Gue pernah membaca bahwa busway diadakan antara lain untuk lebih ramah bagi pengguna kendaraan umum yang menyandang cacat.
Sejujurnya, gak ada satupun kendaraan umum di Jakarta yang ramah kepada
1. Penyandang cacat
2. Wanita yang sedang hamil
3. Orang tua
Pernah pas gue lagi berusaha mati - matian untuk masuk ke dalam bus, ada nenek - nenek di depan gue. Yang juga turut berjuang untuk masuk ke dalam bus dengan lusinan orang buas lainnya (ngaku, gue termasuk). Lalu tiba - tiba dia menjerit, katanya sandalnya copot satu. Bisa lo bayangin gak sih paniknya dia? Dia lagi berusaha bisa masuk ke dalam bus, tapi sandalnya pake acaa ilang sebelah dan gak mungkin dia pulang hanya dengan yang sebelahnya. Akhirnya, dia menyerah daripada dia jatuh dan bisa keinjek - injek sama yang lain. Itulah kesulitan untuk naik ke bus. Kalau pas lagi pengen turun, si kenek pasti akan membantu dengan mendorong agar keluar dari bus. Jadi, pas kita mau naik ke bus kita diperlakukan kayak ternak...digiring supaya buru - buru masuk ke dalam bus. Tapi kalau pas mau turun, kita diperlakukan kayak sampah yang harus dilempar secepat mungkin.
Sekarang ini, kayaknya situation bakal lebih parah karena macet bisa terjadi jam berapa saja dan dimana saja. Biasanya, macet bisa diperkirakan terjadi di jam - jam tertentu. Seperti ketika orang hendak berangkat ke sekolah dan kantor. DAn tentunya jam dimana mereka hendak kembali ke rumah.
Untuk para penyandang cacat, untuk menggunakan busway juga harus memperhatikan halte busway mana yang areanya bisa digunakan untuk bergerak tanpa banyak kesulitan. Hanya beberapa halte busway yang tidak terlalu besar and sudah pasti bakal lebih susah lagi buat kemana - mana di halte transit. DAn kalau sudah berada di dalam busway yang penuh, tambah susah lagi mau ngapa - ngapain. GUe bahkan melihat bahwa kalau semua bus - bus itu lagi penuh, orang gak bakal peduli sama wanita hamil, orang tua, boro - boro sama penyandang cacat.
Mungkin nanti di tahun - tahun yang mendatang kita bisa mempunyai kendaraan umum yang lebih bersahabat bagi para penggunanya. Itu juga kalau Jakarta gak keburu tenggelam duluan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah mampir buzzers :)