Kamis, 26 Juli 2012

Panduan Jalan


Suatu hari kamu dapat panggilan kerja atau ada keperluan penting yang mengharuskan kamu pergi ke suatu tempat yang tidak kamu kenali daerahnya. Gimana cara kamu supaya dapat menuju kesana? Apa yang bakal kamu tanyakan pertama kali?

Biar dikata jaman sekarang sudah ada mbah google, tapi tidak semua orang mengerti peta atau nangkep petunjuk yang diberikan. Apa aja petunjuk yang perlu diketahui kalau sedang naik kendaraan umum atau kendaraan pribadi ya?

Yang sekarang suka gue lakukan sih biasanya bertanya tempatnya berdekatan dengan halte busway gak? Kalau iya, apa nama halte busway-nya? Kalau ternyata letak tempat yang dituju dekat dengan halte busway, pastikan deh tempatnya di sebelah kiri atau kanan dari halte busway tersebut. Atau bisa juga halte busway tertentu itu hanya sebagai patokan untuk kamu agar turun disitu dan berganti kendaraan lainnya. Sukur-sukur sih kalau yang ditanya tahu kendaraan umum yang mana untuk melanjutkan ke tempat tujuan.

Terus gimana dong kalau ternyata tempat yang dituju gak berada di dekat halte busway manapun! Nah loh... Mau gak mau, gue hanya bisa bertanya jauh gak dari terminal bus tertentu? Misalnya, tempatnya jauh gak dari teminal bus Lebak Bulus? Dan dari terminal itu ke tempat tujuan harus naik kendaraan yang mana lagi jika memilih menggunakan angkot? Syukur-syukur yang ditanya sih biasanya tahu ya dan memberi arahan yang tepat. Kalau sudah dapat informasinya, jangan lupa di tulis dan jangan sampai hilang supaya kamu gak panik di jalan. Lebih bagus lagi kalau sekalian simpan data nomor telephone tempat yang akan dituju. Kalau memang buta arah, gak usah sungkan-sungkan nanya sama kenek bus. Dalam keadaan gak jelas begini sih memang tampang bego campur panik gak bisa dihindarin ya. Tapi usahakan tetap waspada karena akan ada banyak orang yang berusaha mengambil keuntungan dari kondisi orang lain.

P.S. Untuk yang beraktivitas di Jakarta dan pengguna busway, coba deh download program TransJakarta di Blackberry. Jadi kita bisa tahu nama-nama koridor busway yang ada. Atau beli peta jalur busway di toko buku. Atau download peta jalur busway langsung dari situs TransJakarta

Senin, 16 Juli 2012

Naik Bus Gratis


Kemarin janjian sama temen dan rencananya sih mau naik busway. Tapi belum lagi masuk ke dalam halte busway gue melihat banyak kerumunan orang di dalam sana. Berdasarkan pengalaman gue kerumunan seperti itu hanya berarti satu hal. Busway-nya pasti lama banget gak lewat-lewat entah terkena macet dimana. Jadilah gue terpaksa menggunakan alat angkutan umum lainnya dari pada kelamaan menunggu dan telat ketemuan sama temen. Baru beberapa jam kemudian gue mengetahui kalau ada acara GRATIS SEHARIAN NAIK BUSWAY. Ya ampuuun, pantesan aja orang-orang banyak banget memenuhi halte busway. Untung aja gue mengikuti naluri bertahan hidup di busway dan memilih naik angkutan umum lainnya. Kalau enggak manyun deh gue.

Lho? Memangnya kenapa gue memilih angkutan umum lain yang bukan hanya jadi lebih ribet tapi juga lebih mahal ketimbang naik busway mumpung gratis?
Begini ya, para pembaca. Penumpang busway itu terkenal ganas dan mau menang sendiri (gak bohong. kalau lagi buru-buru gue pun bisa seperti itu). Kalau membayar aja seperti itu gimana kalau gratis? Kebanyakan orang pasti ingin memanfaatkan momen namanya aja mumpung lagi ada. Sementara armada yang ada gak mencukupi dan kalaupun cukup, emang petugasnya gak boleh istirahat? Tapi orang yang mengantri untuk naik busway mumpung gratis kan tetap berdatangan terus. Apalagi menuju tempat-tempat wisata seperti Ragunan, Ancol, bertepatan menjelang hari-hari terakhir liburan anak sekolah. Dan kalau gue mesti bersaing sama mereka mah mendingan gak usah deh.

Yang gue lagi mikir, ada gak sih pengumuman resmi ya bakal ada acara naik busway gratis di hari sebelumnya? Kalau sudah seperti ini, simpati gue sama keluarga yang membawa anak-anak kecil. Karena pasti busway dalam keadaan penuh sesak dan boro-boro deh bisa merasa nyaman. Tapi namanya juga lagi enjoy liburan ya jadi mungkin dinikmati aja desak-desakannya sama penumpang lain.

Jadi, kalau sedang menuju halte busway dan melihat ada antrian orang yang banyak banget mungkin sebaiknya mengurungkan niat untuk menggunakan busway. Tapi, itu sih terserah masing-masing ya... Hehehehe, kalau gue mendingan gak usah deh walaupun gratis.