Jumat, 16 Mei 2014

Pake E-Ticket Deh



Sebagai pemakai rutin busway, gue akhirnya lebih suka memakai yang namanya E-ticket . E-ticket yang paling praktis yang gue gunakan adalah JakCard.



Kenapa praktis? Karena kalau isinya habis kita bisa langsung top up isinya di halte bus busway. Sekedar catatan, di postingan gue sebelumnya tertulis minimal untuk mengisi saldo JakCard adalah sebesar Rp. 50.000,- namun sebenarnya bisa kok Rp. 20.000,-






Harap dicatat bahwa tidak semua top up JakCard bisa dilakukan di setiap halte busway. Karena masih ada juga halte busway yang BELUM MENGGUNAKAN e-ticket. Selain JakCard ada juga beberapa kartu keluaran bank yang bisa digunakan. Juga kartu belanja keluaran Indomaret. Tapi hanya satu kartu yang juga bisa digunakan untuk naik kereta atau yang sering kita kenal dengan istilah commuter line. Yaitu Flazz Card dari BCA.





Eh, gue menulis ini bukan karena DIBAYAR sama BCA loh... Melainkan karena gue ingin berbagi tips penggunaan FLAZZ Card buat para angkoters.

Jadi begini nih, gue sesekali juga menggunakan Flazz card untuk naik kereta. Jika untuk naik busway, saldo di kartu bisa kita gunakan sampai benar-benar habis. Tapi, jika kita menggunakan kartu Flazz untuk naik kereta maka pastikan saldo yang tersedia lebih dari Rp. 10.000,- Jika saldo yang tersisa hanya Rp. 10.000,- maka gak bisa digunakan untuk membeli tiket commuter line. Untuk amannya , jika melakukan perjalanan dalam kota Jakarta dengan commuter line, sebaiknya pastikan ada saldo sekitar Rp. 20.000,-

Perbedaan lainnya adalah jika menggunakan e-ticket untuk naik busway, maka ongkos perjalanan langsung ditarik begitu penumpang telah swipe kartu mereka. Sehingga satu kartu bisa dipakai beramai-ramai, asal saldonya cukup deh. Sementara e-ticket untuk naik kereta, ongkos perjalanan baru dipotong ketika kita sudah sampai di stasiun tujuan. Jadi satu kartu hanya bisa digunakan oleh satu orang dan tidak bisa beramai-ramai.

Untuk busway, kalau sampai terjadi mati lampu atau kerusakan teknis lainnya, e-ticket tidak berfungsi. Dan itu artinya alamat harus antri bersama penumpang lain. Hal yang paling menjengkelkan untuk dilakukan apalagi saat harus antri dengan banyak penumpang lain saat rush hour. Entah ya kalau di kereta karena sepertinya tidak ada penggunaan tiket manual seperti di busway.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir buzzers :)