Di Indonesia ini sepertinya dimana-mana mau tertib itu susah. Mau antri yang gratis sampai yang bayar itu kebanyakan selalu berakhir rusuh.
Kasus paling gres terjadi ketika orang-orang yang ramai mengantri untuk beli Blackberry yang di korting 50%. Walau kesalahan gak murni dari para pembeli karena sepertinya organizernya yang gak beres ngatur acaranya. Dengar-dengar hanya 1000 pembeli pertama yang bisa mendapatkan Blackberry tersebut. Dan yang ngantri niat banget yak, ada yang dari malam sebelumnya. kayak mau beli tiket kereta untuk pulang kampung. Yang jadi pertanyaan gue, kalau memang para calon pembeli ini diberikan semacam identitas untuk membeli lalu kenapa tidak dipasang pengumuman bahwa pembelian ditutup berhubung kuota udah tercapai? Kenapa masih dibiarin aja calon pembeli terus berdatangan? Dan yang bikin para calon pembeli ini spanneng karena melihat ada orang yang bisa beli padahal gak pake acara ngantri alias datang melenggang belakangan. Mulai deh yang dibelakang mendorong yang depan agar bisa maju dan akhirnya antrian jadi kacau balau.
Yang ingin gue bahas berkaitan dengan transportasi ya masalah dorong mendorong itu deh. Apalagi kalau tengah berada di dalam antrian bersama penumpang lain untuk naik busway.
Paling bete sama orang-orang yang dengan giat mendorong orang yang di depannya, gak jelas tujuannya apa. Gini loh, maksud gue misalnya datang busway yang kosong berkapasitas 45 orang. Antrian jelas udah lebih dari 45 orang. Dan kebetulan kita ada di antrian 100. Apa dengan mendorong sekuat-kuatnya bisa membuat kita SIM SALABIM...berada di depan 45 orang pertama tadi???? Dan yang paling menjengkelkan adalah orang yang meletakkan tangannya di punggung orang yang berada di depannya. Jadi dia menggunakan orang apes yang ada di depannya itu sebagai tempat untuk bertumpu seandainya dia didorong dari belakang. Kedua, bisa jadi dia juga yang mendorong-dorong karena beranggapan orang yang di depannya itu penghalang yang harus disingkirkan.
Hih, pokoknya paling kesel sama orang yang hobi banget dorong-mendorong orang lain. Dan paling puas begitu melihat para pendorong giat ini terpaksa tinggal di halte karena busway yang datang tidak mencapai tujuan mereka. SUKURIN!
Berhenti dong mendorong orang lain. And tolong jangan bilang kalau gak mau didorong maka naik taksi aja. Pikirkan bagaimana saat kamu gak fit dan jatuh terinjak-injak ketika di dorong oleh orang lain...

2 komentar:
Iya tuh. Paling sebel kalo udah dorong-dorongan. Nggak cuma di busway, di kereta juga. Yah, pokoknya di tempat-tempat yang penuh sesak gitulah.
iya, seolah dengan mendorong mereka bisa langsung kebagian jatah... !!!
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir buzzers :)