Kamis, 20 Juni 2013

E-ticket Bus TransJakarta


Sejak 21 April 2013 e-tiket resmi digunakan. Tapi belum semua koridor siap melayani e-tiket. Bahkan hingga sekarang setelah lewat beberapa bulan. Juga koridor yang belum siap itu terletak di jalan protokol pula alias gak nyangka deh ada halte di daerah perkantoran Kuningan yang belum siap melayani penggunaan e-tiket.



Sejak ada e-tiket, gue sudah membeli dua macam kartu. Pertama keluaran bank BRI. Petugas pemasarannya keukeuh banget nawarin akhirnya gue coba juga deh. Dengan begonya gue pikir akan ada mesin ajaib untuk isi ulang semua jenis kartu. Jadi, kalau gak salah ada e-ticket keluaran bank BRI, BNI, BCA, Mandii & Bank DKI (JAKCARD - e-tiket yang paling pertama banget). Kartu-kartu itu bisa berfungsi sebagai debet card. Pengguna tinggal isi sejumlah berapa dan gak harus digunakan hanya untuk e-ticket. Bisa digunakan juga di tempat-tempat lain yang menerima pembayaran dengan e-money.


Kalau punya rekening BRI, untuk mengisi ulang kartu ini cukup debet langsung dari rekening. Petugas menyediakan edc machine untuk transaksi ini. Kalau gak punya akun BRI ya jangan beli dah. Kayaknya bisa sih isi ulang lewat ATM lain, tapi tentu saja ada biaya.

Yang kedua akhirnya gue beli lagi kartu JakCard karena si petugas bilang bisa diisi di halte busway tanpa harus punya rekening bank DKI. Jadi di loket tersedia layanan untuk top up JakCard dengan minimal pengisian sebesar 50.000 Rupiah. Setau gue, untuk top up bisa di halte Blok M dan Harmoni. Gue belum tahu ada di halte mana lagi untuk top up JakCard ini.


Lumayan sih, bisa menghindar antri beli tiket. Kalau soal harga, sama saja dengan beli tiket langsung di loket. Tidak ada diskon atau semacamnya. Setiap kali menggunakan, akan terlihat saldo di layar jadi kita bisa tahu kapan harus isi ulang lagi.
Pertanyaan gue, kalau misalnya terjadi kecelakaan dan kita mau klaim biaya rumah sakit; kita jadi tidak punya bukti pembelian tiket. Apa cukup dengan memperlihatkan kartu yang digunakan untuk bayar e-tiket ini? Terus kalau mesinnya rusak gimana ya? Berarti tetap harus beli tiket biasa?


2 komentar:

Feyaa Ce mengatakan...

wah sudah mulai yah...
aku masih di dunia yang seputar manual nih. pemeriksaan tiket bis ya diperiksa kondektur. hehe makasih infonya mbak :D

Ria Tumimomor mengatakan...

belum semua halte sihhh... yg manual masih tetap jalan kok

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir buzzers :)