnya bahwa dari postingan itu gue jadi SADAR banget bahwa semua orang pengen buru-buru.
"Saya mau buru-buru ke rumah sakit...karena... (isi sendiri)"
"Saya lelah, saya ingin segera sampai di rumah agar bisa beristirahat"
"Sungguh kangen dengan keluarga dirumah, membuat saya ingin segera bersama mereka"
Lalu mendadak jadi keinget sama salah satu adegan percakapan antara Ally Mc Beal dan Georgia di film serial televisi Ally Mc Beal. Jadi ini komentarnya Georgia setelah Ally Mc Beal berkeluh kesah panjang lebar mengenai masalahnya.
Georgia: Ally, what makes you think that your problem is more important than other people?" (kalau gak salah kutip ya)
Ally : Because It'S MY PROBLEM
Hehehehe
Jadi sebodo amat orang lain juga pastinya ingin buru-buru pulang, ada keperluan, letih, sakit...karena YANG PENTING SAYA! Saya capek, jenuh, ingin buru-buru pulang agar bisa beristirahat dan bercengkrama dengan keluarga di rumah.
ITU MASALAH GUE jadi gak ada waktu mikirin orang lain...
Begitulah kita sekarang... Sadar sesadarnya ketika kita melakukan semua pelanggaran itu :) Gue juga tidak terkecuali.
Jumat, 18 November 2011
Tanya jawab
"Maaf, apakah mikrolet ini lewat PT DAMRI?"
Begitu deh yang ditanyakan seorang pria yang baru aja masuk ke dalam mikrolet. Tidak ada jawaban yang gue dengar sehingga gue mengangkat wajah untuk melihat orang ini nanya ke siapa ya. Ternyata pandangan matanya mengarah ke semua penumpang satu persatu termasuk gue. Jadilah gue berbasa basi menanyakan tempat tujuannya... Soalnya kok kasian bener sih nih orang, udah baek-baek nanya tapi gak ada satupun yang menjawab... Tapi gue sendiri gak tau apakah mikrolet yang kita naikin ini lewat di tempat tujuannya apa enggak. Untungnya si supir mendengar pertanyaan tersebut dan mengiyakan bahwa orang itu telah berada di kendaraan yang benar.
Begitu deh yang ditanyakan seorang pria yang baru aja masuk ke dalam mikrolet. Tidak ada jawaban yang gue dengar sehingga gue mengangkat wajah untuk melihat orang ini nanya ke siapa ya. Ternyata pandangan matanya mengarah ke semua penumpang satu persatu termasuk gue. Jadilah gue berbasa basi menanyakan tempat tujuannya... Soalnya kok kasian bener sih nih orang, udah baek-baek nanya tapi gak ada satupun yang menjawab... Tapi gue sendiri gak tau apakah mikrolet yang kita naikin ini lewat di tempat tujuannya apa enggak. Untungnya si supir mendengar pertanyaan tersebut dan mengiyakan bahwa orang itu telah berada di kendaraan yang benar.
Jumat, 11 November 2011
Priority seat
Melihat gambar ini gue rada tersenyum. Gambar ini menginformasikan pada penumpang bahwa di area dekat gambar itu seharusnya diberikan pada wanita hamil, para manula, penyandang cacat atau orang yang membawa anak kecil.
Prakteknya mah, boro-boro deh. Apalagi kalau penumpang lagi banyak-banyaknya di jam padat penumpang. Begitu datang busway, whoosh...langsung lah berlarian semua ke dalam berusaha mencari tempat duduk.
Prakteknya mah, boro-boro deh. Apalagi kalau penumpang lagi banyak-banyaknya di jam padat penumpang. Begitu datang busway, whoosh...langsung lah berlarian semua ke dalam berusaha mencari tempat duduk.
Senin, 07 November 2011
Sabuk Pengaman
Jaman dulu ada gak yang mau menggunakan sabuk pengaman jika sedang mengendarai kendaraan?
Entah ya orang yang memang sudah sadar betapa pentingnya keselamatan diri sendiri itu... Tapi seingat gue, kayaknya dulu-dulu nih boro-boro deh ada yang mau mempergunakan seat belt ketika sedang menyetir. Di kendaraan umum lebih parah lagi karena biasanya sabuk pengaman itu sudah digusur dengan sukses.
Walaupun rasanya tidak bebas dengan menggunakan sabuk pengaman, apalagi buat yang bertubuh pendek seperti gue...sabuk pengaman itu bisa mencekik leher rasanya... tapi yah diusahakan di gunakanlah...
Entah ya orang yang memang sudah sadar betapa pentingnya keselamatan diri sendiri itu... Tapi seingat gue, kayaknya dulu-dulu nih boro-boro deh ada yang mau mempergunakan seat belt ketika sedang menyetir. Di kendaraan umum lebih parah lagi karena biasanya sabuk pengaman itu sudah digusur dengan sukses.
Walaupun rasanya tidak bebas dengan menggunakan sabuk pengaman, apalagi buat yang bertubuh pendek seperti gue...sabuk pengaman itu bisa mencekik leher rasanya... tapi yah diusahakan di gunakanlah...
Selasa, 01 November 2011
Egois
Beberapa hari yang lalu ketika gue tengah berada di dalam bus; gw melihat seorang cowok yang menggunakan tiga tempat duduk sekaligus untuk merebahkan dirinya dan tidur beralaskan tas ranselnya.
Mungkin penumpang pria itu baru aja datang dari luar kota dan badannya penat sehingga ia memutuskan untuk menggunakan tempat duduk yang kosong untuk tidur sejenak.
Mungkin penumpang pria itu baru aja datang dari luar kota dan badannya penat sehingga ia memutuskan untuk menggunakan tempat duduk yang kosong untuk tidur sejenak.
Label:
11111,
barang,
egois,
hidupku di buzz,
tempat duduk
Jumat, 28 Oktober 2011
Olahraga lagi
Gue pernah bilang nguber dan naik kendaraan umum itu bisa membantu kita berolahraga. Inget khan? Tapi, asli gue gak pernah mengira akan ada orang yang menggunakan jalur busway untuk jogging! Sayang gue tidak sempat memotret orang tersebut karena dia terbirit-birit lari ke badan pemisah jalan. Dibelakangnya ada busway yang tengah melaju sembari membunyikan klakson. Entah apa yang akan terjadi kalau orang itu jogging sembari menggunakan MP3 atau IPOD atau apalah!
Label:
busway,
hidupku di buzz,
jalur busway,
olahraga
Selasa, 25 Oktober 2011
Naik patas Ac no.16
Sejak ada busway banyak bus biasa yang menghilang dari peredaran. Dan karena sudah lama gue gak menggunakan bus biasa jadi sempet ragu ketika hendak menuju Pondok Indah Mall. Bus yang gue tau adalah Patas AC 16 yang jalan dari Pulo Gadung ke Lebak Bulus. Nah, gue bertanya-tanya dalam hati apakah bus ini masih ada atau enggak berhubung ada jalur busway yang melewati Pondok Indah Mall.
Patas AC 16 ini ngelewatin jalan utama yaitu Sudirman dan bisa berhenti di banyak mall terserah mau ke yang mana.
Patas AC 16 ini ngelewatin jalan utama yaitu Sudirman dan bisa berhenti di banyak mall terserah mau ke yang mana.
Label:
hidupku di buzz,
lebak bulus,
patas 16,
pim,
pulo gadung
Jumat, 21 Oktober 2011
Masalah di jalan
Ternyata menggunakan kendaraan umum di Jakarta itu problemanya banyak bener ya... Coba gue urutin satu-satu sejauh yang gue inget
Penodongan di dalam bus, mikrolet, kopaja, taxi
Pencopetan di dalam bus, mikrolet dan kendaraan umum lainnya yang ditumpangi oleh banyak orang
Pemerkosaan atau pelecehan di dalam kendaraan umum
Yang gue sebut di atas itu adalah tindakan kejahatan. Belum termasuk yang berikut ini:
Penodongan di dalam bus, mikrolet, kopaja, taxi
Pencopetan di dalam bus, mikrolet dan kendaraan umum lainnya yang ditumpangi oleh banyak orang
Pemerkosaan atau pelecehan di dalam kendaraan umum
Yang gue sebut di atas itu adalah tindakan kejahatan. Belum termasuk yang berikut ini:
Rabu, 19 Oktober 2011
Tips bagian 1
Sebenarnya udah banyak banget kejadian kejahatan di kendaraan umum. Entah itu di dalam bus, kereta, mikrolet, busway, taksi hingga mobil omprengan sekalipun.
Kalau gue ditanya bagaimana caranya supaya gak jadi korban kejahatan, wah jujur aja gue gak bisa memberikan tip khusus. Gue sendiri aja udah pernah kecopetan di dalam bus, ketemu supir brengsek di dalam mikrolet dan supir reseh di taksi.
Yang gue bisa bantu ya mengingatkan bagaimana kita menghindari hal-hal tersebut karena cara-cara ini udah sering kita dengar.
Kalau gue ditanya bagaimana caranya supaya gak jadi korban kejahatan, wah jujur aja gue gak bisa memberikan tip khusus. Gue sendiri aja udah pernah kecopetan di dalam bus, ketemu supir brengsek di dalam mikrolet dan supir reseh di taksi.
Yang gue bisa bantu ya mengingatkan bagaimana kita menghindari hal-hal tersebut karena cara-cara ini udah sering kita dengar.
Jumat, 14 Oktober 2011
Disiplin?
Setelah berabad-abad gue menggunakan bus, gue sadar (telat yeee) kenapa orang jadi gak disiplin...Jika saya disiplin dengan mengantri tapi ada orang lain yang menyeruak antrian, maka apa gunanya saya disiplin? Bayangkan jika saya tetap berada di jalur yang seharusnya dan membiarkan begitu banyak orang yang menyerobot bagaimana gue bisa mendapat apa yang gue butuhkan? Kalau orang lain terus menyabot jalan yang gue lalui, lantas apa gunanya gue tetap lurus-lurus aja? Jadi sebelum orang lain melakukan hal tersebut pada gue lebih baik gue duluan yang melakukannya agar gue bisa bertahan...
Selasa, 11 Oktober 2011
Jalan panjang
Ternyata olahraga dalam menggunakan kendaraan umum ini bertambah satu yaitu jalan sehat melalui jalur transit yang buset panjangnya luar biasa.
Kemarin gue transit dari halte Semanggi untuk menuju halte yabg menghubungkan langsung ke dalam Central Park.
Selama ini gue kira halte transit di jalan Matraman dan Dukuh Atas itu sudah yang paling panjang. Ternyata halte transit Semanggi ini beneran paling panjang dueh. Kalau berjalan di cuaca cerah atau adem atau angin sepoi-sepoi, tentu saja enak. Tapi kalau berjalan di malam hari dan hujan pula, gak yakin gue bakal berani.
Kemarin gue transit dari halte Semanggi untuk menuju halte yabg menghubungkan langsung ke dalam Central Park.
Selama ini gue kira halte transit di jalan Matraman dan Dukuh Atas itu sudah yang paling panjang. Ternyata halte transit Semanggi ini beneran paling panjang dueh. Kalau berjalan di cuaca cerah atau adem atau angin sepoi-sepoi, tentu saja enak. Tapi kalau berjalan di malam hari dan hujan pula, gak yakin gue bakal berani.
Label:
halte transit,
hidupku di buzz,
jalan panjang,
olahraga,
transit
Jumat, 07 Oktober 2011
Tour de busway
Sabtu lalu seorang teman datang dari Medan dan gue ajak lah dia jalan-jalan dengan kendaraan umum di Jakarta :)
Well, sebenarnya sih buat dia naik busway itu bukan sesuatu yang baru. Ceritanya dia sudah pernah naik dari halte Setia Budi Sudirman sampai ke halte terakhir di Kota. Jadi setelah gue tanya berkali-kali apa dia yakin bisa mencapai halte Kota tanpa perlu bareng gue, maka janjianlah kita ketemu langsung di halte KOTA. Sang teman ini berangkat berdua dan mereka beruntung karena masih pagi, jadi busway ini masih sepi.
Well, sebenarnya sih buat dia naik busway itu bukan sesuatu yang baru. Ceritanya dia sudah pernah naik dari halte Setia Budi Sudirman sampai ke halte terakhir di Kota. Jadi setelah gue tanya berkali-kali apa dia yakin bisa mencapai halte Kota tanpa perlu bareng gue, maka janjianlah kita ketemu langsung di halte KOTA. Sang teman ini berangkat berdua dan mereka beruntung karena masih pagi, jadi busway ini masih sepi.
Selasa, 04 Oktober 2011
Hidupnya di bus aja
Setelah banyak berita yang gue baca soal udah ancurnya busway dan haltenya gue jadi iseng memperhatikan ketika hari Sabtu lalu menggunakan busway.
Selama ini yang sudah gue rasakan adalah AC-nya yang kurang berasa dikala banyak penumpang. Dan biarpun penumpangnya sedikit, tapi kalau matahari sedang bersinar garang...beuh jangan harap deh berasa adem. Sama sekali gak kerasa tuh. Jadi bayangkan kalau kombinasi dari dua hal tersebut terjadi bersamaan.
Selama ini yang sudah gue rasakan adalah AC-nya yang kurang berasa dikala banyak penumpang. Dan biarpun penumpangnya sedikit, tapi kalau matahari sedang bersinar garang...beuh jangan harap deh berasa adem. Sama sekali gak kerasa tuh. Jadi bayangkan kalau kombinasi dari dua hal tersebut terjadi bersamaan.
Label:
bus biasa,
busway,
hidupku di buzz,
rusak,
tidak terawat
Selasa, 20 September 2011
Menunggu dan menunggu
Bete gak sih kalau harus menunggu lamaaaaaa banget untuk sesuatu? Tambahan lagi, kita gak tau berapa lama dueh yang ditunggu ini bakalan datang. Atau bisa jadi mungkin gak akan pernah nongol. Terima kasih sama kemacetan lalu lintas yang sekarang rutin datang mengunjungi lalu lintas di Jakarta.
Beberapa halte Trans Jakarta sekarang memasang monitor untuk memberikan informasi kepada penumpang berapa lama lagi busway berikutnya akan datang. Gue udah liat sih layar-layar pemberitahuan tersebut. Dan yah, pemberitahuannya memang lumayan akurat. Tentu saja, mohon dicatat bahwa gue berada disana ketika situasi di jalan tidak sedang macet. Jadi gue kurang tau juga deh apakah akan setepat itu juga informasinya ketika jalanan sedang macet.
Beberapa halte Trans Jakarta sekarang memasang monitor untuk memberikan informasi kepada penumpang berapa lama lagi busway berikutnya akan datang. Gue udah liat sih layar-layar pemberitahuan tersebut. Dan yah, pemberitahuannya memang lumayan akurat. Tentu saja, mohon dicatat bahwa gue berada disana ketika situasi di jalan tidak sedang macet. Jadi gue kurang tau juga deh apakah akan setepat itu juga informasinya ketika jalanan sedang macet.
Label:
asal naik,
hidupku di buzz,
kendaraan umum,
nunggu
Jumat, 16 September 2011
Bahaya di mikrolet
Dalam dua bulan ini ada berita mengenai pemerkosaan di dalam mikrolet. Salah satu malah berujung pada pembunuhan terhadap korbannya.
Naik kendaraan umum di Jakarta memang begitulah adanya. Kita yang harus menjaga diri sendiri dan tidak bisa mengandalkan orang lain untuk membantu. Buat yang belum pernah naik mikrolet, ini kurang lebih gambarannya.
Naik kendaraan umum di Jakarta memang begitulah adanya. Kita yang harus menjaga diri sendiri dan tidak bisa mengandalkan orang lain untuk membantu. Buat yang belum pernah naik mikrolet, ini kurang lebih gambarannya.
Rabu, 14 September 2011
Taksi di Jakarta
Ada sekian banyak taksi tersedia di Jakarta. Mulai dari yang bertarif mahal banget, mahal dan rada ekonomis. Yang tarif mahal banget tentu saja menyajikan kenyamanan bagi si penumpang. Biar bagaimana, duit memang enggak bohong dueh. Jika gak sanggup amat membayar yang mahal banget, maka ada beberapa kriteria yang jadi dasar orang memilih mau naik taksi apa.
Biasanya kita (terutama penumpang cewek) sudah punya daftar, taksi mana saja yang mahal dan sudah punya reputasi tersendiri. Serta taksi yang mempunyai tarif lebih murah namun tidak kurang dalam memberikan service. Taksi yang bisa terpercaya ini yang (diharapkan) bisa diandalkan untuk mencapai tujuan di malam hari.
Biasanya kita (terutama penumpang cewek) sudah punya daftar, taksi mana saja yang mahal dan sudah punya reputasi tersendiri. Serta taksi yang mempunyai tarif lebih murah namun tidak kurang dalam memberikan service. Taksi yang bisa terpercaya ini yang (diharapkan) bisa diandalkan untuk mencapai tujuan di malam hari.
Senin, 12 September 2011
Dan macet lagi!
Yak! Hari ini jalanan akan kembali macet, cet, cet oleh semua jenis kendaraan...
Yang di busway, harap memperhatikan tujuannya dengan benar karena tidak semua busway memberikan pengumuman sudah sampai di halte mana. Terkadang petugas busway mungkin lupa menginformasikan pada penumpang ketika busway sudah sampai. Jadi mesti memperhatikan dengan betul-betul. Atau paling enggak proaktif rajin bertanya pada petugas yang ada.
Kalau bisa pulang lebih cepet ya lebih bagus. Kalau enggak ya silahkan manyun aja di jalan bersama dengan ribuan orang lainnya yang juga buru-buru pulang...
Selamat menikmati hari (full) pertama setelah seminggu lebih Lebaran berlalu
Yang di busway, harap memperhatikan tujuannya dengan benar karena tidak semua busway memberikan pengumuman sudah sampai di halte mana. Terkadang petugas busway mungkin lupa menginformasikan pada penumpang ketika busway sudah sampai. Jadi mesti memperhatikan dengan betul-betul. Atau paling enggak proaktif rajin bertanya pada petugas yang ada.
Kalau bisa pulang lebih cepet ya lebih bagus. Kalau enggak ya silahkan manyun aja di jalan bersama dengan ribuan orang lainnya yang juga buru-buru pulang...
Selamat menikmati hari (full) pertama setelah seminggu lebih Lebaran berlalu
Selasa, 06 September 2011
Ke Jakarta ku kan kembali...
Ingin bernostalgia mengenang Jakarta ketika masih belum sepadat sekarang? Jreng... Itulah yang gue rasakan ketika lliburan Lebaran beberapa waktu lalu!
Ketika suasana libur mulai menyapa Jakarta pada tanggal 29 Agustus kemarin (walau tanggal liburan resmi adalah 30 Agustus 2011 dan Lebaran ditetapkan pemerintah pada tanggl 31 Agustus 2011), jalanan di Jakarta sudah sepi banget. Jalanan hanya dilalui 1 - 2 kendaraan sehingga udara segar masih bisa terasa. Mungkin bisa deh sesekali berjalan melintas jalan raya tanpa perlu takut dilindas sama kendaraan lewat.
Label:
hidupku di buzz,
jalan sepi,
lebaran,
liburan,
mudik
Selasa, 30 Agustus 2011
Mengucapkan...
Jumat, 26 Agustus 2011
Mudik yuk!
Sekarang perlahan namun pasti arus mudik sudah mulai memadati jalan menuju luar Jakarta. Orang mungkin heran kenapa dari tahun ke tahun kok ya begitu-begitu aja pas mudik. Yaitu pasti macet, cet, cet...
Gimana gak macet? Dengar-dengar ada 6 juta orang yang meninggalkan Jakarta menuju kampung halamannya masing-masing. Kalau mereka serentak pulang di beberapa hari yang sama, udah bisa kebayang penuhnya jalanan seperti apa. Pantas aja sering dikatakan harus tahu mengenai hari-hari raya di suatu daerah atau pun negara lain. Misalnya kalau kita ke Bali pas hari raya Nyepi ya bakal kayak orang bego aja deh karena semuanya tutup. Atau berlibur antar propinsi di Indonesia menjelang hari Raya Idul Fitri maka dijamin bakal bengong di jalan karena terkena macet yang parah.
Selasa, 23 Agustus 2011
Cerita lain
Kali ini gue mau sharing aja sedikit cerita dari seorang kenalan mengenai angkutan umum yang gak murah-murah banget yaitu pesawat terbang (eh, bisa khan ya gue bilang angkutan umum walau belum tentu semua orang bisa menggunakan angkutan umum ini?)
Kenalan gue yang sempat magang di maskapai penerbangan bercerita suka dukanya dalam menghadapi penumpang pesawat.
Selasa, 16 Agustus 2011
Mengingatkan
Seperti yang sudah gue katakan berulang kali, kendaraan umum adalah tempat dimana segala jenis manusia bertumpuk di dalamnya. Ada yang memang menggunakan bus untuk mencapai suatu tempat. Ada yang menggunakannya untuk tujuan mencari uang.
Nah, yang bertujuan mencari uang ini yang rada-rada berabe karena tidak semuanya berusaha dengan cara yang halal. Ada yang berjualan di atas kendaraan umum. Namun tidak sedikit pula yang meminta-minta (dengan memaksa) ataupun mencopet atau cara lain.
Rabu, 10 Agustus 2011
Sampai kapan kiranya?
(gambar diambil dari : http://www.matanews.com/wp-content/uploads/kopaja.jpg)
Dulu banget, untuk pertama kalinya di Jakarta ada bus pake AC. Ongkosnya sih lumayan nabok lah tapi sepadan dengan kenyamanan yang tersedia. Gak ada kenek yang mondar mandir nagih ongkos. Tapi hanya ada boks untuk memasukkan ongkos yang tentunya harus uang pas. Awalnya sih, supir tidak menyediakan kembalian untuk penumpang yang cuma punya uang besar. Tapi lama-lama disediakan juga karena gak mungkin toh penumpang ini ditolak naik bus hanya karena gak ada uang kembalian?
Jumat, 05 Agustus 2011
Tau kapan...
Setelah nongkrong lama di halte busway di hari Jumat tgl 29 July 2011, eh hari Sabtu tgl 30 July 2011 gue ada kejadian lagi. Bukan di dalam busway sih tapi dengan taksi.
Hari Sabtu itu mall padat banget sama pengunjung jadi gue and temen-temen rada susah nyari taksi kosong. Kita baru aja kelar makan malam dan bengong juga ngeliat diluar padat banget sama kendaraan. Terpaksa rada jalan dulu keluar dari mall buat mencegat taksi. Lalu kita sepakat, satu taksi nanti dipake aja bareng buat nganter ke tujuan masing-masing biar gak ribet. Daripada seorang perlu nyari 1 taksi masing-masing. Jadi, begitu kita liat ada yang kosong ya langsung di cegat deh. Udah gak liat-liat lagi taksinya namanya apa. Pokoknya syukur udah dapat deh. Lagian kita bertiga jadi memperkecil kemungkinan dirampok di dalam taksi. Pikirnya sih begitu.
Selasa, 02 Agustus 2011
Serba salah
Hari Jumat lalu tanggal 29 July 2011, gue beranjak pulang dari area Senayan City dan Plaza Senayan sekitar pukul 8 malam; lewat-lewat dikit deh. Tadinya sih pikir karena udah kemaleman gue mau nyari taksi aja. Tapi pikiran gue berubah begitu melihat jalan raya yang padat. Ini sih alamat naik bus biasa atau busway. Lagi.
Jadilah gue naik busway, lagi. Begitu sudah beli tiket, wah...kok antriannya panjang bener nih?
Label:
antri panjang,
dilema,
hidupku di buzz,
rame
Senin, 25 Juli 2011
Makan dan minum
Kenapa kita dilarang makan sama minum di dalam kendaraan umum?
1. Mau makan apapun pasti akan ada sesuatu yang jatuh...
Makan roti, maka pasti ada remah-remahnya... Makan krupuk, wah...apalagi itu! Makan mie? Kuahnya pasti menyiprat kesana kemari... Lah, makannya didalam kereta yang bergoyang gitu loh...
Kereta atau bus dalam keadaan bergoyang, kita entah sedang duduk atau berdiri tapi yang pasti posisi kita tidak sedang untuk makan...
Label:
dua cerita,
hidupku di buzz,
kotor,
makan,
minum
Jumat, 15 Juli 2011
Zebra Cross
Sebenarnya zebra cross ini sih jelas bukan alat angkut transportasi massal. Tapi mengingat letaknya di jalanan umum jadi kita anggap saja ini sebagai alat transportasi yang tidak bergerak. Aneh ya? Yah, sebodo deh... Ini kan tulisan gue:)
Selasa, 12 Juli 2011
Olahraga
Dengan kesibukan kerja yang padat, pastinya kita semua kuatir kita gak punya cukup waktu untuk berolahraga... Jangan Kuatir...!
Naik bus kan tiap hari untuk ke kantor dan pulang ke rumah? Ini nih bukti-bukti bahwa kita telah berolahraga selagi menggunakan bus :
Naik bus kan tiap hari untuk ke kantor dan pulang ke rumah? Ini nih bukti-bukti bahwa kita telah berolahraga selagi menggunakan bus :
Kamis, 07 Juli 2011
Cerita Iseng
Berapa banyak sih sebenarnya penumpang bisa muat di dalam taxi atau bajaj?
Kayaknya ada deh peraturan bahwa gak boleh lebih dari 4 orang di dalam taksi. Karena gue inget ada supir taksi yang pernah bilang dia bisa didenda sama polisi kalau mengangkut lebih dari 5 orang. Sementara buat Bajaj, ya mestinya sih ada ya batas maksimum berapa banyak penumpang yang bisa diangkut.
Selasa, 05 Juli 2011
Jumat, 01 Juli 2011
Ternyataa...
Beberapa hari yang lalu ketika berada di dalam busway (pas hari libur 29 Juni 2011) , bus berada dalam keadaan penuh sesak.
Selasa, 28 Juni 2011
Mulai rusak
Beberapa hari yang lalu ketika sedang ngobrol dengan teman yang jarang banget menggunakan busway gue sempet kaget .
Gambar diambil dari : http://www.mediaindonesia.com/foto/8735/Mural-Sindiran
Jumat, 24 Juni 2011
Anak belajar dari orangtua
Emang gak adil kalau langsung menyalahkan orangtua atas kelakuan brengsek anak-anaknya. Tapi yang gue liat nih ketika Rabu 22 Juni 2011 kemarin di kereta membuat gue jadi gak heran atas tuduhan itu.
Sepulangnya gue dari ketemuan sama temen di Bogor, gue pulang dengan naik kereta AC Ekonomi yang harganya hanya IDR 5,500.00
Kenapa gue milih AC Ekonomi? Karena gue sampai di Stasiun Bogor sekitar pukul 15.42 dan kereta Pakuan Express baru ada di jam 16.20 nanti. Itu juga kalau ontime loh...
Daripada nunggu gak keruan, gue pun memilih yang ada aja dan langsung naik ke kereta Ekonomi jurusan Jakarta Kota itu.
Di gerbong khusus wanita ternyata udah penuh... Mungkin karena gak tega melihat gue berdiri, dua cewek yang duduk di pinggir dekat pintu memutuskan untuk saling merapat. Mereka lalu menawarkan tempat duduk sama gue. Begitu duduk, ampun...sempit banget. Sebelah gue nih gak mau geser sama sekali. Yah, biarin deh daripada gak duduk.
Sambil baca koran menunggu kereta berjalan gue mendengar suara di sebelah gue yang ternyata anak-anak bertanya pada (mungkin) saudaranya,"Kenapa sih kereta harus dipisahin gerbongnya untuk cewek aja?"
*Dueng...pertanyaan yang diajukan oleh orang yang pasti gak pernah ketemu pengganggu di dunia nyata*
Lalu ke ibunya: "Maaaa, kenapa sih kita gak naik kereta Express aja?"
Dan ketika kereta sudah berjalan, anak di sebelah gue ini bergerak-gerak seolah berharap gue jatuh kali dari kursi.
Untung deh, di stasiun berikutnya ada seorang ibu yang turun beserta anaknya. Gue langsung berdiri dan pindah ke tempat duduk yang ada di hadapan gue itu. Dan barulah gue melihat gambaran yang ada di tempat duduk gue sebelumnya.
Amplop deh... Mbok ya ini ibu geser dikit doooong.... Coba aja liat di gambar yang paling kiri itu... Duduknya aja udah miring sana sini dan menyita tempat.... Adalah dua cewek yang paling pojok kanan itu yang berbaik hati memberi gue tempat duduk...
Nyokap gue bilang, gue salah kenapa gak negor? Iya juga sih... Tapi gue pikir emang tempat duduknya udah sempit... Ternyata setelah gue duduk menghadap ke arah mereka baru keliatan kalau sebenarnya masih ada ruangan jika mereka mau aja geser sedikit... Kelakuan mamanya yang model gitu rupanya yang dicontoh sama anak-anaknya....
Seorang penumpang wanita yang duduk disebelah gue berkomentar dia kasihan tadi melihat gue duduk di tempat yang sempit tadi. Gue berkomentar pendek bahwa mungkin ibu itu dan dua anaknya gak pernah naik kendaraan umum...
Jadi, jangan heran ya kalau ditegor orang lain di dalam kendaraan umum jika anda duduk seenaknya seolah kendaraan itu milik pribadi...
Sepulangnya gue dari ketemuan sama temen di Bogor, gue pulang dengan naik kereta AC Ekonomi yang harganya hanya IDR 5,500.00
Kenapa gue milih AC Ekonomi? Karena gue sampai di Stasiun Bogor sekitar pukul 15.42 dan kereta Pakuan Express baru ada di jam 16.20 nanti. Itu juga kalau ontime loh...
Daripada nunggu gak keruan, gue pun memilih yang ada aja dan langsung naik ke kereta Ekonomi jurusan Jakarta Kota itu.
Di gerbong khusus wanita ternyata udah penuh... Mungkin karena gak tega melihat gue berdiri, dua cewek yang duduk di pinggir dekat pintu memutuskan untuk saling merapat. Mereka lalu menawarkan tempat duduk sama gue. Begitu duduk, ampun...sempit banget. Sebelah gue nih gak mau geser sama sekali. Yah, biarin deh daripada gak duduk.
Sambil baca koran menunggu kereta berjalan gue mendengar suara di sebelah gue yang ternyata anak-anak bertanya pada (mungkin) saudaranya,"Kenapa sih kereta harus dipisahin gerbongnya untuk cewek aja?"
*Dueng...pertanyaan yang diajukan oleh orang yang pasti gak pernah ketemu pengganggu di dunia nyata*
Lalu ke ibunya: "Maaaa, kenapa sih kita gak naik kereta Express aja?"
Dan ketika kereta sudah berjalan, anak di sebelah gue ini bergerak-gerak seolah berharap gue jatuh kali dari kursi.
Untung deh, di stasiun berikutnya ada seorang ibu yang turun beserta anaknya. Gue langsung berdiri dan pindah ke tempat duduk yang ada di hadapan gue itu. Dan barulah gue melihat gambaran yang ada di tempat duduk gue sebelumnya.
Amplop deh... Mbok ya ini ibu geser dikit doooong.... Coba aja liat di gambar yang paling kiri itu... Duduknya aja udah miring sana sini dan menyita tempat.... Adalah dua cewek yang paling pojok kanan itu yang berbaik hati memberi gue tempat duduk...
Nyokap gue bilang, gue salah kenapa gak negor? Iya juga sih... Tapi gue pikir emang tempat duduknya udah sempit... Ternyata setelah gue duduk menghadap ke arah mereka baru keliatan kalau sebenarnya masih ada ruangan jika mereka mau aja geser sedikit... Kelakuan mamanya yang model gitu rupanya yang dicontoh sama anak-anaknya....
Seorang penumpang wanita yang duduk disebelah gue berkomentar dia kasihan tadi melihat gue duduk di tempat yang sempit tadi. Gue berkomentar pendek bahwa mungkin ibu itu dan dua anaknya gak pernah naik kendaraan umum...
Jadi, jangan heran ya kalau ditegor orang lain di dalam kendaraan umum jika anda duduk seenaknya seolah kendaraan itu milik pribadi...
Kamis, 23 Juni 2011
Kereta Api
Berhubung gue jarang banget naik kereta api untuk jurusan dalam kota, gue akhirnya memutuskan untuk iseng mencoba...
Bisa dihitung dengan jari sih petualangan gue untuk mencoba transportasi dalam kota dengan kereta api. Dan semua tujuannya ke arah Stasiun Kota ... Hehehehe... Tapi kemarin gue memutuskan untuk pergi dulu ke Stasiun Kota dan membeli tiket dari sana untuk pergi ke Bogor. Ke stasiun Kota gue pun membeli tiket AC Ekonomi seharga IDR 4,500.00 dan supaya sip gue berdiri di dalam gerbong khusus wanita... Seru aja ngeliat isinya perempuan semuanya dan sibuk ngegossip satu sama lain.
Bisa dihitung dengan jari sih petualangan gue untuk mencoba transportasi dalam kota dengan kereta api. Dan semua tujuannya ke arah Stasiun Kota ... Hehehehe... Tapi kemarin gue memutuskan untuk pergi dulu ke Stasiun Kota dan membeli tiket dari sana untuk pergi ke Bogor. Ke stasiun Kota gue pun membeli tiket AC Ekonomi seharga IDR 4,500.00 dan supaya sip gue berdiri di dalam gerbong khusus wanita... Seru aja ngeliat isinya perempuan semuanya dan sibuk ngegossip satu sama lain.
Selasa, 21 Juni 2011
Bus dan tawuran
Seumur-umur gue tinggal di Jakarta, sudah beberapa kali gue berada dalam bus yang harus melewati daerah kerusuhan
Jumat, 17 Juni 2011
Harga tiket
Beberapa hari yang lalu gue baca disini kalau tiket kereta api mau naik...
WIh, naiknya tinggi juga yeee... Alasannya nanti gak ada kereta ekspress blah, blah, blah... Terus juga bakal datang lebih cepet, interval waktu antara kereta yang satu dengan lainnya bakal cepet
WIh, naiknya tinggi juga yeee... Alasannya nanti gak ada kereta ekspress blah, blah, blah... Terus juga bakal datang lebih cepet, interval waktu antara kereta yang satu dengan lainnya bakal cepet
Rabu, 15 Juni 2011
Fasilitas tambahan...
Kemarin gue membaca di milis yang berkisar soal Trans Jakarta. Seorang
anggota milis mengeluhkan bahwa ada penumpang yang dengan cueknya menyuruhanaknya untuk pipis di dalam bus. Dan ketika kepergok oleh si anggotamilis ini tentu saja ia menegur ibu tersebut. Si Bapak menegur istrinyadengan kalimat yang kurang lebih,"Mestinya jangan sampai ketahuan..."
anggota milis mengeluhkan bahwa ada penumpang yang dengan cueknya menyuruhanaknya untuk pipis di dalam bus. Dan ketika kepergok oleh si anggotamilis ini tentu saja ia menegur ibu tersebut. Si Bapak menegur istrinyadengan kalimat yang kurang lebih,"Mestinya jangan sampai ketahuan..."
Kamis, 09 Juni 2011
Impor bus BEKAS
Hanya di Jakarta Indonesia kita bisa nemu bus bekas dari beberapa negara
Rabu, 08 Juni 2011
PENUHHHH
Pernah kepikiran gak kenapa orang-orang yang baru masuk kedalam kendaraan umum itu males banget disuruh masuk ke bagian dalam kendaraan?
Minggu, 29 Mei 2011
Bertanyalah sebelum terlelap
Memang sih kalau ngantukkkk tuuuuh.... gak ada yang bisa tahan deh....
Tapi buat gue, kalau masih blebeb sama jalanan dan dalam hati masih mikir...ini bener gak bakal sampai di tempat tujuan... Maka badan gue otomatis boro-boro bakal merasa ngantuk... Yang ada tuh...semua organ tubuh merasa deg-degan.... Takut nyasar dan kayaknya belum tenang sebelum beneran sampai ke tempat tujuan...
Jadi setelah lama gak keluar rumah, gue naik busway menuju halte Dukuh Atas... Di sebelah gue duduklah seorang pria yang terlelap dengan suksesnya... Gak ada yang aneh sih sebenarnya terkecuali ketika kita sudah sampai di halte Dukuh Atas yang juga merupakan halte untuk transit...pria tersebut terbangun dan menanyakan... dimanakah halte Matraman...
Untuk informasi, halte Matraman itu juga merupakan halte transit yang letaknya....JAUH BENER dari halte Dukuh Atas... Gue gak ngerti apakah orang ini sebelumnya ingat buat bertanya dulu pada petugas sebelum terbang ke alam mimpi...
Jadi kurang lebih kejadiannya gini...
Pria : Bu (dia bertanya pada orang di sebelahnya), kalau mau ke halte matraman turun dimana ya?
Ibu: Pak, mestinya jangan nanya sekarang.... Ini sih udah di Halte Dukuh Atas... Udah jauh...
Dan wajah si bapak itu BLANK... antara masih belum sadar sepenuhnya...dan dalam penyangkalan... Gak mungkin bus sudah jauh dari tujuannya....
Jadi teman-teman...., sebelum pulas bobo... pastikan dulu ya mau turun dimana sebelum kebawa sampai ke ujung dunia dan mesti balik lagi ke tempat semula....
Tapi buat gue, kalau masih blebeb sama jalanan dan dalam hati masih mikir...ini bener gak bakal sampai di tempat tujuan... Maka badan gue otomatis boro-boro bakal merasa ngantuk... Yang ada tuh...semua organ tubuh merasa deg-degan.... Takut nyasar dan kayaknya belum tenang sebelum beneran sampai ke tempat tujuan...
Jadi setelah lama gak keluar rumah, gue naik busway menuju halte Dukuh Atas... Di sebelah gue duduklah seorang pria yang terlelap dengan suksesnya... Gak ada yang aneh sih sebenarnya terkecuali ketika kita sudah sampai di halte Dukuh Atas yang juga merupakan halte untuk transit...pria tersebut terbangun dan menanyakan... dimanakah halte Matraman...
Untuk informasi, halte Matraman itu juga merupakan halte transit yang letaknya....JAUH BENER dari halte Dukuh Atas... Gue gak ngerti apakah orang ini sebelumnya ingat buat bertanya dulu pada petugas sebelum terbang ke alam mimpi...
Jadi kurang lebih kejadiannya gini...
Pria : Bu (dia bertanya pada orang di sebelahnya), kalau mau ke halte matraman turun dimana ya?
Ibu: Pak, mestinya jangan nanya sekarang.... Ini sih udah di Halte Dukuh Atas... Udah jauh...
Dan wajah si bapak itu BLANK... antara masih belum sadar sepenuhnya...dan dalam penyangkalan... Gak mungkin bus sudah jauh dari tujuannya....
Jadi teman-teman...., sebelum pulas bobo... pastikan dulu ya mau turun dimana sebelum kebawa sampai ke ujung dunia dan mesti balik lagi ke tempat semula....
Sabtu, 16 April 2011
LIBUUUR
Hai semua....
Sorry gak bakalan update hingga tanggal 3 MAY 2011 ya... Puasa nulis dulu karena lagi ribet nih...
Sampai ketemu lagi setelah tanggal 3 May 2011 dan terima kasih loh udah mampir-mampir dan ngecek postingan disini :)
Sampai jumpaaaa...(dan semoga tidak di bus)...
Sorry gak bakalan update hingga tanggal 3 MAY 2011 ya... Puasa nulis dulu karena lagi ribet nih...
Sampai ketemu lagi setelah tanggal 3 May 2011 dan terima kasih loh udah mampir-mampir dan ngecek postingan disini :)
Sampai jumpaaaa...(dan semoga tidak di bus)...
Senin, 11 April 2011
Satu jawaban buat semua deh...
Supir bus dan para asistennya (maksud gue para kenek) selalu punya satu jawaban mantap dan mematikan untuk menanggapi keluhan, kritikan hingga omelan dari para penumpangnya.
Label:
asisten supir,
hidupku di buzz,
jawaban,
kenek,
supir
Jumat, 08 April 2011
Patuh pada peraturan...?
Beberapa hari yang lalu gue keluar dengan bus umum buanget alias yang hanya perlu bayar 2000 Rupiah. Seperti biasa karena penumpang tidak banyak mulailah bus ini antara ngebut yang cukup bikin jantung deg-deg-an dan terkadang dia memperlambat kendaraannya sedemikian rupa yang bisa membuat kita penumpangnya naik pitam.
Label:
hidupku di buzz,
peraturan lalu lintas,
rambu,
sekolah
Senin, 04 April 2011
Aneh banget deh...
Namanya aja naik kendaraan umum yang mempertemukan kita dengan banyak orang dengan berbagai kelakuan.
Jadi ya jangan heran kalau sesekali dalam perjalanan hidup kita yang menggunakan kendaraan umum itu kita bakal ketemu sama orang yang rada error. Dan parahnya lagi, orang ini secara sepintas gak terlihat error.
Jadi ya jangan heran kalau sesekali dalam perjalanan hidup kita yang menggunakan kendaraan umum itu kita bakal ketemu sama orang yang rada error. Dan parahnya lagi, orang ini secara sepintas gak terlihat error.
Jumat, 01 April 2011
Gemuk, lagi episode tempat duduk
Gue membuat postingan ini bukan karena gue tidak suka atau membenci orang gemuk. Lah wong gue sendiri juga gemuk kok. Dan pernah pada masanya gue mencapai berat badan yang bisa membuat dokter gizi geleng - geleng kepala karena kasihan...
Label:
bus,
gemuk,
hidupku di buzz,
mikrolet,
ojek,
tempat duduk
Senin, 28 Maret 2011
Pergi kamu ke neraka!
Gue tau ya resiko naik kendaraan umum seperti mikrolet itu resikonya ketemu supir yang mulutnya gak pernah disekolahin... tapi pas kejadian tetap aja gue gondok segondoknya...
jadi ceritanya gini nih..., hari itu gue pulang naik mikrolet dan duduk di sebelah supir di depan. Tempat duduk mikrolet itu diatur sedemikian rupa supaya bisa menampung dua penumpang di bagian depan.
Gue tuh tipe yang kalau diajak ngobrol sama supir ya gue tanggepin lah... ABis gak enak juga kalau di diemin.
jadi ceritanya gini nih..., hari itu gue pulang naik mikrolet dan duduk di sebelah supir di depan. Tempat duduk mikrolet itu diatur sedemikian rupa supaya bisa menampung dua penumpang di bagian depan.
Gue tuh tipe yang kalau diajak ngobrol sama supir ya gue tanggepin lah... ABis gak enak juga kalau di diemin.
Label:
bus,
hidupku di buzz,
mikrolet,
ojek,
supir reseh
Jumat, 25 Maret 2011
Episode tempat duduk
Seorang teman gue : Winda bercerita pada gue soal mengincer tempat duduk di bus dan sebagai sesama (mantan) pengguna bus gue juga mengalami yang dia alami. Jadi terima kasih sama Winda, gue menulis postingan ini.
'
'
Selasa, 22 Maret 2011
Tempat duduk : the opening
Kursi atau bangku atau tempat untuk duduk adalah kebutuhan primer di dalam kendaraan umum. Seperti orang membutuhkan air banget kalau terdampar di padang pasir. Kebutuhan primer yang mendesak ini bisa mengeluarkan kepribadian asli seseorang baik dari segi baik maupun buruk (bener - bener buruk)
Jumat, 18 Maret 2011
Kebersihan
Waktu gue pertama kali naik busway ada sesuatu yang berkesan buat gue (walau desak - desakan kayak ikan pindang di dalam). BERSIH.
Selasa, 15 Maret 2011
Pelajaran bab 2
Lanjutan dari topik sebelumnya :D
5. Rendah hati
Gue suka salut loh sama orang - orang yang cuek aja memakai perhiasan segede - gede rumah (okeh, lebay memang...) di dalam kendaraan umum seperti bis, metromini, mikrolet. Dengan begitu banyak berita tentang penodongan, pencopetan hingga kejahatan dengan hipnotis pun sepertinya gak membuat orang - orang ini khawatir.
Buat gue sih yang udah pernah kecopetan, kayaknya kita perlu belajar untuk rendah hati. Memangnya kenapa kalau kita punya banyak perhiasan emas atau gadget baru? Lah kalau duit kita segitu banyaknya ya ngapain juga naik kendaraan umum yang penuh dengan bahaya?
5. Rendah hati
Gue suka salut loh sama orang - orang yang cuek aja memakai perhiasan segede - gede rumah (okeh, lebay memang...) di dalam kendaraan umum seperti bis, metromini, mikrolet. Dengan begitu banyak berita tentang penodongan, pencopetan hingga kejahatan dengan hipnotis pun sepertinya gak membuat orang - orang ini khawatir.
Buat gue sih yang udah pernah kecopetan, kayaknya kita perlu belajar untuk rendah hati. Memangnya kenapa kalau kita punya banyak perhiasan emas atau gadget baru? Lah kalau duit kita segitu banyaknya ya ngapain juga naik kendaraan umum yang penuh dengan bahaya?
Jumat, 11 Maret 2011
Asistennya supir
Karena bus di Indonesia khususnya di Jakarta gak punya tempat buat langsung meletakkan koin sendiri makanya si supir butuh yang namanya asisten alias kalau di bus biasa dikenal dengan kenek.
Kenek fungsi utamanya jelas buat nagih - nagih ongkos ke penumpangnya. Kadang gue mikir juga kok dia bisa inget semua ya mana yang belum ditagih dan mana yang udah. Pertanyaan ini akhirnya terjawab juga dengan kepastian bahwa TIDAK, si kenek gak inget siapa yang udah bayar atau belum. Pikir punya pikir, mereka semua mengandalkan refleks para penumpangnya aja. Coba deh kalau kita di bus, terus ada yang lewat sambil bawa duit lecek dan uang receh yang berbunyi krecek, krecek...pasti kita sebagai penumpang otomatis langsung merogoh kantong dan memberikan ongkosnya. Nah, kata temen gue sih kalau mau nekat nge-tes coba aja kasih muka kosong pas ditagih. Atau sekalian bilang udah bayar dari tadi. Resikonya paling diliatin penumpang lain yang tau kita dari tadi tuh belom bayar. Huahahaha... Tapi tenang aja, gue belum segila itu kok...
Selain menagih ongkos, kenek juga berfungsi untuk berteriak - teriak ke para calon penumpang yang lagi bengong di halte tentang arah tujuan dari bus. Ini juga berguna supaya orang jangan asal naik bus karena tujuan boleh sama misalnya ke terminal bus di daerah X. Tapi rute yang diambil bisa beda - beda.
Kenek fungsi utamanya jelas buat nagih - nagih ongkos ke penumpangnya. Kadang gue mikir juga kok dia bisa inget semua ya mana yang belum ditagih dan mana yang udah. Pertanyaan ini akhirnya terjawab juga dengan kepastian bahwa TIDAK, si kenek gak inget siapa yang udah bayar atau belum. Pikir punya pikir, mereka semua mengandalkan refleks para penumpangnya aja. Coba deh kalau kita di bus, terus ada yang lewat sambil bawa duit lecek dan uang receh yang berbunyi krecek, krecek...pasti kita sebagai penumpang otomatis langsung merogoh kantong dan memberikan ongkosnya. Nah, kata temen gue sih kalau mau nekat nge-tes coba aja kasih muka kosong pas ditagih. Atau sekalian bilang udah bayar dari tadi. Resikonya paling diliatin penumpang lain yang tau kita dari tadi tuh belom bayar. Huahahaha... Tapi tenang aja, gue belum segila itu kok...
Selain menagih ongkos, kenek juga berfungsi untuk berteriak - teriak ke para calon penumpang yang lagi bengong di halte tentang arah tujuan dari bus. Ini juga berguna supaya orang jangan asal naik bus karena tujuan boleh sama misalnya ke terminal bus di daerah X. Tapi rute yang diambil bisa beda - beda.
Senin, 07 Maret 2011
Pelajaran bab 1
Hal - hal yang bisa dipelajari dengan naik kendaraan umum:
1. Bahwa hidup itu penuh dengan ketidak pastian
tiap hari jadwal kita udah fixed, jam segini berangkat dari rumah naik ojek. Butuh 5 menit ke jalan raya abis itu naik bus ke kantor. Semuanya cuman perlu 25 menit. Kata siapa?
Memangnya kita bisa meramal kalau kendaraannya gak mogok mendadak? Atau tukang ojek langganan kagak lewat - lewat? Yang lebih sedih lagi,ada kecelakaan yang akhirnya bikin macet kemana - mana...
1. Bahwa hidup itu penuh dengan ketidak pastian
tiap hari jadwal kita udah fixed, jam segini berangkat dari rumah naik ojek. Butuh 5 menit ke jalan raya abis itu naik bus ke kantor. Semuanya cuman perlu 25 menit. Kata siapa?
Memangnya kita bisa meramal kalau kendaraannya gak mogok mendadak? Atau tukang ojek langganan kagak lewat - lewat? Yang lebih sedih lagi,ada kecelakaan yang akhirnya bikin macet kemana - mana...
Kamis, 03 Maret 2011
Mogok
Apa yang paling bikin bête kalau sedang terburu – buru dan duit cekak ketika naik kendaraan umum?
Kalau buat gue gak lain adalah kalau kendaraan itu mogok…
Ya amplooop…
Jumat, 25 Februari 2011
Tau jalan gak?
Suatu hari gue pengen buru – buru jadilah gue naik taksi… Seperti biasa begitu masuk gue kasih tau deh tujuan gue mau kemana… Dan ketika taxi mulai berjalan itulah…tiba – tiba sang supir berkata dengan nada ragu – ragu…,”Hmmm, sebaiknya kita lewat mana ya bu?”
Rabu, 23 Februari 2011
MRT?
Kalau dipikir - pikir gue mungkin lahir di jaman yang salah ya... hahaha...
Dulu pas masih kuliah sampai awal - awal gue kerja, kayaknya gue selalu kebagian masa - masa ketika pembangunan jalan layang atau jalan tol... Jalanan di sekitar pembangunan itu? Oh, gak usah ditanya apalagi dibayangkan betapa macetnya jalanan di sekitar area itu. Gue pernah stuck di satu tempat yang sama ketika perjalanan menuju kantor. Selama 1 jam lebih kendaraan yang gue naikin cukman berada disituuuu aja... Gak kemana - mana.
Dan sekarang gue baru baca di koran hari ini katanya mau dibuat MRT...
Ehm, gue rada bingung nih karena kan MRT-nya disini bakal menggunakan kereta. Apa ini artinya bakal menggunakan rel kereta yang sudah ada atau bakal bikin baru lagi? Terus tentunya harus ada stasiun baru juga dong buat MRT ini?
Tapi ngomong - ngomong, walau puyeng mikirin soal bakal macetnya sepanjang pembangunan sarana transportasi baru ini....gue jadi kepikiran... Sebenarnya beneran mau ada MRT atau enggak ya? Mendadak jadi ingat sama pancang - pancang tiang yang katanya buat monorail. Tapi sampai sekarang? Tiang itu hanya berdiri di beberapa jalan dan fungsinya? Tentunya bukan sebagai penghias jalan karena akhirnya kembali hanya buat bikin macet...
Jadi, kalau memang beneran mau ada MRT sih ya...bagus deh... Walau gak tau juga sih kapan persisnya... Tapi harapan gue dan yakin juga harapan orang lain pengguna angkutan umum tentunya rencana ada MRT gak cuman berhenti sampai pembangunan yang setengah - setengah. Lalu akhirnya cuman jadi sekadar pertanda rencana yang gagal atau bikin tambah macet jalan.
Dulu pas masih kuliah sampai awal - awal gue kerja, kayaknya gue selalu kebagian masa - masa ketika pembangunan jalan layang atau jalan tol... Jalanan di sekitar pembangunan itu? Oh, gak usah ditanya apalagi dibayangkan betapa macetnya jalanan di sekitar area itu. Gue pernah stuck di satu tempat yang sama ketika perjalanan menuju kantor. Selama 1 jam lebih kendaraan yang gue naikin cukman berada disituuuu aja... Gak kemana - mana.
Dan sekarang gue baru baca di koran hari ini katanya mau dibuat MRT...
Ehm, gue rada bingung nih karena kan MRT-nya disini bakal menggunakan kereta. Apa ini artinya bakal menggunakan rel kereta yang sudah ada atau bakal bikin baru lagi? Terus tentunya harus ada stasiun baru juga dong buat MRT ini?
Tapi ngomong - ngomong, walau puyeng mikirin soal bakal macetnya sepanjang pembangunan sarana transportasi baru ini....gue jadi kepikiran... Sebenarnya beneran mau ada MRT atau enggak ya? Mendadak jadi ingat sama pancang - pancang tiang yang katanya buat monorail. Tapi sampai sekarang? Tiang itu hanya berdiri di beberapa jalan dan fungsinya? Tentunya bukan sebagai penghias jalan karena akhirnya kembali hanya buat bikin macet...
Jadi, kalau memang beneran mau ada MRT sih ya...bagus deh... Walau gak tau juga sih kapan persisnya... Tapi harapan gue dan yakin juga harapan orang lain pengguna angkutan umum tentunya rencana ada MRT gak cuman berhenti sampai pembangunan yang setengah - setengah. Lalu akhirnya cuman jadi sekadar pertanda rencana yang gagal atau bikin tambah macet jalan.
Senin, 21 Februari 2011
Berapa lama mesti menunggu?
Berapa lama batas waktu yang kita bersedia jalani ketika sedang menunggu bus biasa atau busway? 15 menit? Setengah jam? Satu jam? Atau dua jam? Atau mungkin selamanya?
Menunggu adalah pekerjaan yang paling menjengkelkan. Apalagi kalau sedang terburu - buru ke suatu tempat tapi gak punya duit ekstra untuk naik taksi. Ditambah lagi dengan cuaca yang gak bersahabat tapi pikir punya pikir, apa gunanya juga naik taksi pas hujan lebat pada jam – jam sibuk? Hanya buang – buang uang karena toh kita bakal terjebak juga di jalan. So, yak…kendaraan umum adalah satu – satunya jalan.
Tapi kalau lagi jam sibuk mereka sepertinya gak lewat – lewat dan bener – bener ujian buat ngetes kesabaran menunggu. Masalahnya mau nunggu sampai kapan? Dan seberapa kuat kita tahan menunggu? Menunggu bus biasa sudah pasti kita harus berdiri lama… Apalagi kalau sudah turun hujan! Lalu apa harus naik kendaraan lain walau harus berganti – ganti? Menunggu di halte busway pun belum tentu kita bisa duduk santai….
Biasanya kendaraan umum akan makin susah dicari ketika beberapa jam sebelum pulang ada kejadian seperti gempa. Biasanya sehabis gempa orang akan segera terdorong untuk pulang lebih cepat daripada jam bubar yang biasanya. Nah yang apes baru bisa pulang pas jam pulang kerja bakal gak kebagian jatah bus dan akhirnya? Yah mungkin olahraga dengan jalan kaki hingga sampai dirumah.
Lebih parah lagi kalau ada demonstrasi besar – besaran di jalan utama dan bener – bener musibah kalau sampai ada kerusuhan. Boro – boro mau nyari kendaraan pulang deh…
Sebelum naik ke busway kita harus beli tiket dulu dan barulah ketika masuk kedalam kita sadar sesadarnya kalau barisan orang yang mengantri itu luar biasa panjangnya. Kalau antrian sampai beratus – ratus meter lah berarti dari gak ada satupun busway dong yang lewat? Biasanya gue terpaksa melerakan uang yang udah kepake beli tiket busway dan kabur secepatnya dari halte tersebut. Dan gak sampai 5 menit, gue udah berada di dalam bus biasa menuju pulang. Walau terkadang sih sama aja menunggu bis biasa ataupun busway.
Singkat kata kalau menurut gue, terserah masing – masing orang lah mau menunggu 15 menit atau lebih dari itu. Tapi kalau hendak hendak berubah pikiran sih sebaiknya secepat mungkin supaya gak nyesel belakangan. Nah itu kalau ngandelin feeling.
Kalau gue mengandalkan mood maka seumur – umur gue gak pernah mood ingin menunggu kendaraan umum lebih dari setengah jam. Karena biasanya kalau sudah lebih dari setengah jam, begitu kendaraan umum itu datang kita tetap gak bisa naik akibat sudah terlalu penuh…
Jadi jangan lupa mikir mau berapa lama kita menunggu? 15 menit? Atau entah sampai kapan karena kita gak punya uang buat berganti – ganti kendaraan…dan hanya bisa pasrah menunggu dan menunggu…
Menunggu adalah pekerjaan yang paling menjengkelkan. Apalagi kalau sedang terburu - buru ke suatu tempat tapi gak punya duit ekstra untuk naik taksi. Ditambah lagi dengan cuaca yang gak bersahabat tapi pikir punya pikir, apa gunanya juga naik taksi pas hujan lebat pada jam – jam sibuk? Hanya buang – buang uang karena toh kita bakal terjebak juga di jalan. So, yak…kendaraan umum adalah satu – satunya jalan.
Tapi kalau lagi jam sibuk mereka sepertinya gak lewat – lewat dan bener – bener ujian buat ngetes kesabaran menunggu. Masalahnya mau nunggu sampai kapan? Dan seberapa kuat kita tahan menunggu? Menunggu bus biasa sudah pasti kita harus berdiri lama… Apalagi kalau sudah turun hujan! Lalu apa harus naik kendaraan lain walau harus berganti – ganti? Menunggu di halte busway pun belum tentu kita bisa duduk santai….
Biasanya kendaraan umum akan makin susah dicari ketika beberapa jam sebelum pulang ada kejadian seperti gempa. Biasanya sehabis gempa orang akan segera terdorong untuk pulang lebih cepat daripada jam bubar yang biasanya. Nah yang apes baru bisa pulang pas jam pulang kerja bakal gak kebagian jatah bus dan akhirnya? Yah mungkin olahraga dengan jalan kaki hingga sampai dirumah.
Lebih parah lagi kalau ada demonstrasi besar – besaran di jalan utama dan bener – bener musibah kalau sampai ada kerusuhan. Boro – boro mau nyari kendaraan pulang deh…
Sebelum naik ke busway kita harus beli tiket dulu dan barulah ketika masuk kedalam kita sadar sesadarnya kalau barisan orang yang mengantri itu luar biasa panjangnya. Kalau antrian sampai beratus – ratus meter lah berarti dari gak ada satupun busway dong yang lewat? Biasanya gue terpaksa melerakan uang yang udah kepake beli tiket busway dan kabur secepatnya dari halte tersebut. Dan gak sampai 5 menit, gue udah berada di dalam bus biasa menuju pulang. Walau terkadang sih sama aja menunggu bis biasa ataupun busway.
Singkat kata kalau menurut gue, terserah masing – masing orang lah mau menunggu 15 menit atau lebih dari itu. Tapi kalau hendak hendak berubah pikiran sih sebaiknya secepat mungkin supaya gak nyesel belakangan. Nah itu kalau ngandelin feeling.
Kalau gue mengandalkan mood maka seumur – umur gue gak pernah mood ingin menunggu kendaraan umum lebih dari setengah jam. Karena biasanya kalau sudah lebih dari setengah jam, begitu kendaraan umum itu datang kita tetap gak bisa naik akibat sudah terlalu penuh…
Jadi jangan lupa mikir mau berapa lama kita menunggu? 15 menit? Atau entah sampai kapan karena kita gak punya uang buat berganti – ganti kendaraan…dan hanya bisa pasrah menunggu dan menunggu…
Jumat, 18 Februari 2011
Capek jadi penumpang yee
Gue juga gak ngerti – ngerti amat sih gimana caranya para supir angkutan kota itu mendapatkan penghasilannya.
Sepertinya mereka harus mendapatkan jumlah tertentu dari penumpang dalam 1 hari tersebut. Lalu uang itu disetor sama yang punya kendaraan. Setelah memenuhi jumlah setoran baru deh sisa uang itu diberikan pada supir. Kalau supir itu punya kenek berarti dia harus membagi lagi penghasilannya tersebut. Pantesan aja sering gue perhatikan bus – bus regular sekarang hanya punya 1 orang kenek.
Adalah suatu keadaan yang ironis bahwa kalau lagi jam sibuk, kita – kita para penumpang ini harus nunggu seumur hidup hanya untuk mendapatkan kendaraan umum. Boro – boro mau dapat yang kosong. Jadi, idealnya ya mesti banyak dong kendaraan umum supaya kita – kita ini keangkut semua dan sampai ke tempat tujuan tepat waktu dan syukur – syukur sih nyaman.
Tapi, kalau lagi jam yang gak sibuk – sibuk amat, kendaraan umum yang banyak itu jadi kosong. Jadi ya gak heran deh kalau lagi sepi begini semua kendaraan ini bakalan ketemu disuatu tempat yang salah di waktu yang salah. Kalau sudah seperti itu jelas mereka akan berusaha untuk mendahului yang lainnya. Dan caranya jelas bukan hal yang menyenangkan bagi kita para penumpangnya.
Pertama – tama para supir ini bakalan ngebut abis – abisan supaya mendahului para pesaingnya. Kita para penumpang jelas bakal lebih memilih kendaraan yang lewat duluan ketimbang nunggu – nunggu kendaraan umum berikutnya yang gak jelas kapan lewatnya. Nah, inilah saat – saat dimana elo merasa akan cepat sampai ke tujuan yang bener – bener paling terakhir.
Kedua, kalau sudah keburu di dahului oleh pesaingnya maka mereka memilih cara memperlambat kendaraan… Jalannya pelaaaaan banget bikin darah tinggi naik bagi orang yang kepingin cepat sampai di tempat tujuan.
Ketiga selain memperlambat kendaraan maka dapat dipastikan mereka passti akan ngetem. Dengan ngetem mereka tentunya berharap agar calon penumpang bisa terjaring lebih banyak.
Keempat selain memperlambat dan nongkrong untuk menjaring penumpang, mereka juga memutar balik kendaraannya agar kembali ke tempat yang telah mereka lewati. Yak, bener. Gue pernah ngalamin sendiri. Gue padahal udah seneng banget pas kendaraan ini tidak melewati jalan yang biasa dan mengira mereka mengambil jalan pintas. Ternyata mereka malah balik lagi ke tempat yang sudah dilewati beberapa menit sebelumnya. Capek dhee
Kelima…setelah semua cara di atas sudah ditempuh dan mereka masih merasa gak puas juga maka para penumpang akan dipindah paksa ke kendaraan lain. Jadi, jika di kendaraan sebelumnya kita sudah enak – enakan duduk maka gak janji deh jika dipindah paksa seperti itu akan beruntung mendapatkan tempat duduk lagi.
Sedih deh jadi penumpang…
Sepertinya mereka harus mendapatkan jumlah tertentu dari penumpang dalam 1 hari tersebut. Lalu uang itu disetor sama yang punya kendaraan. Setelah memenuhi jumlah setoran baru deh sisa uang itu diberikan pada supir. Kalau supir itu punya kenek berarti dia harus membagi lagi penghasilannya tersebut. Pantesan aja sering gue perhatikan bus – bus regular sekarang hanya punya 1 orang kenek.
Adalah suatu keadaan yang ironis bahwa kalau lagi jam sibuk, kita – kita para penumpang ini harus nunggu seumur hidup hanya untuk mendapatkan kendaraan umum. Boro – boro mau dapat yang kosong. Jadi, idealnya ya mesti banyak dong kendaraan umum supaya kita – kita ini keangkut semua dan sampai ke tempat tujuan tepat waktu dan syukur – syukur sih nyaman.
Tapi, kalau lagi jam yang gak sibuk – sibuk amat, kendaraan umum yang banyak itu jadi kosong. Jadi ya gak heran deh kalau lagi sepi begini semua kendaraan ini bakalan ketemu disuatu tempat yang salah di waktu yang salah. Kalau sudah seperti itu jelas mereka akan berusaha untuk mendahului yang lainnya. Dan caranya jelas bukan hal yang menyenangkan bagi kita para penumpangnya.
Pertama – tama para supir ini bakalan ngebut abis – abisan supaya mendahului para pesaingnya. Kita para penumpang jelas bakal lebih memilih kendaraan yang lewat duluan ketimbang nunggu – nunggu kendaraan umum berikutnya yang gak jelas kapan lewatnya. Nah, inilah saat – saat dimana elo merasa akan cepat sampai ke tujuan yang bener – bener paling terakhir.
Kedua, kalau sudah keburu di dahului oleh pesaingnya maka mereka memilih cara memperlambat kendaraan… Jalannya pelaaaaan banget bikin darah tinggi naik bagi orang yang kepingin cepat sampai di tempat tujuan.
Ketiga selain memperlambat kendaraan maka dapat dipastikan mereka passti akan ngetem. Dengan ngetem mereka tentunya berharap agar calon penumpang bisa terjaring lebih banyak.
Keempat selain memperlambat dan nongkrong untuk menjaring penumpang, mereka juga memutar balik kendaraannya agar kembali ke tempat yang telah mereka lewati. Yak, bener. Gue pernah ngalamin sendiri. Gue padahal udah seneng banget pas kendaraan ini tidak melewati jalan yang biasa dan mengira mereka mengambil jalan pintas. Ternyata mereka malah balik lagi ke tempat yang sudah dilewati beberapa menit sebelumnya. Capek dhee
Kelima…setelah semua cara di atas sudah ditempuh dan mereka masih merasa gak puas juga maka para penumpang akan dipindah paksa ke kendaraan lain. Jadi, jika di kendaraan sebelumnya kita sudah enak – enakan duduk maka gak janji deh jika dipindah paksa seperti itu akan beruntung mendapatkan tempat duduk lagi.
Sedih deh jadi penumpang…
Rabu, 16 Februari 2011
Kecelakaan
Beberapa waktu yang lalu dimuat berita mengenai supir busway yang menabrak seorang anak kecil.
Tanpa bermaksud menyalahkan siapa - siapa, mungkin hal inilah yang membuat gue juga rada takut belajar bawa mobil. Gue mendingan susah payah naik bus atau kalau ada duit ya pake taksi lah.
Pas pulang dari rumah sakit taksi yang kita naikin ampir nabrak sepeda motor yang nyelonong keluar dari sebuah gang... Untung dia berhasil nge-rem dan lebih untung lagi mobil dibelakang kita berada agak jauh. Kalau enggak bisa - bisa ada tabrakan beruntun.
Setelah lega menghindari motor tersebut kita pun ngobrol - ngobrol dengan sang supir yang bercerita bahwa selain motor yang paling ia takuti adalah orang - orang yang menyeberang.
"Orang - orang itu, mereka main jalan aja tanpa melihat lagi ke kiri dan kekanan. Terkadang tubuh mereka tidak terlihat karena tertutup pot jalan yang besar atau tiang listrik atau tembok. Tau - tau mereka sudah nongol aja dan kalau sudah terlalu dekat kita tidak mungkin menghindar lagi..."
Begitu juga dengan pengendara motor, menurut si pak supir. Sering mendadak mereka keluar dari gang begitu saja tanpa mau berhenti untuk melihat kekanan dan kekiri jalan. Akibatnya orang bisa aja tertabrak atau malah si pengendara motor yang tertabrak mobil yang lewat.
Sebaliknya, jika kita berada didalam bus atau busway atau kendaraan umum lainnya. Terkadang kita pas lagi apes ketemu deh sama supir yang ugal - ugalan. Ngebut misalnya sambil berbincang - bincang di handphone. Memang sih dengan ngebut kan jadi cepat sampai. Tapi sampainya kemana dengan kecepatan yang ugal - ugalan seperti itu? Dan terus terang saja kalau mereka ugal - ugalan bagaimana mau memperhatikan jalan?
Tidak ada orang yang ingin mengalami kecelakaan atau menjadi penyebab suatu kecelakaan. Walau kita sudah memastikan diri sendiri tiap hari untuk berhati - hati tetap saja pada suatu saat kita bisa lengah dah akhirnya terjadilah hal yang tidak diinginkan.
Kebayang sama gue apa jadinya kalau kita yang jadi keluarga korban yang ditabrak itu. Kebayang sama gue kalau kita adalah si supir yang menabrak itu, entah sengaja atau tidak. Kebayang sama gue perasaan penumpang di dalam busway tersebut yang merasa kaget, panik, takut tapi fakta memaksa mereka menyadari akan terlambat sampai ke tempat tujuan. Jika berada di dalam busway, penumpang tidak bisa sembarangan turun dan melanjutkan perjalanannya. Jika berada di dalam halte busway penumpang yang tidak tahu apa - apa hanya bisa menunggu busway yang tidak akan datang dalam waktu lama dikarenakan kecelakaan tersebut.
Turut berduka untuk setiap nyawa yang telah direnggut... Turut berduka untuk kecelakaan yang semestinya tidak terjadi...
Tanpa bermaksud menyalahkan siapa - siapa, mungkin hal inilah yang membuat gue juga rada takut belajar bawa mobil. Gue mendingan susah payah naik bus atau kalau ada duit ya pake taksi lah.
Pas pulang dari rumah sakit taksi yang kita naikin ampir nabrak sepeda motor yang nyelonong keluar dari sebuah gang... Untung dia berhasil nge-rem dan lebih untung lagi mobil dibelakang kita berada agak jauh. Kalau enggak bisa - bisa ada tabrakan beruntun.
Setelah lega menghindari motor tersebut kita pun ngobrol - ngobrol dengan sang supir yang bercerita bahwa selain motor yang paling ia takuti adalah orang - orang yang menyeberang.
"Orang - orang itu, mereka main jalan aja tanpa melihat lagi ke kiri dan kekanan. Terkadang tubuh mereka tidak terlihat karena tertutup pot jalan yang besar atau tiang listrik atau tembok. Tau - tau mereka sudah nongol aja dan kalau sudah terlalu dekat kita tidak mungkin menghindar lagi..."
Begitu juga dengan pengendara motor, menurut si pak supir. Sering mendadak mereka keluar dari gang begitu saja tanpa mau berhenti untuk melihat kekanan dan kekiri jalan. Akibatnya orang bisa aja tertabrak atau malah si pengendara motor yang tertabrak mobil yang lewat.
Sebaliknya, jika kita berada didalam bus atau busway atau kendaraan umum lainnya. Terkadang kita pas lagi apes ketemu deh sama supir yang ugal - ugalan. Ngebut misalnya sambil berbincang - bincang di handphone. Memang sih dengan ngebut kan jadi cepat sampai. Tapi sampainya kemana dengan kecepatan yang ugal - ugalan seperti itu? Dan terus terang saja kalau mereka ugal - ugalan bagaimana mau memperhatikan jalan?
Tidak ada orang yang ingin mengalami kecelakaan atau menjadi penyebab suatu kecelakaan. Walau kita sudah memastikan diri sendiri tiap hari untuk berhati - hati tetap saja pada suatu saat kita bisa lengah dah akhirnya terjadilah hal yang tidak diinginkan.
Kebayang sama gue apa jadinya kalau kita yang jadi keluarga korban yang ditabrak itu. Kebayang sama gue kalau kita adalah si supir yang menabrak itu, entah sengaja atau tidak. Kebayang sama gue perasaan penumpang di dalam busway tersebut yang merasa kaget, panik, takut tapi fakta memaksa mereka menyadari akan terlambat sampai ke tempat tujuan. Jika berada di dalam busway, penumpang tidak bisa sembarangan turun dan melanjutkan perjalanannya. Jika berada di dalam halte busway penumpang yang tidak tahu apa - apa hanya bisa menunggu busway yang tidak akan datang dalam waktu lama dikarenakan kecelakaan tersebut.
Turut berduka untuk setiap nyawa yang telah direnggut... Turut berduka untuk kecelakaan yang semestinya tidak terjadi...
Senin, 14 Februari 2011
CAR FREE DAY
Pada waktu pertama kali diadakan di tahun 2007 (dapat contekan dari wikipedia) jalan - jalan besar ditutup dan hanya bus serta busway yang boleh lewat. Kayaknya waktu pertama kali diadakan hampir seharian deh jalanan besar ditutup. Awalnya sih kita yang gak punya mobil dan lebih mengandalkan naik kendaraan umum tentu menyambut acara Car Free Day Ini. Gimana enggak? Kita bisa menikmati jalan - jalan di jalanan utama yang biasanya penuh sesak sama mobil dan bus. Banyak orang mengendarai sepeda seliweran. Dan tentunya kesempatan foto - foto di sekitar bunderan Hotel Indonesia.
Maksudnya Car Free Day konon buat ngurangin polusi udara. Boro - boro mengurangi, dengan padatnya mobil di jalur lambat karena penduduk tetap menggunakan jalan tersebut. Akhirnya ya tetap aja ada polusi. Orang juga jadi jengkel karena mereka gak tau kapan jelasnya CAR FREE DAY ini diadakan. Awalnya hanya sebulan sekali. Ternyata sekarang dengar - dengar diadakan dua kali dalam sebulan yaitu minggu kedua dan keempat.
Jadi apa ada gunanya CAR FREE DAY ini ya tergantung masing - masing pihak sih... Ada yang seneng karena bisa menikmati jalanan raya yang biasanya dilalui hanya oleh kendaraan saja. Tapi lebih banyak lagi yang jengkel karena perjalanannya jadi terhambat. Apalagi kalau mereka tidak tahu jadwal tepatnya acara ini diadakan.
Mungkin kurang pemberitahuan ke masyarakat?
Rabu, 09 Februari 2011
Bahaya di sekitar kita
Beberapa hari yang lalu gue sempet membaca tentang seorang anak sekolah yang dilempar dari kereta api oleh kawanan perampok…
Membaca itu gue jadi miris dan bertanya – tanya dalam hati, apakah merampok belum cukup ya buat orang – orang itu sehingga merasa perlu untuk melempar korbannya keluar dari kereta api yang sedang melaju kencang. Tujuannya tentu gak hanya melukai korbannya tapi memang sekaligus untuk memastikan tidak ada saksi yang bisa melaporkan mereka ke polisi.
Gara – gara membaca itu juga membuat gue jadi rada jiper juga untuk mencoba naik kereta untuk menuju suatu tempat. Masalahnya perampokan itu terjadi ketika gerbong kereta sedang sepi. Dan gue sebenarnya penyuka tempat – tempat yang sepi. Yah, tau sendiri kan kalau penumpang lagi padat tuh gak bisa ngapa-ngapain. Berdiri dengan benar supaya jangan jatuh aja udah susah payah. Apalagi aktifitas yang lain seperti berkomunikasi lewat hape (nyari gara – gara), motret (halah ini mah bener – bener nyari penyakit) atau membaca buku.
Sepertinya kita tidak bisa membiarkan diri terlena dengan suasana tenang dan nyaman karena bisa saja dimanfaatkan oleh orang – orang yang bertujuan tidak baik. Memang menyenangkan menikmati suasana sepi di bus atau dalam kasus tadi di gerbong kereta api. Namun sebaiknya segera pindah ke gerbong lain jika bisa (gak pernah naik kereta sih jadi gak tau situasinya) atau turun dari bus jika ada perasaan tidak enak.
Jika belum terbiasa dengan angkutan umum yang mengarah ke tempat yang dituju mungkin jangan terlalu memperlihatkannya pada orang lain. Atau terlalu larut dalam lamunan sehingga mengurangi kewaspadaan diri sendiri. Gak meminta kita jadi paranoid sih. Tapi gak ada salahnya kan tetap waspada akan hal di sekeliling kita agar tidak mencelakakan diri sendiri.
Membaca itu gue jadi miris dan bertanya – tanya dalam hati, apakah merampok belum cukup ya buat orang – orang itu sehingga merasa perlu untuk melempar korbannya keluar dari kereta api yang sedang melaju kencang. Tujuannya tentu gak hanya melukai korbannya tapi memang sekaligus untuk memastikan tidak ada saksi yang bisa melaporkan mereka ke polisi.
Gara – gara membaca itu juga membuat gue jadi rada jiper juga untuk mencoba naik kereta untuk menuju suatu tempat. Masalahnya perampokan itu terjadi ketika gerbong kereta sedang sepi. Dan gue sebenarnya penyuka tempat – tempat yang sepi. Yah, tau sendiri kan kalau penumpang lagi padat tuh gak bisa ngapa-ngapain. Berdiri dengan benar supaya jangan jatuh aja udah susah payah. Apalagi aktifitas yang lain seperti berkomunikasi lewat hape (nyari gara – gara), motret (halah ini mah bener – bener nyari penyakit) atau membaca buku.
Sepertinya kita tidak bisa membiarkan diri terlena dengan suasana tenang dan nyaman karena bisa saja dimanfaatkan oleh orang – orang yang bertujuan tidak baik. Memang menyenangkan menikmati suasana sepi di bus atau dalam kasus tadi di gerbong kereta api. Namun sebaiknya segera pindah ke gerbong lain jika bisa (gak pernah naik kereta sih jadi gak tau situasinya) atau turun dari bus jika ada perasaan tidak enak.
Jika belum terbiasa dengan angkutan umum yang mengarah ke tempat yang dituju mungkin jangan terlalu memperlihatkannya pada orang lain. Atau terlalu larut dalam lamunan sehingga mengurangi kewaspadaan diri sendiri. Gak meminta kita jadi paranoid sih. Tapi gak ada salahnya kan tetap waspada akan hal di sekeliling kita agar tidak mencelakakan diri sendiri.
Senin, 31 Januari 2011
TV di taksi
Waktu pertama – tama naik taxi yang ada di tv-nya wah seneng banget. Tepatnya sih NORAK. Berasa keren aja gitu loh bisa nonton acara yang biasanya kudu langganan tv kabel baru bisa liat. Ini karena naik taksi jadi bisa nonton acara tv. Sempet rasanya pengen lama – lama deh di dalam taksi…biar bisa nonton acaranya sampai selesai… Tapi inget semakin lama di dalam kan semakin jebol bandar bayar ongkosnya…
Yah, itu sih dulu… Akhir – akhir ini gue sering males aja nonton tv di dalam taksi. Pertama remote-nya gak bisa diapa- apain… Jadi cuman bisa di satu channel aja dan terpaksa pasrah dengerin suaranya yang terlalu keras atau terlalu kecil. Syukur – syukur remote itu masih bisa dipake buat mematikan televisinya. Soalnya nyari – nyari tombol yang bisa ditekan di tv itu…sia – sia aja. Udah gak ada lagi…alias rusak. Lagian kalau acara tv-nya pas yang gue gak suka dan suaranya berisik banget, jadi malah mengganggu dan mendingan gak usah ada televisi sekalian.
Televisi ini juga karena gak bisa dipake jadi menghalangi pemandangan ke depan aja (dan menghalangi pemandangan untuk melihat argo… heheheh)… Sayang banget ya, kalau akhirnya televisi ini cuman jadi pajangan aja. Padahal kalau lagi iseng kena macet di jalan lumayan juga buat menghabiskan waktu...
Rabu, 26 Januari 2011
Posisi kaki
APa hal pertama yang perlu kita tahu pas mau naik bus?
Letak kaki. Kalau mau naik jangan lupa deh naik dengan kaki kanan. Jadi ketika kita lari terbirit - birit menguber bus. Nah, kalau mau turun jangan lupa pergunakan kaki kiri.
Gimana caranya gue bisa tau?? Oh, gue mengetahui dengan cara yang menyakitkan pada saat gue masih baru menggunakan bus. Waktu itu gue hendak menuju rumah usai jam kuliah pas malam hari. Gue kira sih bus bakal berhenti total waktu si kenek berteriak udah sampai di halte tertentu. Yah, gue yang bego sih. Jadi, dengan rada setengah mimpi gue menggerakkan kaki untuk bersiap turun dari bus. Dengan kaki kanan. Jadi pas kaki kanan itu baru saja menginjak aspal...tiba - tiba...brooom... tanpa sungkan - sungkan bus tersebut langsung tancap gas. Kalau gue tokoh dalam film kartun mungkin akan ada adegan gue melayang beberapa detik di udara sebelum akhirnya gue jatuh. Sakit? uh, gak usah ditanya. Tapi untungnya gak ada mobil di belakang yang melaju dan menyambar gue. Keuntungan kedua, hari itu orang yang ada di jalan tidak ada jadi gue rada - rada gak terlalu malu lah.
Jadi ati - ati selalu ketika naik ke bus dan turun dari bus. Soalnya elo gak bakal mau deh sampai jatuh dari bus karena percayalah sama gue, bukan pengalaman yang menyenangkan booo apalagi kalau jalanan sedang penuh - penuhnya dengan kendaraan.
Senin, 24 Januari 2011
Bus Damri
Berhubung sekarang macet melulu dan keuangan rada tipis, kalau mau ke bandara gue lebih suka menggunakan Bus Damri. Ongkosnya cuman 20,000 Rupiah…
Ber-AC… Tempat duduk okeh… ada hiburan televisi (walau kadang film yang di putar menggunakan bahasa antah berantah alias gak ketauan bahasa apa’an)… Tinggal duduk enak dan tidur… Tapi namanya juga kendaraan umum yaaa, jadi tentu aja gak bebas dari yang namanya masalah…
Bus Damri yang menuju bandara dari beberapa terminal ini mempunya tempat bagasi di badan bus… Kalau gak berat-berat amat, bisa juga meletakkan koper yang dibawa di dalam bus. Di sebelah supir ada tempat tambahan lagi untuk meletakkan barang bawa’an yang jelas tidak bisa dipangku atau diletakkan di lorong diantara dua deretan kursi. Bisa mengganggu orang jalan deh nantinya. Nah, berhubung koper gue gak banyak dan ukurannya sedang, gue letakkan deh di dalam bus, dekat pintu masuk. Pas, di dekat tempat barang-barang itu ada tempat duduk kosong.
Walau isinya cuman baju, gue perlakukan kayak ada emas 1 kg. Jadi gue gak mau duduk jauh – jauh dari koper gue.
Perjalanan tidak terlalu jauh selama jalan tol lancar alias tidak ada kemacetan. Berhubung namanya juga bus umum, bus Damri berkeliling mulai dari terminal 3 yang terbaru, lalu menuju ke terminal dua dan akhirnya ke terminal 1. Nah, disini deh insiden dimulai. Seorang penumpang mulai mengangkat koper gue. Tadinya gue masih diem aja, karena gue masih mengira dia bermaksud mengambil kopernya yang ada dibawah koper gue itu. Tapi…loh, loh… kok dia sudah mau keluar aja sambil membawa koper gue? Kontan aja gue berteriak memprotes… Wah, mau di bawa kemana koper gue? Masa gue pergi liburan dengan tidak membawa apa-apa sih alias harus membeli baju baru? Orang itu sih minta-minta maaf…, tapi masa iya tas gue sama dia sama persis? Apalagi tas gue ada namanya…! Asli sejak saat itu gue jadi gak pernah tenang meninggalkan tas tanpa sepengawasan mata gue… Biarin deh dipelototin penumpang lain, daripada gue pergi atau pulang tanpa koper? Tau sendiri kan berapa lama ngurusin barang ilang?
Tapi gue tetap mau kok pake bus Damri di kemudian hari... Tentunya setelah gue menempel koper gue dengan diri gue sendiri supaya jangan sampai ditilep orang lagi
Ber-AC… Tempat duduk okeh… ada hiburan televisi (walau kadang film yang di putar menggunakan bahasa antah berantah alias gak ketauan bahasa apa’an)… Tinggal duduk enak dan tidur… Tapi namanya juga kendaraan umum yaaa, jadi tentu aja gak bebas dari yang namanya masalah…
Bus Damri yang menuju bandara dari beberapa terminal ini mempunya tempat bagasi di badan bus… Kalau gak berat-berat amat, bisa juga meletakkan koper yang dibawa di dalam bus. Di sebelah supir ada tempat tambahan lagi untuk meletakkan barang bawa’an yang jelas tidak bisa dipangku atau diletakkan di lorong diantara dua deretan kursi. Bisa mengganggu orang jalan deh nantinya. Nah, berhubung koper gue gak banyak dan ukurannya sedang, gue letakkan deh di dalam bus, dekat pintu masuk. Pas, di dekat tempat barang-barang itu ada tempat duduk kosong.
Walau isinya cuman baju, gue perlakukan kayak ada emas 1 kg. Jadi gue gak mau duduk jauh – jauh dari koper gue.
Perjalanan tidak terlalu jauh selama jalan tol lancar alias tidak ada kemacetan. Berhubung namanya juga bus umum, bus Damri berkeliling mulai dari terminal 3 yang terbaru, lalu menuju ke terminal dua dan akhirnya ke terminal 1. Nah, disini deh insiden dimulai. Seorang penumpang mulai mengangkat koper gue. Tadinya gue masih diem aja, karena gue masih mengira dia bermaksud mengambil kopernya yang ada dibawah koper gue itu. Tapi…loh, loh… kok dia sudah mau keluar aja sambil membawa koper gue? Kontan aja gue berteriak memprotes… Wah, mau di bawa kemana koper gue? Masa gue pergi liburan dengan tidak membawa apa-apa sih alias harus membeli baju baru? Orang itu sih minta-minta maaf…, tapi masa iya tas gue sama dia sama persis? Apalagi tas gue ada namanya…! Asli sejak saat itu gue jadi gak pernah tenang meninggalkan tas tanpa sepengawasan mata gue… Biarin deh dipelototin penumpang lain, daripada gue pergi atau pulang tanpa koper? Tau sendiri kan berapa lama ngurusin barang ilang?
Tapi gue tetap mau kok pake bus Damri di kemudian hari... Tentunya setelah gue menempel koper gue dengan diri gue sendiri supaya jangan sampai ditilep orang lagi
Jumat, 21 Januari 2011
Ketika gue egois
Yah, namanya juga gue tuh manusia biasa... hahaha, pembelaan diri sebelum pengakuan dimulai...
Jelas gue tahu bahwa seharusnya kalau lagi di bus tuh mestinya bisa lah mengalah dan memberikan tempat duduk kepada wanita hamil, orang tua yang kerepotan sama anak - anaknya,para orang tua atau siapa aja yang terlihat lebih membutuhkan tempat duduk daripada diri gue.
TAPIII, ada saat - saat tertentu dimana gue sama sekali gak bisa ataupun tidak mau memberikan tempat duduk gue ke orang lain....
1. Kalau gue sendiri lagi sakit
Kepala puyeng, perut keram, kaki sakit kalau kelamaan berdiri... Nah, begitu dapat tempat duduk jelas gue gak mau pusing deh sama penderitaan orang lain. Lah, daripada gue sok berbudi luhur dan mengalah terus tau - tau kolaps di tempat umum...kan jadi bikin repot orang lain.
2. Kalau lagi tidur
Ya iyalaaah... Mana pusing lagi sama kanan kiri kalau udah terbang ke alam mimpi... Boro - boro merhati'in ada orang yang lebih butuh tempat duduk
3. Kalau lagi kepengen baca
Gimana caranya baca buku kalau lagi berdiri? Makanya sukur - sukur pas dapat tempat duduk yang deket jendela jadi bisa lebih gak peduli lagi sama alam sekitar
4. Kalau lagi capeeek banget
Badan gak bisa lagi diajak kompromi buat didorong kesana kemari sama keharusan berpegangan biar gak jatuh... Rasanya penat banget dan maunya tuh duduk tenang sampai paling enggak ilang capeknya
5. Kalau lagi bawa barang belanjaan banyak
Hueh, paling males deh dengan begitu banyak kantong yang gue bawa trus gue kudu berdiri... Adaoww..., udah kena seruduk sana sini dan jari - jari rasanya kapalan karena kelamaan memegang kantong belanjaan itu. Jelas, begitu dapat tempat duduk gue bakal ogah berat ngasih ke orang lain
Memang sih kalau dipikir - pikir pasti orang lain juga ada yang lebih capek, atau sakit, atau ribet sama barang bawaannya... Tapi, ada saat dimana gue menyerah dan yah mendingan gue urus diri sendiri dulu deh sebelum ngurusin orang lain...
(Jadi mestinya gue gak usah ngoceh - ngoceh kalau ada orang lain yg gak mau kasih tempat duduk atau nyerobot gue buat duduk... Hihihi... TEORI)
Jelas gue tahu bahwa seharusnya kalau lagi di bus tuh mestinya bisa lah mengalah dan memberikan tempat duduk kepada wanita hamil, orang tua yang kerepotan sama anak - anaknya,para orang tua atau siapa aja yang terlihat lebih membutuhkan tempat duduk daripada diri gue.
TAPIII, ada saat - saat tertentu dimana gue sama sekali gak bisa ataupun tidak mau memberikan tempat duduk gue ke orang lain....
1. Kalau gue sendiri lagi sakit
Kepala puyeng, perut keram, kaki sakit kalau kelamaan berdiri... Nah, begitu dapat tempat duduk jelas gue gak mau pusing deh sama penderitaan orang lain. Lah, daripada gue sok berbudi luhur dan mengalah terus tau - tau kolaps di tempat umum...kan jadi bikin repot orang lain.
2. Kalau lagi tidur
Ya iyalaaah... Mana pusing lagi sama kanan kiri kalau udah terbang ke alam mimpi... Boro - boro merhati'in ada orang yang lebih butuh tempat duduk
3. Kalau lagi kepengen baca
Gimana caranya baca buku kalau lagi berdiri? Makanya sukur - sukur pas dapat tempat duduk yang deket jendela jadi bisa lebih gak peduli lagi sama alam sekitar
4. Kalau lagi capeeek banget
Badan gak bisa lagi diajak kompromi buat didorong kesana kemari sama keharusan berpegangan biar gak jatuh... Rasanya penat banget dan maunya tuh duduk tenang sampai paling enggak ilang capeknya
5. Kalau lagi bawa barang belanjaan banyak
Hueh, paling males deh dengan begitu banyak kantong yang gue bawa trus gue kudu berdiri... Adaoww..., udah kena seruduk sana sini dan jari - jari rasanya kapalan karena kelamaan memegang kantong belanjaan itu. Jelas, begitu dapat tempat duduk gue bakal ogah berat ngasih ke orang lain
Memang sih kalau dipikir - pikir pasti orang lain juga ada yang lebih capek, atau sakit, atau ribet sama barang bawaannya... Tapi, ada saat dimana gue menyerah dan yah mendingan gue urus diri sendiri dulu deh sebelum ngurusin orang lain...
(Jadi mestinya gue gak usah ngoceh - ngoceh kalau ada orang lain yg gak mau kasih tempat duduk atau nyerobot gue buat duduk... Hihihi... TEORI)













































