Untuk menghindari kasus pelecehan maka salah satu cara yang ditempuh oleh pengelola Busway adalah memisahkan penumpang wanita dan pria. Jadi yang cewek dipersilahkan untuk duduk dan berdiri di area depan bus. Sementara yang cowok dipersilahkan untuk duduk dan berdiri di area belakang.
Apakah efektif? Kita lihat saja hasilnya :D
Kalau diliat dari para pengguna yang diinterview di televisi rata-rata menyatakan mereka senang dengan cara pemisahan begini. Tapi dari yang gue baca-baca di mailing list Trans Jakarta; justru jadi gak efektif pengaturan dengan cara seperti ini. Karena jika penumpang pria kebetulan lebih banyak maka mereka akan menumpuk di bagian belakang bus. Sementara di bagian depan banyak yang kosong karena penumpang wanitanya tidak dalam jumlah yang banyak...
Memang sulit ya mengatur bagaimana sebaiknya agar pelecehan seksual dapat dihindari. Lebih susah lagi nyari pemecahan masalah yang memuaskan semua pihak. Masa iya mesti dibikin bus khusus perempuan dan bus khusus laki? Bisa-bisa halte nya juga harus dipisah dong dan itu artinya akan ada lebih banyak pohon lagi yang akan bertumbangan di tebang untuk tempat halte busway...
Susah, susah... Dan kalau sudah begini, bagian yang terkena gak enaknya adalah para petugas busway yang bakal kena semprot sama penumpang yang bete. Bagaimana nih para pengelola Trans Jakarta?

2 komentar:
wew....emang ada2 aja yah BLU yang terhormat
ga inged apa kasus pemisahan antrian tahun lalu ????
TERBUKTI ga efektif hasilnya.....inikah hasil diskusi antara BLU, ITDP dan DISHUB ????
sangat kecewa !!!!
iya, pemisahan begini kurang efektif ketika dipraktekkan di badan bus yang sempit. Gak seperti kereta yang ada banyak gerbong.
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir buzzers :)