Helm adalah satu hal yang wajib digunakan oleh para pengguna motor. Hal ini dikarenakan helm dapat memberikan perlindungan tambahan pada kepala. Jadi untuk melindungi diri sendiri, seharusnya sih tanpa disuruh maka kita wajib menggunakannya jika sedang mengendarai motor.
Tapi, itu kan kalau kita menggunakan kendaraan motor milik sendiri. Kebersihannya kita sudah tahu dan siapa sih yang bakal menggunakannya kecuali keluarga sendiri? Helm baru jadi masalah (setidaknya buat gue) ketika harus ke suatu tempat dengan ojek.
Dikarenakan adanya peraturan yang mengharuskan pengguna motor untuk menggunakan helm, maka pengendara ojek pun menyediakan 1 helm untuk para penumpangnya. Tentu saja hal ini mereka lakukan agar jangan sampai kepergok polisi dengan membawa penumpang yang tidak menggunakan helm. Masalahnya, dalam sehari bisa ada berapa penumpang tuh yang menggunakan helm yang sama? Kebayang dong helm itu sudah berganti di kepala beberapa orang dalam sehari! Tapi bagaimana dong? Kalaupun kita menolak, tukang ojek yang lain akan meminta hal yang sama apalagi kalau melewati jalan utama dimana banyak polisi tengah bertugas.
Dulu siiiih gue selalu membawa saputangan atau scarf yang akan digunakan sebagai alas kepala sebelum dengan berat hati menggunakan helm. Yah, tetap aja bete juga sih menggunakan helm yang sudah hinggap dari kepala yang satu ke yang lainnya. Kita gak pernah tau apakah pengguna sebelumnya berkeringat kepalanya, atau malah punya masalah dengan rambut seperti kutu (hiiiy). Terkadang helm yang gue dapat yang cuman asal jadi alias hanya menutupi kepala bagian atas dan tidak melindungi kepala bagian belakang.
Syukurlah selama ini gue aman-aman saja dan gak pernah ada masalah dengan helm bentuk. Plus, untuk kesehatan rambut gue selalu siap membawa saputangan atau scarf. Tapi, beberapa hari yang lalu akhirnya gue kejeblos juga. Awalnya gue gak terpikir untuk naik ojek karena tempat yang akan dituju termasuk dalam jalur busway. Tapi karena takut kelamaan menunggu buseay di halte transit akhirnya gue memutuskan untuk naik ojek. Gue baru sadar ada sesuatu yang tertinggal ketika pengemudinya memberikan helm yang bener-bener helm. Menutupi seluruh kepala tanpa tersisa sedikitpun.
"Mesti pake nih, bang?" gue mencoba mengelak untuk menggunakan helm. Rupanya urusan rambut lebih penting daripada perlindungan pada diri sendiri * TEPOK JIDAT*
"Iya bu. Banyak polisi nih di jalan," si tukang ojek menyodorkan helm tersebut dan terpaksa deh gue gak bisa mengelak. Karena kalau gue sampai menolak dan jreng si ojek ini kena razia alamat gue yang mesti tanggung jawab.
Entah untung atau enggak, tapi sepertinya gue adalah penumpang pertama si tukang ojek ini. Dari helm itu gak tercium bau-bau gak enak tapi ya gak tau juga deh. Kalaupun berbau gak enak, bisa apa lagi gue selain tetap menggunakan helm tersebut?
Catatan pada diri sendiri; jangan lupa selalu membawa saputangan atau kain apapun untuk penutup kepala seandainya kudu pake helm dari tukang ojek. Dan jika tidak, segeralah pulang untuk cuci rambut dan bersyukur kepala terlindungi walau rambutnya gak jaminan.... :)
Peraturan pemerintah bisa dibaca disini ya


4 komentar:
sy pernah naik ojek & di suruh pk helm sm tukang ojeknya.. Emang rada2 gimana siiiih.. Rasanya pengen cpt nyampe aja..
Iyaaaa! I know the feeling!
hehe.. cuek aja Mbak. hajar aja. pengalaman memang kadang nggak enak. coba kalo nggak nyobain helm pak ojek itu, pasti kan nggak muncul tulisan ini, hehehe
Sewaktu gw tinggal di Cali dulu, hampir tiap hari gw naik ojek. Karena ojek yang nganterin gw ke kantor tiap hari beda-beda, akhirnya gw malah punya helm sendiri supaya nggak usah pinjem helmnya tukang ojek. Nampaknya, gw adalah orang pertama di situ yang punya helm tapi nggak punya motor, hahahaa..
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir buzzers :)