Jumat, 27 Januari 2012

Hidup di Jakarta serba salah ya


  Beberapa hari yang lalu ketika menjelang perayaan Imlek, masyarakat dikejutkan oleh penabrakan 12 pejalan kaki yang berujung 9 tewas. Bahkan jika janin dalam kandungan dari korban yang meninggal dihitung maka total berjumlah 10 orang. MENGERIKAN!

Banyak orang bilang hidup di Jakarta itu beraaaatt. Jadi pejalan kaki aja bisa ditabrak sama mobil, entah itu sedang menyeberang jalan atau lagi bengong menunggu bus. Naik kendaraan umum (wah, tinggal pilih) bisa-bisa dirampok. Atau lebih buruk, pelecehan seksual hingga pemerkosaan. Atau kalau sedang diluar saat cuaca buruk, bisa tertimpa pohon besar yang roboh.



Banyak fasilitas untuk masyarakat yang gak diurus dengan teratur. Halte yang udah rusak, bus yang mogok melulu ketika sedang dalam perjalanan, kursi di bus yang rusak, AC yang gak dingin sama sekali, dan banyak lagi dueh.

Membuat kalian berpikir setiap kali akan keluar rumah... Apa bisa nih sampai di tempat mana saja yang akan dituju?

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Menurut gw, usia kita kayak gini sudah bisa memilih, mau hidup di Jakarta dengan risiko seperti yang Mbak Ria sebutkan di atas, atau mau hidup di luar Jakarta aja.
Kalau pun mau hidup dengan risiko, pasti udah antisipasi untuk menghindari hal-hal jelek seperti itu.

Ria Tumimomor mengatakan...

kamu komennya kayak Marzuki Allie aja ah :))) Tapi memang begitulah resiko tinggal di ibu kota dan setiap hari kt tidak boleh lengah dan harus waspada setiap saat. Melelahkan but that's life

Rie mengatakan...

Mau naik mobil pribadi kek, kendaraan umum kek, motor kek, bahkan jalan kaki. Tp sejak peristiwa Xenia itu, ditambah baru2 ini ada kejadian yg sama di Makasar, aku jd takut. Belum lagi aku blm kenal betul Surabaya. Jd, jangankan hidup di Jakarta, di sini aja aku takut.

Tp, nggak kenal maka nggak sayang. Gitu kali ya? Soalnya kalo jalan2 di Bandung, sendirian pun aku berani. Asal nggak malem2. Hehehe.

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir buzzers :)