Rabu, 08 Agustus 2012
Fashionista di Bus
Gue bukan tipe orang yang fashionable. Owh, itu sih semua orang juga udah tau...pasti begitulah semburan dari temen-temen gue. Masih terekam jelas dalam ingatan gue komentar orang-orang saat melihat penampilan gue saat masih kerja.
"Oh, boleh ya pake baju beginian doang ke kantor?"
"Wah, kantor elo enak banget bisa pada nyantai begini pegawainya"
"Hmm, sebenarnya elo kerja di kantor apa pabrik sih?"
Penasaran kan bagaimana hancurnya penampilan gue? Okeh. Akan gue ceritakan.
Saat gue AWAL baru mulai kerja gue berpenampilan rapi dari rumah. Sepatu dengan hak 5 cm, blazer, kemeja, celana panjang. Untunglah di kantor gue kerja di back office sehingga tidak pernah alias jarang bertemu langsung sama orang dari luar kantor. Jadi, kita diperbolehkan untuk memakai celana panjang. Awalnya sih gue pake rok juga. Tapi menggunakan rok untuk naik turun tangga penyeberangan dan naik turun bus itu rada ribet ya. Jadi, celana panjang lah yang paling cucok. Okay. Inilah gaya berpakaian gue saat mulai kerja. Harap diingat, duluuuuu di awal tahun 2000 jalanan belum sepadat sekarang. Tapi tetap saja ketika pulang kantor nyaris tidak pernah gue menemukan bus yang kosong. Jadilah gue berdempet-dempet dengan penumpang lain. Yang ada, gue kepanasan karena memakai blazer dan menyulitkan juga untuk bergerak. Kedua, memakai hak 5 cm aja udah membuat gue pegel kalau harus berdiri selama 1 jam di bus. Jadi setelah beberapa tahun seperti ini gue memutuskan gaya berpakaian harus dirubah.
Mulailah gue menyimpan sepatu di bawah meja di kantor. Serta blazer di dalam lemari. Dari rumah, gue pake sepatu keds sama jumper. Lho, memangnya pake jumper gak kepanasan? Tentu saja kepanasan. Tapi fungsinya lebih banyak. Kalau hujan, gue bisa pake topinya langsung kalau gak sempet buka payung. Di dalam bus, jumper ini melindungi gue dari keringet penumpang lain. Loh? Ya iyalah. Berdiri begitu dekat satu sama lain, bagaimana caranya agar tidak saling bersentuhan? Itu tidak terhindari! Dengan sepatu keds, mau berdiri berjam-jam gue gak jadi masalah. Memang dari dulu gue juga gak kuat sih pake high heels. Jadi keds adalah pilihan utama untuk melakukan aktivitas.
Tapi masa kalau lagi weekend gue berpakaian secuek itu? Mana mau jalan-jalan ke mall pula? Hahaha, ya resiko deh kalau sedang ke mall. Kalau lagi niat benerrr, gue bawa sepatu di tas dan untuk naik bus pake sandal jepit! Tapi, biasanya gue lebih memilih sepatu teplek dan celana panjang tanpa asesoris yang macem-macem. Gak tau kenapa pasti ada-ada aja kalau gue menggunakan asesories yang berlebihan. Entah scarf menyangkut di pintu bus. Gelang yang putus ketarik benang baju penumpang lain.
Pokoknya kalau lagi di kendaraan umum, gunakan saja pakaian yang membuat kamu nyaman dan yang pasti tidak jadi tontonan orang lain karena terlalu berlebihan.
Label:
baju,
bus,
busway,
fashionista,
gaya,
hak tinggi,
high heels,
menyangkut,
penumpang,
ribet,
sepatu
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


hidup ini emang susah.
BalasHapusmau pake mobil sendiri takut nambah polusi udara :D
naek bus selalu penuh.
jadi ya di nikmatin aja. :D
betul dinikmati aja
Hapuskl naik bis emang enaknya pk sepatu keds, kaos sm cln panjang ya :)
BalasHapusbetttulll sekaleeee
Hapus