Pemisahan antrian
Waktu pemisahan antrian mulai dijalankan di halte - halte busway, gue hanya bisa ketawa aja...
Bukannya gak menghargai usaha yang dilakukan untuk mencegah pelecehan seksual yang sebenarnya sudah lama terjadi. Tapiii pemisahan antrian ini gak bakal bisa berjalan lancar kalau :
1. JAM SIBUK
Namanya aja udah jam sibuk. Jam sibuk buat orang mau berangkat kek, mau pulang kerja kek, ke sekolah, balik dari kesekolah...yang semuanya numpuk jadi satu di jam - jam yang sama. Sudah menjadi insting semua orang untuk sesegera mungkin mencari celah yang memberi kesempatan walau sekecil apapun untuk bisa mendapat antrian paling depan. Kalau perlu bawa tali dan bergelantungan di depan pintu halte yang penting berdiri paling depan supaya bisa masuk duluan. Masuk duluan berarti bisa milih tempat duduk. Kalau masih ada. kalau enggak, bisa milih tempat buat mojok tanpa harus kegencet kanan kiri. Jadi kalau tempat antrian cewek pas lagi sepi di jam - jam sibuk itu jelas yang cowok - cowok mana mau peduli lagi. Dan kalau sudah rame petugasnya juga sudah susah mau ngelarang. Galakan yang dilarang soalnya. Dan mereka juga lama - lama mungkin mikir, bodo ah. Yang jatuh elo ini, bukan gue.
Tapi coba deh kalau lagi jam tenang alias gak sibuk penumpang. Gak usah diatur juga semua langsung tertib
2. TEMPATNYA SEMPIT
Sebelum ada pengaturan jalur antrian antara pria dan wanita aja tempat halte busway itu udah sempit pisan. Gak seluas stasiun kereta api (ya iyalaaah... Didirikannya aja di tengah jalan!)
Jadi boro - boro mau ngatur yang cowok mesti antri disini dan yang cewek harus di sebelah sana bareng sama manula dan anak - anak.
Niat baik dari mengadakan peraturan ini memang bagus. Sayangnya gak segampang itu dipraktekkan. Soalnya balik lagi sama pengguna busway itu, mau tertib apa enggak? Bersedia diatur apa enggak? Kebanyakan sih enggak kan? Hayooo ngaku... (Sama aja dengan gue kalau lagi panik pengen cepat pulang, maksudnya)



3 komentar:
I agree with you. This rule is definitely not going to be an easy practice.
yeah... The intention is good but will it work out smoothly?
Ah capek deh kalau yang seperti ini... Mustinya diadakan efek jera buat para peleceh, misalnya mukanya dipampang di koran-koran dan diseluruh stasiun bis di mana-mana untuk setahun, nah gitu kan "berasa" kena tonjok, jadi kapok (apes aja kalo yang pas bermuka mirip, hahaha!). Sebetulnya yg melakukan pelecehan itu dihukum berapa lama sih?
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir buzzers :)