Jumat, 07 Maret 2014

Jalur Busway = Jalur Umum


Asli kecewa berat setelah tahu kalau busway baru yang dipesan ternyata bus rusak semua. Padahal nih, busway yang gue naikin setiap hari sepertinya semakin jarang yang tersedia. Dan kalaupun ada, penuhnya ampun-ampunan. Masih bagus kalau gak mogok mendadak di jalan. Dulu gak pernah terpikir sama gue untuk turun dulu di halte saat perjalanan masih berlangsung. Sekarang? Gue sering gak tahan karena penumpang terlalu padat di dalam busway. Sudah samaaaaa persis seperti bus biasa. Jadi, ditengah perjalanan gue akan turun di suatu halte dan melanjutkan dengan busway yang lain. YANG LEBIH KOSONG. Mau berdiri aja susah boro-boro nyari tempat duduk.

Jadi sebenarnya apa sih kelebihan busway? Kayaknya udah gak ada deh. Dibilang nyaman, apanya yang nyaman? Penuh terus mulai dari pagi sejak mereka beroperasi sampai malam sekitar jam 9 pun kondisinya masih sama saja. Jalur istimewa sehingga busway bisa melaju lebih cepat bebas macet? Siapa bilang? Sudah banyak kasus pengendara yang menyerobot jalur busway. Pemikiran mereka sederhana. Kan ada jalur kosong? Mengapa hanya untuk busway? Kami juga mau melewai jalan tanpa macet.



Dan ketika gue tengah mengungsi sejenak di halte busway PAL PUTIH, lewatlah segerombolan bus ini yang sebenarnya TIDAK SEHARUSNYA mengambil jalur busway.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir buzzers :)