Jumat, 01 April 2011

Gemuk, lagi episode tempat duduk

Gue membuat postingan ini bukan karena gue tidak suka atau membenci orang gemuk. Lah wong gue sendiri juga gemuk kok. Dan pernah pada masanya gue mencapai berat badan yang bisa membuat dokter gizi geleng - geleng kepala karena kasihan...




Tapi begitulah resiko tinggal di negara Asia yang penduduknya lebih banyak yang kecil mungil daripada yang super gede. Jadi gue perkirakan, kendaraan umumnya pun dibuat ya sesuai ukuran orang - orang disini pada umumnya. Gue pernah liat ada orang asing yang buset tinggi banget ampir kepentok sama langit - langit bus. Sementara gue harus bergelayutan untuk bisa berpegangan di besi - besi bagian atas bus tersebut.

Sama aja dengan kursi - kursi tempat duduknya yang dibuat minimalis hanya untuk ukuran penduduk Jakarta pada umumnya yang langsing - langsing. Jadi bisa kebayang keselnya orang kalau harus berbagi tempat duduk sama orang kayak gue yang bisa menyita 1,5 bagian dari tempat duduk. Sama aja gue juga sebel kalau pas kebagian tempat duduk yang bukan deket jendela karena hanya sebagian badan gue aja yang bisa duduk di kursi tersebut. Hal ngeselin lainnya adalah jarak antara baris tempat duduk yang satu dengan yang dibelakangnya itu kayaknya suka gak sama deh. Ada yang lebar banget sehingga kaki tuh bisa selonjoran. Tapi dibelakangnya sempit banget, bahkan orang yang pendek (tapi gemuk) kayak gue aja udah kesempitan. Jadilah gue meringkuk seperti buntelan selimut dipaksa masuk ke dalam koper.

Paling tragis lagi kalau pas duduk di dalam mikrolet yang supirnya maksa menggunakan format 6 -4. Satu sisi yang lebih panjang harus ditempati oleh 6 penumpang dan yang lebih pendek harus ditempati oleh 4 penumpang. Dia gak mau tau gimana caranya pokoknya harus bisa dalam format itu. Jadi kebayang kan kalau orang kayak gue atau lebih besar lagi masuk kedalam mikrolet dan kita sudah menyita tempat duduk untuk dua orang. Kadang jadi berasa gak enak juga sih dipelototin sama penumpang lain yang merasa terganggu. Yaela, dikira kita enggak merasa berat juga tuh duduk sempit - sempitan sama penumpang lain. Gerah juga rasanya, tapi apa mau dikata duit cuman cukup buat naik kendaraan umum ya apa boleh buat deh.

Yang juga bikin malu kalau pas naik ojek, terus ojek melaju melewati jalanan yang agak menanjak. Lalu tiba - tiba mesin motornya berhenti dan gak bisa mendaki. Lo kira dia bakal minta maap sama kita si penumpangnya? Jelas gak. paling juga kita yang disalahin, mbak badannya jangan gemuk - gemuk dong...

Wih, kasian deh tinggal di negara yang orangnya pada kurus - kurus semuaaa...

4 komentar:

em farid mengatakan...

bila naik ojek tarifnya double tuh mbak... biar ikhlas si tukang ojeknya hehehe

Ria Tumimomor mengatakan...

hahaha, jalan kaki aja deh gue

Rie mengatakan...

Hahaha, iya jalan kaki aja biar sehat, dan langsing. :p

Biar nyaman, byr ongkosnya dobel aja. Tp emang susah sih kalo supirnya maksa penumpang buat berjejalan. Yg kurus, gemuk, atau langsing sekalipun sama2 kesiksa.

Ria Tumimomor mengatakan...

emberrrr... tapi terus aja biar gue gemuk, kalau pas ketemu orang yg sama gemuknya atau lebih...gondok juga... BIKIN SEMPIT... hihihih

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir buzzers :)