Tampilkan postingan dengan label macet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label macet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

20 Oktober Siap-siap Macet



Pelantikan Presiden kenapaaaaa ya diibikinnya hari Seniiiiin???? Walau ini berita menggembirakan bagi rakyat (apalagi yang memang milih Jkw-Jk), tapi perayaan ini bakal membawa dampak lain. Bisa ditebak bakal macet TOTAL deh seusai acara pelantikaaaan....

Jadi yang kerja, siap-siap berdoa dari sekarang semoga pemerintah mau berbaik hati menjadikan hari libur Nasional dadakan untuk tanggal 20 Oktober nanti.

Berikut run down acara untuk tanggal 20 Oktober 2014


Selasa, 29 April 2014

Memotret Dalam Perjalanan

Sepanjang perjalanan menggunakan busway, gue berkesempatan mengabadikan kejadian ketika hari Jumat tanggal 25 April 2014, kebakaran terjadi di Pasar Senen.

Berikut foto-fotonya




Jumat, 07 Maret 2014

Jalur Busway = Jalur Umum


Asli kecewa berat setelah tahu kalau busway baru yang dipesan ternyata bus rusak semua. Padahal nih, busway yang gue naikin setiap hari sepertinya semakin jarang yang tersedia. Dan kalaupun ada, penuhnya ampun-ampunan. Masih bagus kalau gak mogok mendadak di jalan. Dulu gak pernah terpikir sama gue untuk turun dulu di halte saat perjalanan masih berlangsung. Sekarang? Gue sering gak tahan karena penumpang terlalu padat di dalam busway. Sudah samaaaaa persis seperti bus biasa. Jadi, ditengah perjalanan gue akan turun di suatu halte dan melanjutkan dengan busway yang lain. YANG LEBIH KOSONG. Mau berdiri aja susah boro-boro nyari tempat duduk.

Jadi sebenarnya apa sih kelebihan busway? Kayaknya udah gak ada deh. Dibilang nyaman, apanya yang nyaman? Penuh terus mulai dari pagi sejak mereka beroperasi sampai malam sekitar jam 9 pun kondisinya masih sama saja. Jalur istimewa sehingga busway bisa melaju lebih cepat bebas macet? Siapa bilang? Sudah banyak kasus pengendara yang menyerobot jalur busway. Pemikiran mereka sederhana. Kan ada jalur kosong? Mengapa hanya untuk busway? Kami juga mau melewai jalan tanpa macet.

Jumat, 21 Februari 2014

Mengapa Hujan Selalu Di Hari Jumat?


Jawabannya? Tidak tahuuuu.... Inilah pemandangan yang diambil tadi pagi ketika hujan kembali turun menyapa penduduk Jakarta.

Senin, 27 Januari 2014

Peraturan Dibuat Untuk Dilanggar

Pada tanggal 1 November, mulai dikenakan denda bagi yang menyerobot jalur busway.  Tapi peraturan ya tetap peraturan....yang hanya seperti angin lalu kalau tidak ada polisi yang mengawasi. Foto-foto ini udah bercerita deh....

Rabu, 22 Januari 2014

Banjir dan Banjir

LANGIT MENDUNG

Sudah sejak seminggu lalu hujan terus menerpa Jakarta dan sekitarnya. Akibatnya bisa diduga, banjiiiir beredar dengan manisnya di beberapa area di Jakarta. Efeknya antara lain jadi susah bener dapat kendaraan umum apalagi yang namanya busway.

Senin, 13 Januari 2014

Hujan = Banjir = NO BUSWAY



Tahun baru 2013 sudah lewat dansekarang di bulan January 2014, kembali ke aktivitas. Liburan sudah berlalu. Itu artinya kembali masuk berdesak-desakan di dalam bus dan angkutan umum lainnya.

Kamis, 28 Februari 2013

Berbagi Foto

Sudah lama nih gak blogging tentang bus saking gak sempetnya nulis. Jadi sekarang mau berbagi foto-foto candid yang gue ambil secara iseng di dalam bus.

1. Aduh si mbak, tidurnya enak bener... Asal jangan kebablasan aja deh ke pundak orang lain atau bablas sampai ke Bogor.... :)


Rabu, 28 November 2012

Musim Hujan


Musim hujan itu sebenarnya adalah musim yang paling gue tunggu dan juga paling bikin gue deg-degan.Karena Jakarta itu gak ujan aja selalu macet dan kalau hujan pasti bakal lebih macet lagi. Mungkin karena jalan yang licin membuat mobil harus berjalan perlahan sehingga akibatnya beruntun alias macet panjang.

Hujan yang deras beberapa waktu lalu juga sempat membuat banyak orang harus "menginap" di jalan alias kena macet parah yang tidak bergerak sama sekali berjam-jam. Makanya kadang kalau sudah seperti ini, gue gak melihat apa enaknya membawa mobil sendiri karena toh sama aja kalau udah macet parah ya bakal terperangkap juga di jalan entah sampai kapan. Jadi sama menyebalkannya dan bikin stress.

Jumat, 16 November 2012

Akhir Pekan Kelabu



Sampai sekarang gue masih gak ngerti kenapa ya jalanan di Jakarta itu pasti macet pas hari Jumat. Apalagi kalau ada liburan panjang di akhir pekan seperti sekarang ini dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam. Baru jam 3 sore aja jalanan sudah padat banget sama kendaraan; hanya Tuhan yang tahu dari mana aja kendaraan segitu banyaknya. Jalanan macet sama kendaraan pribadi efeknya juga ke kendaraan umum. Akibatnya para pengguna kendaraan umum mesti sabar menunggu. Itu sih teori ya di dunia yang sempurna, penumpang dengan sabar menunggu bus atau kendaraan umum jenis lain. Tapi kalau kita berada di dunia yang sempurna mungkin gak perlu menghadapi masalah sama kendaraan umum.

Rabu, 03 Oktober 2012

Demo!


Ketika melewati stand koran pagi ini gue sebenarnya tidak berniat membeli koran. Tapi begitu melihat judulnya: Ada Demo besar-besaran tanggal 3 Oktober 2012... Glek... Beritanya ada juga disini.

Iya sih konon demo "hanya" berlangsung dari jam 8 pagi hingga jam 12. KATANYA. Tapi efek dari demo itu yang bikin hati deg-degan bagi semua pengguna jalan umum. Mau yang pakai angkutan umum ataupun mobil pribadi.

Namanya aja demonstrasi, pasti akan ada banyak orang yang tumpah ruah di jalan. Potensi untuk menjadi rusuh itu besar banget, apalagi kalau ada provokatornya. Kalau mereka sampai rusuh di jalan raya, otomatis jalanan tersebut tidak akan bisa dilalui. Ya, boro-boro dilalui deh. Kalau sudah sampai meningkat dengan acara lempar batu, berada di dekat jalan tersebut aja udah ogah. Akibatnya jalanan ditutup, dan kendaraan pun mulai menumpuk di area yang sama. Akhirnya macet. Kendaraan umum pun sulit mencapai tempat tujuan sehingga para penumpang pun terlantar. Mereka tidak bisa segera mencapai tempat tujuan karena gak ada kendaraan umum yang lewat. Kebanyakan dari mereka bisa jadi bersiap berjalan kaki entah sampai berapa jauhnya. Berharap beruntung menemukan kendaraan umum yang bisa membawa mereka ke tempat tujuan.

Itulah makanya, orang selalu deg-degan setiap kali mendengar kata demonstrasi. Karena kebanyakan berakhir dengan kerusuhan, yang artinya jalanan bakal macet. Dan yang lebih menakutkan lagi, jika kerusuhannya melebar kemana-mana seperti yang terjadi pada Mei tahun 1998.

Mudah-mudahan hari ini aman-aman saja dan demonstrasi berjalan dengan damai tanpa disusupi pihak lain yang ingin memanfaatkan situasi. Amin.

Sabtu, 07 Januari 2012

Dan masih sama saja...

  Wah, baru hujan satu hari melanda Jakarta tapi lalu lintas sudah kacau balau.

Mungkinkah memang sudah terlalu banyak kendaraan di Jakarta atau bagaimana ya? Atau perawatan sarana lalu lintas yang kurang karena kita kan gak kena ujan baru belakangan ini.

Dulu sih masalahnya pasti macet di dekat lampu merah karena biasanya kalau hujan pasti lampu-lampu itu mati total. Tapi lama-lama bukan hanya macet akibat lampu lalu lintas mati. Melainkan juga banjir di jalan-jalan utama pula dimana ada banyak kantor-kantor disana. Sudah mesti menghadapi banjir sekarang orang juga harus hati-hati karena hujan disertai angin ini membuat banyak ranting pohon beserta pohonnya roboh. Dan yang lebih mengerikan lagi, papan iklan yang berat itupun jatuh diterpa angin menimpa para pengguna lalu lintas. Bahkan halte busway juga ada yang harus ditutup karena tertiban pohon.

Senin, 12 September 2011

Dan macet lagi!

Yak! Hari ini jalanan akan kembali macet, cet, cet oleh semua jenis kendaraan...

Yang di busway, harap memperhatikan tujuannya dengan benar karena tidak semua busway memberikan pengumuman sudah sampai di halte mana. Terkadang petugas busway mungkin lupa menginformasikan pada penumpang ketika busway sudah sampai. Jadi mesti memperhatikan dengan betul-betul. Atau paling enggak proaktif rajin bertanya pada petugas yang ada.

Kalau bisa pulang lebih cepet ya lebih bagus. Kalau enggak ya silahkan manyun aja di jalan bersama dengan ribuan orang lainnya yang juga buru-buru pulang...

Selamat menikmati hari (full) pertama setelah seminggu lebih Lebaran berlalu

Selasa, 05 Juli 2011

Khawatir

Ini adalah hal-hal yang gue takutkan kalau sudah berada di dalam angkutan umum yang penuh sesak :

Jumat, 25 Februari 2011

Tau jalan gak?

Suatu hari gue pengen buru – buru jadilah gue naik taksi… Seperti biasa begitu masuk gue kasih tau deh tujuan gue mau kemana… Dan ketika taxi mulai berjalan itulah…tiba – tiba sang supir berkata dengan nada ragu – ragu…,”Hmmm, sebaiknya kita lewat mana ya bu?”

Rabu, 23 Februari 2011

MRT?

  Kalau dipikir - pikir gue mungkin lahir di jaman yang salah ya... hahaha...

Dulu pas masih kuliah sampai awal - awal gue kerja, kayaknya gue selalu kebagian masa - masa ketika pembangunan jalan layang atau jalan tol... Jalanan di sekitar pembangunan itu? Oh, gak usah ditanya apalagi dibayangkan betapa macetnya jalanan di sekitar area itu. Gue pernah stuck di satu tempat yang sama ketika perjalanan menuju kantor. Selama 1 jam lebih kendaraan yang gue naikin cukman berada disituuuu aja... Gak kemana - mana.

Dan sekarang gue baru baca di koran hari ini katanya mau dibuat MRT...

Ehm, gue rada bingung nih karena kan MRT-nya disini bakal menggunakan kereta. Apa ini artinya bakal menggunakan rel kereta yang sudah ada atau bakal bikin baru lagi? Terus tentunya harus ada stasiun baru juga dong buat MRT ini?

Tapi ngomong - ngomong, walau puyeng mikirin soal bakal macetnya sepanjang pembangunan sarana transportasi baru ini....gue jadi kepikiran... Sebenarnya beneran mau ada MRT atau enggak ya? Mendadak jadi ingat sama pancang - pancang tiang yang katanya buat monorail. Tapi sampai sekarang? Tiang itu hanya berdiri di beberapa jalan dan fungsinya? Tentunya bukan sebagai penghias jalan karena akhirnya kembali hanya buat bikin macet...

Jadi, kalau memang beneran mau ada MRT sih ya...bagus deh... Walau gak tau juga sih kapan persisnya... Tapi harapan gue dan yakin juga harapan orang lain pengguna angkutan umum tentunya rencana ada MRT gak cuman berhenti sampai pembangunan yang setengah - setengah. Lalu akhirnya cuman jadi sekadar pertanda rencana yang gagal atau bikin tambah macet jalan.

Senin, 03 Januari 2011

Selamat Tahun Baru 2011

Selamat pagi semuanya! Pertama - tama, gue pengen mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011 dan semoga menjadi tahun yang baik buat kita semua...dan tentunya juga dalam hubungannya dengan alat angkutan umum.


Yah, gue gak banyak menggunakan bus dan busway akhir - akhir ini. Bus - bus ini rada lemot karena penumpang yang sedikit yang mungkin sudah berangkat berlibur. Sebaliknya penumpang di busway meningkat selama musim liburan yang membuat gue hhhh, males deh...


Dengan dibukanya dua koridor baru gue masih gak yakin apakah masalah dengan transportasi bakal teratasi di Jakarta ini. Selama Desember aja jalanan buat busway di jalan Sudirman itu rusak berat dan harus diperbaiki. Hasilnya, busway harus menggunakan jalan biasa bersama dengan mobil - mobil lainnya dan macet deh. LAGI. Gue betul - betul berharap dengan tahun yang baru, mereka punya armada lebih doong jadi kita gak usah ngantri panjang - panjang dan bisa mencapai tempat yang dituju dengan lebih cepat.


Ada harapan buat bus biasa? Hahaha, gak deh kayaknya... yang penting sampai dengan selamat di tempat tujuan aja udah bonus tuh... Gak ngarep yang macem - macem deh.


Ohya, iseng nih gue pas browsing nemu situs yang menarik ini tentang Trans Jakarta alias Busway... Coba aja di liat - liat...

Sampai jumpa di lain waktu :)

Rabu, 22 September 2010

Frekuensi

Dulu waktu gue masih bego menggunakan bus biasa, gue berangkat dari rumah jauh lebih awal hanya untuk menuju terminal bus... Untuk? Untuk mencari tempat duduk yang kosong... Dan supaya gue pasti dapat kendaraan untuk menuju ke kampus. Daripada gue bengong nunggu di jalan...mendingan gue sekalian aja ke terminal. Begitulah pikiran gue... Karena dulu banget itu...jalanan tidak semacet sekarang.

Namun untuk busway, biarpun kita menunggu di terminal gak berarti jaminan mutu akan mendapat kendaraan kurang dari waktu setengah jam. Pengalaman gue membuktikan hal tersebut...

Terminal busway yang menarik (untuk ukuran gue) sejauh ini di Blok M dan di Pusat Grosir Cililitan. Yang di Blok M sebenarnya biasa aja sih. Tapi karena harus melewati mall makanya seru aja buat gue. Hanya saja kalau sudah malam dan sepi mungkin bakal rada serem juga sih untuk masuk ke dalam terminal busway di Blok M. Paling malam gue pulang dari sana sekitar jam 8 dan saat itu masih lumayan rame lah... Entah kalau lebih malam lagi. Sementara terminal busway di PGC menarik karena terletak didalam mall... Beneran di dalam Mall... Lebih enak dibanding terminal busway lainnya... Ada tempat duduk (yang tentu saja tidak berguna kalau yang mengantri sudah kebanyakan), dan yang terpenting AC-nya masih mengalir kencang booo... Lumayan buat ngadem, dan yang terpenting kita tidak akan terkena percikan air hujan karena halte dan terminal lain agak terbuka

Balik lagi ke soal terminal, suatu hari gue memutuskan untuk menggunakan terminal busway di Kampung Melayu... Alasannya? Yah, gue pikir kalau menunggu dari terminal tentunya bakal lebih cepet dong bus-nya lewat... Sama seperti bus - bus biasa lainnya yang menumpuk di dalam terminal. Ternyata...saya...SALAH SEKALI... Penumpang yang mula - mula hanya sedikit, mulai menumpuk jadi banyak... Akhirnya setelah setengah jam gue gak tahan lagi dan memutuskan untuk keluar dari terminal dan kehilangan ongkos yang sudah gue bayarkan untuk naik busway. Daripada gue menghabiskan waktu sampai satu jam lagi... Huh, sedih deh

Nah, yang di PGC juga sama aja kejadiannya... Tapi kalau yang disitu lebih karena gue terpesona abis sama terminalnya... Lah, deket banget sama Mall kalau gak bisa dibilang di dalam Mall PGC. Kebayang kan kalau udaranya panas di luar atau malah sampai hujan. Kita bisa enak - enak menunggu busway di dalam halte yang nyaman dengan AC dan ada tempat duduk pula... Tapi karena busway yang ditunggu - tunggu tidak lewat - lewat, kebanyakan calon penumpang mulai berbaris mendekati pintu ... Ohya, pintu di terminal busway yang di PGC ini masih sliding door loh... Masih bagus... Tapi ya begitulah, gak seindah yang gue bayangkan...lagi - lagi gue harus rugi ongkos karena gue keluar dari antrian. Capek menunggu lebih dari setengah jam. Mending gue pulang dengan mikrolet.

Sayang memang... Terminalnya apik abis, bersih, nyaman...tapi frekuensi ketersediaan busway-nya... gak bisa menyamai...

Tapi gak semua lhoo terminal busway seperti itu. Terminal busway Blok M dan Kota sejauh ini menurut gue lumayan cepet sih frekuensi kedatangan busway-nya. Jadi menurut gue, walau udah disediakan jalur tersendiri belum tentu juga bebas macet. Dan jika busway itu melewati area langganan macet, maka frekuensi kedatangannya juga menjadi jarang.