Rabu, 14 Maret 2012
Mencari Gampang
Masiiiiiih aja dibahas... Sudah berjalan beberapa bulan dan masih aja menjadi sumber perdebatan...walau menurut gue sih udah gak perlu diperdebatkan...
Kita khan sudah tahu kalau peraturan sudah dibuat, disuarakan dan pada akhirnya diprotes...apa semuanya lalu didengar protesnya? Kita sebagai pengguna kendaraan umum yang tahu SITUASI NYATA di jalanan jelas nyadar peraturan mana yang cucok diterapkan dan mana yang enggak. Yang membuat peraturan BIASANYA bukan pengguna sehingga tidak realistis.
Kalau kata gue sih, protes jalan terus boleh-boleh saja. Tapi supaya hati tenang mari kita langgar saja peraturan pemisahan penumpang itu. Hahahaha... Gue kok ngajarin yang gak bener...
Soalnya bagaimana gak dilanggar? Peraturan menyebutkan penumpang wanita harus ke depan bagian busway dan yang pria ke belakang. Iya, kalau badan busway yang berbadan oranye. Tapi kalau yang abu-abu? Eh buset sudah bagian depan sempit banget. Boro-boro bisa duduk. Berdiri dengan nyaman aja susyah! Jadi bagaimana mau ke bagian depan? Lalu apa kita mau marah-marah sama petugasnya? Uh, tindakan yang menguras energi dan buang-buang waktu.
Buat gue, tindakan itu lebih efektif daripada hanya ngomong doang. Dan tindakan itu adalah hal yang paling cucok dilakukan kepada sesama penumpang barbar.
Lo dorong gue, gue bales injek. Lo nyerobot, gue serobot balik. GAMPANG kan? *NGAWUR*

4 komentar:
setuju mba. LANGGAR ajah....aku aja yang cewe malas tuh ngikutin aturan nggak jelas.....injek, balas injek, sikut balas siku, dan maaf aja yah, di Trans J itu yang ganas dan nggak tahu malu ya wanita...gimana nggak, di depan dia ada ibu hamil, lansia atau anak kecil dibiarin berdiri dan pura-pura tidur, satgasnya ??? pura2 nggak lihat.....haduh kok jadi curcol...tapi intinya sih hukum rimba yang berlaku.
Hah? sampe sebegitu, mba?
yah, begitulllllaaaaahhhhhhh
Hidup di Jakarta keras ya. Baru sadar, hehehe.
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir buzzers :)